Timo Scheunemann: Timnas Ingin Berprestasi, Bentuk dari Nol
Sepakbola Indonesia seakan tengah bergerak cepat dalam berupaya bangkit dari tidur lamanya saat dibekukan dan terasing dari dunia luar. Sepakbola Indonesia tengah berupaya mengulang kembali kejayaannya di pentas internasional seperti di era 60-an.
PSSI kini tengah berupaya membentuk kerangka Tim Nasional yang disiapkan untuk terjun di ajang Piala AFF 2016 November mendatang. Bahkan PSSI sudah menunjuk Alfred Riedl sebagai Nahkoda di skuat Garuda.
Kini dalam masa pembentukan Tim Nasional tentu banyak harapan yang disematkan agar Indonesia tidak salah pilih dan dapat kembali membawa Indonesia menjadi Macan Asia. Hal ini juga dilontarkan mantan pelatih timnas wanita, Timo Scheunemann.
Kepada INDOSPORT, pria asal Jerman ini membeberkan beberapa kiat agar timnas Indonesia dapat sesuai harapan Indonesia. Berikut kutipan wawancara khusus INDOSPORT dengan Timo Scheunemann:
1. Bentuk Pola Dasar Pembentukan Timnas
INDOSPORT: Indonesia saat ini tengah kembali bersiap membentuk timnas. Berbicara Timnas Indonesia, bagi Anda Timnas Indonesia itu harus seperti apa?
Timo: Berbicara timnas yang berpretasi dan membanggakan, tentu ini yang sudah sangat kita dambakan. Hal ini pula yang diinginkan oleh Presiden Jokowi. Dimana Timnas yang dapat membanggakan masyarakat Indonesia.
INDOSPORT: Lantas bagaimana untuk membentuk timnas yang berprestasi.
Timo: Timnas berprestasi yang sesuai harapan pak Jokowi ada Timnas yang dikelola dengan teknis. Dimana harus berdasarkan tekhnis dari bawah hingga atas.
INDOSPORT: Teknis seperti apa yang Anda maksud?
Timo: Ok pemilihan pelatih itu penting, tapi itu ada di puncak piramid pembentuk Timnas. Tapi puncak Piramid tersebut tidak dapat berdiri sendiri, jadi harus ditopang dari bawahnya.
INDOSPORT: Jadi Pembinaan usia muda maksud Anda sangat penting dalam hal ini?
Timo: Tak hanya pembinaan usia muda. Sekarang apa saja yang di bawahnya, yaitu ada kompetisi yang sudah pasti dari tingkat muda. Lalu ada tidak pembinaan pelatih di tingkat desa. Jadi seharusnya di sektor bawah kita sudah ada para pemain muda yang dilatih oleh para pelatih yang sudah memiliki pengetahuan sepakbola yang mumpuni.
2. Tim Harus Profesional dan Liga Harus Tertata Rapi
INDOSPORT: Selain hal itu semua lantas apalagi yang dapat berkesinambungan dengan pembentukan Timnas?
Timo: Semua tim profesional harus punya akademi. Tapi akademi yang benar-benar dikelola dengan profesional. Sekarang coba bayangkan, bila setiap tim memiliki pencari bakat dan pelatih berkualitas, jadi semua pemain yang di liga sudah profesional dengan sistem liga tertata rapi. Setelah itu dia baru masuk Timnas. Akademi pelatih itu penting dan semua tim ISL ada akademi yang betul-betul bagus dua itu saja dijalankan yang bersifat teknis ini bisa membuat puncak timnas yang sangat besar.
INDOSPORT: Berbicara potensi, Indonesia sangat banya memiliki bakat handal, apa itu tidak cukup?
Timo: Indonesia memang sangat memiliki potensi dan bakat luar biasa. Kita tidak akan habisnya akan bakat-bakat muda berkualitas. Tapi ingat bakat alam saja tidak cukup. Tanpa direalisasikan dengan cara yang benar hal itu semua akan percuma. Dan mau sampai kapan potensi serta prestasi Indonesia seperti ini.
3. Terkait Sosok Riedl
INDOSPORT: Timnas Indonesia kali ini kembali ditangani oleh Alfred Riedl, menurut Anda seperti apa?
Timo: Waduh kalau masalah itu saya No Comment. Karena tidak etis lah masa sesama pelatih harus saling mengomentari.
INDOSPORT: Tapi Anda memberikan dukungan kepada Riedl untuk membawa Indonesia berprestasi?
Timo: Kalau sudah berbicara Timnas dan berbicara Indonesia tentu patut kita bela. Dan kita harus suka. Meskipun siapapun pelatihnya, atau bagaimana pun pengurusnya, yang sudah berbicara Indonesia kita harus tetap cinta dan harus selalu mendukung.