4 Hal Menarik yang Bisa Dikagumi dari Islandia
Perjalanan Islandia ke babak 16 besar terbilang tidaklah mudah. Mereka melaju ke babak knock-out setelah meraih dua hasil imbang di laga awal melawan Portugal dan Hungaria.
Kepastian lolos sebagai runner-up Grup F baru di dapat setelah menang 2-1 melawan Austria pada penghujung pertandingan melalui gol Arnor Ingvi Traustason.
Kini, negara dengan populasi 332,529 jiwa tersebut berhasil mengejutkan dunia setelah berhasil melaju ke babak perempatfinal Euro 2016. Keberhasilan itu diraih usai membekuk Inggris 2-1 meski sempat tertinggal terlebih dahulu.
Raihan tersebut bukan tidak mungkin bisa membuat Islandia lebih percaya diri di babak perempatfinal saat menghadapi Prancis pada 3 Juni waktu setempat. Mereka pun saat ini juga layak dikagumi penggemar sepakbola selama Euro 2016.
Namun, apa saja yang pantas membuta Islandia layak dikagumi? Berikut fakta-fakta yang dirangkum oleh INDOSPORT.
1. Tim yang Gigih Dalam Bertahan
Hingga babak 16 besar usai, Islandia tercatat sebagai tim yang paling sedikit menguasai bola. Menurut catatan Who Scored tim besutan Lars Lagerback & Heimir Hallgrimsson ini hanya menguasai bola sebesar 34,9 persen.
Isalandia tampaknya sangat sadar bahwa pertahanan yang baik adalah kunci keberhasilan agar tidak cepat angkat koper dari Prancis. Berhasilnya permainan bertahan tim besutan Lars Lagerback & Heimir Hallgrimsson juga bisa dilihata dari rataan tembakan yang diderita.
Dari 19,8 rataan tembakan yang diderita mereka hanya kemasukan gol sebanyak 4 kali, yang artinya setiap pertandingan hanya kemasukan satu gol, namun belum terkalahkan.
2. Ada Andil Dokter Gigi
Heimir Hallgrimsson jadi salah satu sosok yang mampu beri kontribusi besar atas permainan Islandia. Sebelum berkolaborasi sebagai pelatih kepala bersama Lars Lagerback, pria 49 tahun itu menjabat sebagai asisten pelatih.
Pada 2013, akhirnya Lagerback memutuskan untuk mengangkat Hallgrimsson sebagai pelatih kepala secara bersamaan. Alhasil, cara tersebut sangat ampuh mengangkat prestasi timnas Islandia. Hak yang sama dalam menetukan taktik dan strategi bisa dijalankan dengan baik.
Di luar karier kepelatihan, Hallgrimsson mempunyai pekerjaan tetap sebagai dokter gigi di desa tempatnya tinggal. Namun, pekerjaan itu dia jalankan paruh waktu lantaran kesibukannya membesut Islandia.
3. Lima Tahun Melonjak Drastis
Selama puluhan tahun Islandia menjadi negara yang diremehkan di dunia sepakbola. Kini mereka mampu membuat kejutan di ajang Euro 2016 dengan melaju hingga babak perempatfinal.
Selain keberhasilan itu, Islandia juga berhasil melonjak drastis di peringkat FIFA. Saat ini mereka bercokol di posisi 34 setelah sempat merasakan posisi 112 pada 2010 silam.
4. Hanya Satu yang Tidak Berakhiran Son
Jika melihat nama skuat Islandia di Euro 2016, hanya ada satu nama yang tidak memiliki akhiran “son”. Satu-satunya orang tersebut adalah Eidur Gudjohnsen, pemain tersukses di negara ini.
Mantan pemain Chelsea dan Barcelona itu juga jadi orang yang paling tua di dalam skuat dengan usia 37 tahun. Pengalamannya di dunia sepakbola bisa menjadi acuan untuk pemain lain dalam menghadapi pertandingan.
Sejauh ini Gudjohnsen telah meraih dua trofi Liga Primer Inggris, satu gelar La Liga, Liga Champions, dan Liga Super Eropa. Raihan itu membuat namanya layak dihormati para pecinta sepakbola di dunia.