4 Drama Menghebohkan di TSC Jelang Libur Lebaran
Jelang libur kompetisi sementara di hari raya Lebaran, klub-klub papan atas Tanah Air melakoni laga terakhir mereka pada akhir pekan lalu. Pertandingan di awal Juli ini menjadi penutup sebelum kompetisi di liburkan untuk menyambut hari raya Idul Fitri.
Pertandingan yang berlangsung pun diwarnai dengan hasil yang cukup mengejutkan, seperti tersungkurnya Persija di markas Pusamania Borneo FC (PBFC). Jauh sebelumnya, berbagai drama juga sempat tercipta di ajang TSC hingga awal Juli ini.
Pemecatan pelatih, kerusuhan, hingga kekalahan dan hasil buruk yang dituai klub secara mengejutkan mewarnai kompetisi.
Berikut INDOSPORT merangkum berbagai drama dan insiden yang mewarnai TSC 2016 sebelum memasuki masa libur Lebaran.
1. Persib Pecat Dejan Antonic
Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic, memutuskan mundur dari jabatannya usai Persib dibantai 4-1 oleh Bhayangkara Surabaya United di ajang Torabika Soccer Championship, pada Sabtu (11/06/16) silam.
Desakan mundur untuk pelatih asal Serbia tersebut memang telah mengemuka, khususnya dari sebegian supporter setia Maung Bandung alias Bobotoh. Puncaknya, Dejan resmi mundur usai Persib di bantai Bhayangkara Surabaya United di Stadion Deltra Sidoarjo.
Mantan pelatih Persib yang sukses mempersembahkan gelar Indonesia Super League (ISL) 2014, Jajang Nurjaman pun kembali ditunjuk untuk menjadi pengganti Dejan. Di debut periode keduanya sebagai pelatih, Jajang mempersembahkan kemenangan dramatis 3-2 atas PSM Makassar pada Minggu (03/07/16).
2. Insiden Flare dan Denda Klub
Flare dan kembang api nyatanya masih sangat mudah lolos ke dalam stadion tempat berlangsungnya pertandingan TSC A. Para supporete pun leluasan menyalakan flare di dalam tribun yang jelas-jelas dilarang penggunannya oleh operator pertandingan.
Klub pun kena imbas akibat ulah supporternya sendiri, mereka harus rela membayar denda yang dijatuhkan PT Gelora Trisula Semsta (PT GTS) selaku operator TSC. Madura United harus terusir dari markas mereka sendiri, Stadion Bangkalan Madura pada tiga laga kandang dan mesti bermain di tempat netral akibat para pendukungnya yang menyalakan flare di dalam stadion.
Persija dan Persib juga harus berkali-kali membayar denda yang kisarannya 10 hingga 39 juta akibat kelakuan negatif para supporternya yang menyelundupklan flare ke dalam tempat pertandingan.
3. Persib dan Arema Dua Tim dengan Pengeluaran Terbesar
Singo Edan dan Maung Bandung menjadi dua klub dengan pengeluaran tertinggi di Torabika Soccer Championship (TSC). Sebagai infromasi, PT GTS menetapkan batasan tertinggi, yakni Rp10 miliar untuk belanja pemain bagi klub-klub yang berlaga di ajang TSC A.
Sedangakan untuk batasan minimal, tiap klub harus merogoh kocek setidaknya Rp5 miliar untuk urusan pembelian pemain. “Dua klub dengan total gaji melebihi Rp10 miliar ada Arema dan Persib Bandung, ini karena marquee player. Di Persib ada Juan Belencoso yang menjadi marquee player, sementara di Arema ada Cristian Gonzales," ujar Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono.
Dalam ketentuannya, PT GTS mengizinkan klub mengeluarkan dana sebesar 10 miliar untuk belanja pemain asalkan ada pemain yang masuk marquee atau kategori pemain top. Belencoso dan Gonzales menjadi pemain yang masuk kategori marquee player dalam skuat.
4. The Jakmania Anarkis (Lagi)
The Jakmania kembali berulah, pendukung fanatik Persija Jakarta itu melakukan aksi anarkis dan kekerasan usai laga yang mempertemukan Persija vs Sriwijaya FC pada 25 Juni silam. Ulah anarkis The Jakmania melukai beberapa supporter lainnya dan yang terparah oknum kepolisain juga menjadi korban dalam insiden tersebut.
The Jakmania tampaknya tidak terima saat Bambang Pamungkas cs tertinggal 1-0 dari Sriwijaya FC, mereka pun melakukan aksi anarkis dengan merangsek ke dalam lapangan pertandingan dan membuat laga harus dihentikan.
Beberapa anggota kepolisian menjadi korban kebringasan Persija, salah satu anggota kepolisian, yakni Brigadir Hanafi bahkan kritis setelah secara membabi buta diserang oleh oknum The Jakmania. Bagian bola mata kiri anggota kepolisian tersebut harus diambil akibat luka yang serius.
PT GTS pun menjatuhi sansi denda sebesar Rp150 juta untuk Persija dan larangan bagi The Jakmania untuk masuk ke stadion dan menonton Persija langsung selama 6 bulan.