6 Pemain Muda Terburuk di Ajang Euro 2016
Renato merupakan pemain yang punya andil atas keberhasilan Portugal dalam menyabet gelar Euro 2016 usai menaklukan Prancis 1-0 di Stade de France, Saint-Denis. Selain itu, pemain 18 tahun ini juga mampu merebut gelar pemain muda terbaik.
Jika merujuk pada deretan nama-nama pemain muda yang berlaga di ajang Euro kali ini, nama gelandang Portugal tersebut setidaknya mampu mendepak nama pemain muda terkenal lainnya.
Sejauh ini tim redaksi INDOSPORT mencatat ada enam pemain muda top yang gagal bersinar di ajang Euro 2016. Bahkan, mereka kesulitan membawa negara yang dibela berbicara lebih di ajang tahun ini.
Berikut deretan nama-nama pemain muda hebat yang gagal gemilang di Euro 2016 Prancis.
1. Hakan Calhanoglu
Gelandang serang asal Turki ini gagal menunjukan kehebatanya di Euro 2016. Bahkan, Calhanoglu tidak dapat mempersembahkan sesuatu yang berarti dalam permainannya.
Penampilan yang tidak fantastis dari pemain 22 tahun ini pun menyebabkan Turki tersisih dari Euro 2016 di babak grup setelah hanya meraih tiga poin dari tiga pertandingan.
Bintang Leverkusen ini juga tengah menjadi incaran klub besar seperti Chelsea, Liverpool dan Arsenal.
Calhanoglu memulai karier profesionalnya di Karlsruher SC saat dia baru berusia 17 tahun. Dia hanya bermain di 14 partai tanpa membuat satu golpun di musim 2011-2012, namun klub Bundesliga lainnya, Hamburger SV, melihat potensinya dan merekrutnya.
2. Harry Kane
Sebelum ajang Euro 2016 dimulai, Kane digadang-gadang sebagai penyerang yang menakutkan bagi seluruh lawan Inggris di ajang empat tahunan ini.
Namun, dugaan tersebut pada akhirnya tak terbukti seiring berjalannya Euro 2016 di Prancis. Penyerang 22 tahun itu justru tak mampu mencetak satu gol pun ke gawang lawan.
Berkat kemandulan Kane, Inggris sangat kesulitan meraih kemenangan dari seluruh lawannya di ajang tertinggi benua biru. The Three Lions akhirnya harus tersisih di tangan Islandia pada babak 16 besar.
Real Madrid dan Bayern Muenchen sedang memburu pemain yang musim lalu berstatus sebagai top skor Premier League dengan 24 gol.
3. Julian Draxler
Draxler gagal membantu Jerman raih juara Euro 2016 setelah tumbang 2-0 dari Prancis di babak semifinal. Sejauh ini gelandang 22 tahun tersebut hanya mampu mengemas satu gol dan satu asisst.
Catatan minim Draxler itu berdampak pada permainan Jerman yang bisa dikatakan kurang stabil sejak di babak grup hingga tersisih di semifinal.
Playmaker potensial ini juga sedang dalam radar Madrid, City Arsenal Juventus. Bahkan Juventus sudah mengajukan tawaran resmi namun ditolak oleh Schalke 04.
4. Raheem Sterling
Sterling mungkin jadi pemain yang sangat buruk dari deretan nama pemain tipikal menyerang di timnas Inggris. Pemain 21 tahun ini terlihat kesulitan dalam menembus sisi kanan pertahanan lawan.
Selain itu, pemain asal Man City ini gagal memberikan kontribusi gol bagi Inggris. Bahkan, Sterling hanya mampu melepaskan dua tembakan dalam tiga pertandingan yang dia jalani.
Padahal Sterling adalah pemain muda dengan status pemain Inggris termahal sepanjang sejarah ketika musim lalu Man City City membeli Sterling seharga US$76,4 juta (Rp995 miliar) untuk kontrak 5 tahun.
5. Dele Alli
Alli bisa dikatakan sedikit lebih baik dari Sterling. pemain 20 tahun ini setidaknya dapat mengemas satu assist sepanjang Euro 2016.
Selain itu, gelandang serang asal Tottenham Hotspur ini mampu melepas 11 tembakan dalam empat pertandingan Euro kali ini.
Dele Alli tengah menjadi incaran Madrid yang langganan memboyong pemain Spurs sebelumnya seperti Luka Modric dan Gareth Bale.
Alli mencuat tampil apik bersama Spurs di Premier League musim lalu. Semenjak di transfer dari MK Dons, Alli selalu menjadi andalan di lini tengah The Lilywhites yang juga telah mengikatnya hingga 2021.
6. Oleksandr Zinchenko
Gelandang Urkaina ini jadi salah satu yang termuda di ajang Euro 2016 dengan usai 19 tahun. Namun, penampilannya tidak dapat memberikan kontribusi yang baik untuk negaranya.
Selama di ajang Euro 2016, Ukraina tak mampu meraih poin dan tidak juga dapat mencetak satu gol pun. Catatan tersebut jadi yang terburuk di antara kontestan lain.
Zinchenko juga jadi incaran dari sejumlah klub-klub besar di Eropa setelah gemilang di Liga Rusia bersama FC Ufa. Beberapa klub raksasa mengincarnya antara lain Manchester City dan Borussia Dortmund.