Menang Besar, MU Dituding Dibantu Wasit dan Campur Tangan Mafia
Robert begitu kecewa dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Gelora Bangkalan Madura. Pelatih PSM Makassar tersebut tak habis pikir dengan cara kekalahan timnya yang tak wajar.
Ketika dimintai komentar terkait evaluasi pertandingan MU kontra PSM, Robert menilai itu bukan laga sepakbola, melainkan pertandingan para mafia.
Robert Rene Alberts saat jumpa pers pasca kekalahan memalukan dari MU.
"Pertandingan tadi (Madura United vs PSM) sudah dikendalikan oleh suatu pihak. Siapa pun itu, baik mafia maupun pihak lainnya yang sangat tidak berhubungan dengan sepak bola," tandas Robert.
"Tidak ada pertandingan sepakbola menurut saya tadi sore. Pertandingan tadi hanya untuk mereka, bukan untuk tim kami," sambung pelatih kebangsaan Belanda tersebut.
Kemenangan Madura United dianggap ada campur tangan mafia dan wasit.
Seiring dengan kekecewaan pihaknya, Robert juga ikut menanggapi terkait buruknya kepemimpinan wasit Dodi Setia Permana yang sangat tidak adil. Sejak awal, Robert melihat kepemimpinan Wasit asal Indramayu itu berat sebelah dan berpihak pada tuan rumah dalam beberapa keputusannya.
Hal itu merujuk pada seringnya Dodi memberikan hadiah tendangan bebas yang mendekati gawang, dan juga dua penalti ketika PSM unggul lebih dulu. Bahkan, para pemain PSM sempat mogok main pasca diputuskan hadiah penalti pertama kepada MU.
"Soal Wasit? Saya benar-benar tidak melihat dia memimpin dengan adil. Dia penuh kecurangan," pungkas mantan Arsitek Arema tersebut saat meraih Juara ISL 2009/2010 lalu itu.