3 Hal yang Harus Dibenahi Juventus Usai Tumbang dari Melbourne
Di awal pertandingan Juventus tampak nyaman menjalani permainan. Mereka bahkan secara pasti terus mengandalkan serangan dari sisi sayap.
Meski terlihat menikmati permainan, tim besutan Massimiliano Allegri kerap kesulitan menghadapi serangan balik Melbourne. Bahkan, Mitchell Austin nyaris saja membobol gawang Neto lewat sepakan kerasnya usai menerima umpan terobosan Besart Berisha.
Selepas percobaan pemain Melbourne, Bianconeri kembali membangun serangan guna mencuri gol. Namun, hingga babak pertama usai tak satupun gol yang tercipta.
Juara Serie A lima kali secara beruntun itu justru baru dapat mencetak gol di menit 57 melalui tendangan dari tengah lapangan yang dilepaskan Carlos Blanco Moreno. Gol tersebut membuat pertandingan berjalan lebih hidup lagi.
Usai tertinggal 0-1, Melbourne meningkatkan intensitas serangan. Alhasil, pada menit 83, Jai Ingham sukses menyamakan keduduk lewat kerja sama tim di depan kotak penalti Juventus.
Gol itu sekaligus memaksa pertandingan berlanjut kea du penalti. Melbourne pun akhirnya mampu membuat tim asal Italia itu tumbang dengan skor 4-3.
Hasil tersebut tentu membuat suatu yang buruk, sebab laga ini merupakan pertandingan pramusim dan jadi ajang untuk membenahi tim sebelum kompetisi 2016/17 dimulai. Lantas, apa saja kekurangan Juventus usai melawan Melbourne? Berikut ulasan dari INDOSPORT untuk pembaca setia.
1. Kurang Menggigitnya Serangan dari Sisi Tengah
Juventus merupakan salah satu tim yang sangat baik dalam menembus sisi tengah pertahanan lawan. Hal itu tak lepas dari kreasi Paul Pogba, Sami Khedira, dan juga rajinnya Paulo Dybala dalam menjemput bola.
Di pertandingan ini Juventus cenderung melulu menyerang melalui lebar lapangan. Tentu saja hal itu dilakukan lantaran adanya Asamoah Kwadwo Asamoah dan Alex Sandro.
Sialnya, serangan tersebut tidak mampu memberikan hasil yang maksimal bagi Bianconeri. Opsi serangan lainnya pun tidak berjalan dengan mulus. Lini tengah yang diisi Mario Lemina dan Hernanes pada babak pertama tidak dapat bisa bicara banyak.
2. Tidak Ada Ujung Tombak yang Mumpuni
Pada musim lalu Dybala menjadi mesin gol Juventus di Serie A. Mantan penyerang Palermo itu berhasil melesatkan gol sebanyak 19 kali.
Jika melihat cara Dybala bermain, dia sejatinya bukan seorang target-man. Sedangkan penyerang dengan tugas target-man sejauh ini masih diemban oleh Mario Mandzukic atau Simone Zaza.
Pertandingan ini memperlihatkan betapa pentingnya sosok target-man bagi Juventus guna menjalani musim yang baru. Dan pemain muda di barisan penyerang masih belum dapat diharapkan dengan baik.
3. Barisan Bek Muda Masih Butuh Waktu
Dari laga ini, Daniele Rugani menjadi satu-satunya bek muda Juventus yang punya jam terbang cukup baik selama di tim senior. Namun, pada laga pramusim ini dia harus mampu mengimbangi tandemnya di lini belakang, yang belum punya jam terbang cukup di skema permainan 3 bek Allegri.
Meski ada nama Luca Marrone selaku bek senior, ia belum terlihat maksimal menjaga kedalaman pertahanan. Hal itu terbukti kurang sigapnya mengantisipasi umpan pendek tim lawan yang berujung gol.
Sedangkan Yoan Severin, Carlos Blanco, dan Giulio Parodi masih harus mendapatkan pemaham dan jam terbang yang cukup untuk membuatnya tumbuh sebagai bek tangguh.