Deretan Bintang Muda yang Layak Masuk Starting XI Merah Putih
Riedl memang tengah mempersiapkan timnas senior untuk mengikuti ajang Piala AFF 2016 pada 19 November hingga 11 Desember 2016.
Sebelumnya, pelatih Austria tersebut mengungkapkan keinginannya untuk mengandalkan lebih banyak pemain muda di timnas.
“Pemuda mungkin bisa memberikan lebih banyak kekuatan dengan jiwa muda mereka. Semoga ini keputusan tepat karena Anda tak bisa tahu, bila melakukan ini kamu bisa berhasil atau tak berhasil,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Hal tersebut pun dibuktikan Alfred Riedl dengan memanggil sejumlah pemain muda dari 47 orang yang akan menjalani seleksi dalam 2 gelombang. Sebagian dari pemain muda yang dipanggil pelatih 66 tahun tersebut ada yang pernah berseragam Timnas di usia muda maupun senior.
Nama-nama seperti Evan Dimas, Yanto Basna, Teja Paku Alam hingga youngstar Persela Lamongan, Dendy Sulistyawan akan diberi kesempatan dan menjalani seleksi dalam waktu dekat ini. Kemampuan dan kualitas yang dimiliki mereka memang layak untuk diperhitungkan.
Lantas, kira-kira seperti apa dan siapa saja kombinasi para pemain muda yang layak membela Timnas senior? Berikut INDOSPORT mencoba menganalisa dan menyajikan untuk pembca setia.
1. Teja Paku Alam (Kiper)
Pemain berusia 22 tahun tersebut selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Sriwijaya FC dan hanya absen ketika mengalami sakit dalam dua pertandingan terakhir. Statistik yang ditorehkannya di kompetisi TSC juga cukup bagus.
Teja hanya kebobolan 1 gol dalam sembilan kali penampilannya di TSC A. Kiper jebolan SAD (Sociedad Anonima Deportivo) Uruguay tersebut bahkan pernah menepis tendangan penalti dari legenda hidup Persija, Bambang Pamungkas, kala Sriwijaya bertandang ke Stadion GBK Juli lalu.
Bersama Sriwijaya, Teja juga pernah mempersembahkan gelar Indonesia Super Liga (ISL) U21 pada 2013 lalu usai menaklukan Mitra Kukar dengn skor tipis, 2-1. Dengan pengalaman dan prestasinya tersebut Teja layak untuk menjaga gawang tim Garuda.
2. Ryuji Utomo Prabowo (Bek Kanan)
Ryuji adalah salah satu pemain muda masa depan yang dimiliki Indonesia. Tak salah jika menyebut demikian, pasalnya pemain dengan tinggi 186 cm itu dinilai memiliki kemampuan yang sangat baik di posisinya.
Pemain 21 tahun ini juga ikut ke program sepakbola di tim SAD (bersama Yanto Basna dan Anthony Putro Nugroho) yang dikirim ke Uruguay dan bergabung ke dalam timnas Indonesia U-19.
Sebagai pemain belakang, Ryuji dianugerahi tubuh tinggi dan badan kekar yang sangat membantunya saat menjaga pergerakan lawan.
Kedisiplinan dalam menjaga area bertahan bahkan saat tim dalam keadaan menyerang pun menjadi kelebihannya.
Ryuji juga pernah berkostum Al-Najma klub asla Bahrain pada 2015, namun karena beberapa kendala ia akhirnya memutuskan balik ke Indonesia.
3. Hansamu Yama Pranata (Bek Tengah)
Pemain 21 tahun ini merupakan pesepakbola multitposisi, ia bisa menjadi tembok tangguh di jantung pertahanan lawan dan juga baik di posisi gelandang bertahan.
Hansamu selalu menjadi pilihan utam di starting IX Barito Putra di TSC A 2016 ini. Hansamu juga telah mengecap kariernya di timnas baik di U-19 maupun U-23.
Bersama U-19, ia berhasil membawa Garuda Muda menjadi juara Piala AFF 2013 setelah mengandaskan Vietnam di babak final.
Dengan postur tubuh yang ideal yakni 180 cm ia diyakini akan bisa menjadi tembok tangguh di depan gawang Indonesia.
Di TSC A 2016 ini, Hansamu sudah mencetak 1 gol dan berhasil melakukan tekel sukses mencapai 81% dan operan sukses 80% sejauh ini.
4. Manahati Lestusen (Bek Tengah)
Bek tangguh 22 tahun ini juga merupakan jebolan SAD (Sociedad Anonima Deportivo) Uruguay pada 2010-2012 lalu.
Kini ia dipercaya menjadi kapten di tim PS TNI yang mengarungi TSC A 2016 ini. Teranyar Manahati berhasil mencetak gol ke gawang Bali United sekalugus memaksakan hasil imbang 2-2.
Kedisipilnan Manahati dalam menjaga pertahanan tidak perlu diragukan lagi. Selain sebagai pesepakbola, pemain asal Ambon tersebuit juga terdaftar sebagai anggota TNI yang notabene dididik dengan disiplin tinggi.
Di TSC A ini selalu menjadi pihan pertama sebagai tembok pertahanan di depan gawang PS TNI. Manahati juga pernah berseragam timnas U19 dan U23.
Medali perak Islamic Solidarity Games dan medali perak berhasil diraihnya bersama Timnas di tahun 2013 lalu.
5. Rudolf Yanto Basna (Bek Kiri)
Talenta asal Papua kelahiran 21 tahun lalu ini merupakan salah satu pilar penting di Persib Bandung di TSC A 2016.
Sebelum bergabung dengan Persib, Yanto Basna turut mengantarkan Mitra Kukar meraih gelar juara Piala Jenderal Sudirman sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Yanto Basna adalah jebolan SAD (Sociedad Anonima Deportivo) Uruguay yang piawai bermain di sisi maupun jantung pertahanan.
Selain itu ia juga terkenal dengan clearance yang bagus, Yanto Basna pun ditunjang tubuh yang kekar dan tinggi 183 cm. Jam terbangnya yang semakin banyak membuatnya layak untuk mengisi pemain utama di Timnas.
6. Evan Dimas Darmono (Gelandang Tengah)
Kemampuan pemain Bhayangkara Surabaya United (BSU) ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Pasing akurat, pandai membuka ruang, hingga mencetak gol ada dalam sosok Evan Dimas.
Pemain 21 tahun ini juga seorang leader di lini tengah terbukti ia mampu membawa Timnas U19 juara di Piala AFF 2013 lalu. Dimas juga pernah menimba ilmu di tanah Eropa bersama Espanyol B.
Perannya di BSU seolah tidak tergantikan meski ada sejumlah nama yang lebih senior darinya. Ia juga sudah sekali menjalani debut bersama Timnas senior dan langsung mencetak gol di laga perdana saat uji coba dengan Timor Leste.
Sejauh ini ia sudah menceploskan 3 gol untuk BSU, selain itu akurasi operannya mencapai 86% dengan dribel sukses di angka 83%, yang membuktikan bahwa ia merupakan gelandang yang cukup sering memegang dan mengendalikan bola.
7. Muhammad Hargianto (Gelandang Bertahan)
Bersama rekannya, Evan Dimas, pemain 20 tahun ini menjadi penghuni tetap di lini tengah Bhayangkara Surabaya United (BSU) di TSC A 2016 ini. Kemampuan memotong bola dan membangun serangan menjadi nilai lebih dari Hargianto.
Hargianto juga merquakan generasi emas dari Timnas U19 kala menjuarai Piala AFF 2013 lalu. Meski memiliki tinggi badan hanya 166 cm tidak membuat pemain kelahiran Jakarta ini kehilangan sentuhan.
Ia senantiasa bergerak dan menjadi penghubung anatara lini belakang, tengah dan depan di skuat BSU. Jebolan Diklat Ragunan tersebut juga pernah berseragam Timnas U23 di 2015 lalu.
Jam terbang yang semakin tinggi membuat kemampuannya semakin terasah. 1 gol dan 3 assist dibuatnya untuk BSU, sementara itu akurasi operannya mencapai 77% dan kemampuan bertahan cukup bagus dengan akurasi 73% tekel sukses.
8. Bayu Gatra Sanggiawan (Sayap Kanan)
Peran winger lincah ini sangat penting di skuat Madura United saat ini. Bayu Gatra menjadi motor serangan Madura dari sisi sayap kanan.
Tak hanya itu, ia juga luwes berpindah dari kanan ke kiri dan menjalani peran tersebut dengan sangat baik. Akurasi operan pemain 23 tahun ini juga cukup bagus mencapai 69% sukses.
Dengan kecepatan dan dribel mumpuni yang dimilikinya, Bayu Gatra bisa menjadi senjata dalam melakukan serangan balik dari sisi sayap. Pemain kelahiran Jember, Jawa Timur ini sudah menciptakan 1 gol dan 2 assist bagi Madura United pada kompetisi TSC A 2016 ini.
Pergerakannya yang lincah membuatnya kerap menjadi sasaran tekel lawan diamana ia sudah 30 kali dilanggar.
9. Ambrizal Umanailo (Sayap Kiri)
Pemain muda Persija ini masuk dalam radar pelatih Alfred Riedl, kemampuannya menyisir sisi lapangan cukup diperhitungkan. Ambrizal juga sudah mulai mendapat kepercayaan dari Paulo Camargo, sebagai pelatih Persija Jakarta.
Sosok 21 tahun ini juga sudah mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol bagi Persija dengan 1 gol dan satu assist.
Pergerakannya menyisir sisi lapangan kerap merepotkan sehingga membuatnya sudah 25 kali ditekel lawan.
10. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh (Striker)
Pemain 20 tahun ini merupakan seorang dengan tipe target man atau penyerang murni. Ia merupakan langganan Timnas usia muda dan berhasil mengantarkan Timnas U19 menjadi juara di Piala AFF 2013 lalu.
Muchlis dikenal memiliki kecepatan yang juga menjadi salah satu modalnya dalam mengobrak abrik pertahanan lawan. Pada pekan ke-9 TSC A, ia berhasil menceploskan gol ke gawang Persib Bandung melalui aksi solo run melewati 3 pemain.
Pemuda kelahiran Mojokerto, Jawa Timur tersebut juga sudah menciptakan 1 asist bagi klubnya, PSM Makassar di TSC A. Akurasi operannya cukup baik di angka 74% dan akurasi tembakannya 33%.
11. Dendy Sulistyawan (Striker)
Mungkin belum banyak yang kenal dengan sosok yang satun ini. Akan tetapi, Dendy kemudian membuktikan kualitasnya di TSC A 2016 bersama Persela Lamongan.
Statistik pemain 20 tahun ini juga sangat bagus, ia sudah mencetak 3 gol dan 2 assist di TSC A ini.
Sebagai penyerang murni, akurasi tembakan pemain asli Lamongan ini sangat mumpuni dengan torehan 79% dan akurasi operannya di angka 84%. Dengan catatan ini Dendy layak masuk dan menjadi andalan di lini depan tim Indonesia.