x

(Analisis) Menerka Skuat dan Gaya Bermain Timnas dengan Pemain Muda di Tangan Riedl

Minggu, 31 Juli 2016 16:32 WIB
Editor: Ramadhan

Pasca dicabutnya sanksi FIFA terhadap Indonesia, timnas memang kembali aktif dan siap tampil di pentas Piala AFF 2016 pada 19 November hingga 17 Desember mendatang.

Dengan waktu yang sangat singkat, pada Jumat, (28/07/16) lalu, pelatih timnas yang ditunjuk PSSI, Alfred Riedl, langsung mengumumkan 47 nama pemain calon penghuni timnas.

Pelatih asal Austria tersebut, mengklaim jika 47 nama pemain yang dipanggilnya, merupakan deretan pesepakbola paling layak untuk menghuni tim. Beberapa nama baru serta pemain muda yang bersinar di pentas Torabika Soccer Championship (TSC) pun masuk dalam daftar tersebut.


Evan Dimas Darmono saat memperkuat tim nasional Indonesia U-I9

Terdapat pula beberapa nama-nama lama, yang sering dipanggil Riedl di periode kepelatihan sebelumnya di tahun 2010 dan 2014. Namun, eks pelatih tim nasional Vietnam itu nyatanya juga memberi kesempatan bagi wajah-wajah baru.


Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl

Dibandingkan dengan dua periode kepelatihan sebelumnya, bagaimana Riedl akan meramu para pemain ini menjadi sebuah skuat mumpuni mengingat kian dekatnya gelaran Piala AFF? Berikut INDOSPORT menganalisis strategi Riedl dengan mengurangi pemain uzur dan memaksimalkan para pemain muda.


1. Riedl Dapat Pujian

Alfred Riedl saat menyaksikan langsung laga Bhayangkara Surabaya United melawan Persib Bandung di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/06/16)

Deretan 47 nama yang dipanggil Riedl untuk memperkuat timnas senior pun mendapat pujian dari klub peserta TSC.

Meskipun, pada awalnya sempat muncul kritikan karena klub Indonesia yang berlaga di TSC hanya akan melepas maksimal 2 pemain untuk memperkuat timnas.

Pelatih Persela Lamongan, Sutan Harhara, bahkan menyebut jika Riedl sudah membuat keputusan tepat dengan memanggil penyerang mudanya, Dendi Sulistyawan ke dalam deretan pemain timnas.

“Dendy saya pikir punya kualitas untuk masuk Timnas,” ujar Sutan pada Juni 2016 kemarin sebelum Riedl resmi memanggil Dendy.

Kala itu, Alfred Riedl diketahui menyaksikan aksi Dendy pada laga pekan ke-8 kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, antara Persela kontra Barito Putera melalui tayangan langsung televisi.


2. Perbandingan dengan Skuat Piala AFF 2010

Timnas Indonesia Piala AFF 2010

Riedl tak asing untuk publik Indonesia mengingat ini merupakan periode ketiganya menukangi timnas Indonesia senior untuk ajang Piala AFF.

Dengan racikan strategi khasnya, pelatih berusia 66 tahun itu mampu membawa timnas tampil impresif dan menjadi runner-up Piala AFF 2010, setelah di final takluk dari Malaysia.

Kala itu, Riedl mengandalkan lini depan dari striker subur hasil naturalisasi, Christian Gonzalez, yang menjadi topskor timnas dengan 3 gol.

Selain Gonzalez, mantan gelandang Persib yang kini merumput di Sriwijaya FC, M Ridwan, pun menjadi yang tersubur di timnas Merah Puith dengan mencetak 3 gol.

Mengandalkan formasi 4-4-2 yang bertumpu pada Gonzalez dan Boas Solossa di lini depan, Indonesia tercatat berhasil mencetak 17 gol dan kemasukan 6 gol.  Skuat Riedl kala itu bahkan lebih subur dari sang juara, Malaysia, yang hanya mencetak 12 gol dan kebobolan 8 gol.

Lini depan indonesia juga cukup produktif dengan kehadiran pemain Indonesia berdarah Belanda, Irfan Bachdim. Sementara lini belakang yang hanya kebobolan 6 gol sepanjang turnamen, diperkuat oleh kiper Kurnia Meiga serta bek tangguh macam Hamka Hamzah dan Maman Abdurrahman.

Starting line-up Indonesia di final Piala AFF 2010:

Indonesia (4-3-3): Markus Horison; Zulkifli Syukur, Maman Abdurrachman, Hamka Hamzah, Muhammad Nasuha; M Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina; Arif Suyono, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales.


3. Jeblok di Piala AFF 2014

Timnas Indonesia Piala AFF 2014

Riedl kembali membesut timnas Indonesia di gelaran Piala AFF 2014, namun tak seperti di 2010, pelatih 66 tahun itu gagal total. Entah karena tak bisa melupakan kejayaan saat anak asuhnya melaju ke final empat tahun lalu, pemain pilihan Riedl dianggap tak menjanjikan.

Saat itu, pemain-pemain muda Indonesia yang gemilang bersama klubnya justru tak dipanggil oleh Riedl. Sebut saja Andik Vermansyah yang tengah bersinar di klubnya, Selangor FC, dan sukses di ajang Piala AFF 2012 di bawah kepelatihan Nil Maizar.

Kala itu, Riedl memilih untuk memanggil sederet nama yang rasanya tak lagi cocok menghuni timnas Indonesia, seperti Cristian Gonalez yang saat itu sudah berusia 38 tahun.

Para pemain uzur yang membawa timnas ke partai final Piala AFF 2010 seperti Zulkifli Syukur, M Roby, dan Muhamad Ridwan juga menjadi pilihan utama.

Hasilnya, timnas Indonesia pun hancur lebur di ajang sepakbola negara-negara Asia Tenggara tersebut. Cristian Gonzalez dkk harus angkat koper lebih awal setelah tersingkir di fase grup usai hanya meraih satu kemenangan atas Laos dengan skor 5-1.


4. Panggil Bintang-Bintang Muda Andalan Klub

Didapuk untuk kembali menangani timnas di 2016, Riedl tampaknya tak ingin mengulangi kesalahannya lagi. Dalam 47 nama pemain yang dipanggilnya, nama-nama bintang muda yang digadang-gadang menjadi masa depan timnas Indonesia turut dimasukkan.

Dari lini belakang hingga lini depan, Riedl menyelipkan para pemain-pemain muda di daftar pesepakbola terbaik, yang dipanggilnya untuk berlaga di Piala AFF 2016. Meski masih ada muka-muka lama yang menjadi pemain kepercayaan sang pelatih untuk memperkuat skuat Merah Putih.

Sebut saja penjaga gawang utama Sriwijaya FC, Teja Paku Alam yang baru berusia 22 tahun, bek tangguh Manahati Lestusen yang juga masih berusia 22 tahun.

Lalu, ada Evan Dimas Darmono, gelandang lincah yang baru pulang setelah menuntut ilmu di klub Espanyol B. Lalu, ada penyerang rising star Persela Lamongan, Dendy Sulistyawan, yang bahkan baru berusia 19 tahun.

Mereka akan bersaing dengan pemain-pemain yang lebih senior di timnas seperti Kurnia Meiga, Andik Vermansyah, dan Irfan Bachdim.


5. Starting XI Indonesia dengan Pemain Muda

Jika nantinya Alfred Riedl mau bertaruh untuk memberikan kesempatan bagi para penggawa muda Merah Putih untuk menjadi pilihan utamanya, maka ia akan punya banyak pilihan menarik.

Deretan pemain muda terbaik yang dipanggil Riedl akan menjadi kekuatan baru Indonesia untuk berbicara banyak di ajang Piala AFF 2016 terutama dalam hal fisik dan ambisi.

Dengan formasi 4-4-2, Riedl dapat memperkuat lini belakang dengan pilihan 4 pemain seperti Ryuji Utomo Pratomo (Arema, bek kanan), Hansamu Yama Pranata (Barito Putra, bek tengah), Manahati Lestusen (PS TNI, bek tengah), dan Rudolf Yanto Basna (Persib, bek kiri), serta kiper Teja Paku Alam asal Sriwijaya FC.

Sementara lini tengah akan diisi oleh Evan Dimas (Bhayangkara Surabaya United, gelandang tengah), Muhammad Hargianto (Bhayangkara suranay United, gelandang bertahan), Bayu Gatra (Madura United, Sayap Kanan), dan Ambrizal Umanailo (Persija, sayap kiri).

Lalu, untuk lini depan akan diperkuat oleh dua penyerang andalan PSM Makassar dan Persela Lamongan, yakni Muchlis Hadi Ning Syaifulloh dan Dendy Sulistyawan.

IndonesiaAlfred RiedlTimnas SeniorEvan DimasMuchlis Hadi Ning SyaifullohHansamu Yama PranataIn Depth SportsTorabika Soccer Championship (TSC)Teja Paku Alam

Berita Terkini