x

5 Bintang Top yang Mulai Karier dari Ajang Olimpiade

Jumat, 5 Agustus 2016 08:11 WIB
Editor: Hendra Mujiraharja

Salah satu peraturan penting dalam turnamen ini adalah setiap negara harus mengirimkan pemain di bawah U-23, jika ingin berkompetisi di Olimpiade.

Artinya, Olimpiade menjadi sebuah ajang unjuk gigi kepada tim papan atas Eropa bagi para pemain muda yang memiliki bakat di atas rata-rata.

Bahkan, beberapa pemain yang berkompetisi di liga tidak terkenal pun, mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya di turnamen ini.

Berikut ini, INDOSPORT akan coba rangkum lima pemain top yang memulai karier dari ajang Olimpiade.


1. Daniele De Rossi

De Rossi mengikuti turnamen Olimpiade pada musim 2004. Saat itu, dia berhasil membawa Italia memenangkan medali perunggu di multi event terbesar di dunia tersebut.

Kemampuannya dalam menjaga keseimbangan di lini tengah untuk timnya, De Rossi mulai mendapatkan kepercayaan untuk menembus timnas senior Italia di tahun yang sama dan mencetak sebuah gol ketika mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1.

De Rossi juga disebut-sebut sebagai pemain yang lengkap karena memiliki visi, kemampuan dalam mengumpan, kekuatan dan insting mencetak gol sangat baik. Dia disebut-sebut sebagai salah satu gelandang terbaik di eranya.

Dia sudah memperkuat AS Roma sejak 2001. Sejak saat itu, De Rossi menjadi salah satu gelandang andalan tim ibukota Italia tersebut.


2. Jurgen Klinsmann

Jurgen Klinsmann ketika membela Jerman di Olimpiade 1988.

Salah satu bomber terbaik Jerman di era 1990an. Jurgen Klinsmann memulai kariernya dengan bermain di Olimpiade 1988.

Memperkuat Jerman Barat, Klinsmann mengantarkan negaranya meraih medali perunggu dengan mencetak empat gol di turnamen itu.

Permainan cemerlangnya dalam turnamen yang berlangsung di Korea Selatan itu membuat Inter Milan tertarik untuk meminangnya satu musim kemudian. Bersama Nerazzurri, pada musim itu Klinsmann mampu mencetak 13 gol.

Setelah itu, Klinsmann bermain untuk Monaco, Tottenham Hotspur dan Bayern Munchen. Untuk Jerman senior, dia berhasil bermain sebanyak 108 pertandingan.


3. Xavi Hernandez

Xavi Hernandez bermain di Olimpiade 2000. Saat itu Xavi merupakan salah satu pemain kunci Spanyol di turnamen itu. Sayang, La Furia Roja harus puas mendapatkan medali perak.

Sejak saat itu, Xavi disebut-sebut sebagai gelandang terbaik di generasinya dan menjadi andalan Barcelona selama bertahun-tahun.

Pemain jebolan akademi La Masia itu disebut-sebut sebagai salah satu pengumpan terbaik di sepakbola modern. Dia juga menjadi kunci keberhasilan Barcelona menguasai Eropa dan kompetisi di Spanyol.

Di Barcelona, Xavi berhasil memenangkan delapan La Liga gelar dan empat trofi Liga Champions, termasuk dua treble pada musim 2009/09 dan 2014/15. Dia juga memegang peranan penting ketika Spanyol menjadi juara di Euro 2008 dan Piala Dunia 2010.


4. Neymar

Neymar ketika membela Brasil di Olimpiade 2012

Sebelum dikontrak Barcelona pada musim 2013, Neymar Jr sudah menjadi musim di Brasil. Dia membuat pemain bertahan lawan kerepotan dengan kecepatan dan menciptakan banyak gol. Neymar sudah mencetak 136 gol untuk Santos.

Dia pun disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda terbaik. Sayang, Neymar gagal membuktikan kemampuannya ketika membela Brasil di ajang Olimpiade 2012. Dia memang berhasil membawa Selecao menembus partai final.

Namun, bomber yang memulai karier bersama Santos itu gagal membawa Brasil menjadi juara setelah pada partai final dikalahkan Meksiko. Setahun berikutnya, Blaugrana pun memutuskan untuk membelinya dengan dana sebesar 86,2 juta Poundsterling.

Pada musim kedua di Camp Nou, Neymar memperlihatkan permainan terbaiknya dengan mencetak 39 gol di semua turnamen. Dia juga termasuk dalam kandidat Ballon d’Or di belakang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.


5. Carlos Tevez

Penyerang Argentina, Carlos Tevez ketika bermain di Olimpiade 2004.

Nama Carlos Tevez mulai mencuat pada musim 2004. Dia menampilkan sebuah performa yang luar biasa di OIimpiade 2004.

Tevez merupakan top skorer di turnamen itu dengan delapan gol, bahkan unggul tiga gol dari pemain Paraguay, Jose Cardozo.

Dia turut mempersembahkan medali emas pertama Argentina di turnamen multi even tersebut. Setelah itu, Boca Juniors pun tertarik untuk merekrut Tevez yang dianggap memiliki kemampuan mirip dengan Diego Maradona.

Akhirnya, West Ham United merupakan tim Eropa pertama yang memutuskan untuk merekrutnya dan menjadi salah satu bomber berbahaya di Liga Primer Inggris.

Setelah itu, Tevez bermain untuk Manchester United, Manchester City dan Juventus sebelum kembali ke Boca Juniors.

NeymarCarlos TevezOlimpiadeXavi HernandezDaniele de RossiJurgen KlinsmannBola Internasional

Berita Terkini