3 Langkah Kembalikan Kejayaan Sepakbola Brasil
Sepakbola Brasil berpotensi mengalami nasib yang sama dengan Timnas Brasil, yang bertanding di Piala Dunia 2014. Pada 2014, Brasil tak kuasa berjaya di depan pendukungnya sendiri, dan dipermalukan Jerman di semifinal, dengan skor mencolok 1-7. Masyarakat Negeri Samba pun menangis, tak kuasa menahan kesedihan pembantaian timnya.
Kisah itu berpotensi terjadi kembali di Olimpiade yang tengah berlangsung saat ini di Rio de Janeiro, Brasil. Tim U-23 Brasil yang diperkuat megabintang Barcelona, Neymar, tak kuasa mencetak gol di dua laga terkini. Dalam dua laga itu Brasil imbang tanpa gol melawan Afrika Selatan, dan Irak.
Nada frustrasi pun muncul dari publik tuan rumah. London Evening Standard (08/08/16), mengabarkan fans Brasil di National Stadium, menyiuli skuat besutan Rogerio Micale, karena tak mampu mencetak gol ke gawang Irak.
Brasil pun kini terancam tak lolos ke fase selanjutnya, karena hanya mengoleksi dua poin dan di laga terakhir melawan pemuncak klasemen sementara grup A, Denmark, yang mengoleksi empat poin.
Imbang tidak cukup bagi Brasil, karena Irak dan Afrika Selatan masih bisa menggeser posisi mereka di peringkat dua. Lantas, apa masalah Brasil? Hingga mereka kesulitan mencetak gol, meski sudah diperkuat tiga pemain senior, pada diri Neymar, Weverton, dan Renato Augusto.
Bagaimana cara Brasil kembalikan kejayaan mereka? Berikut ini, INDOSPORT akan coba kupas 3 langkah yang harus dilakukan untuk kembalikan kejayaan Tim Samba.
Penulis: Arief Hadi Purwono
1. Kembalikan Identitas Permainan Brasil
Dalam beberapa tahun terkahir ini, Brasil memang telah menjelma dari tim paling ditakutkan di dunia menjadi sebuah tim pecundang. Namun, ada sejumlah faktor yang membuat Tim Samba mengalami keterpurukan.
Salah satunya adalah hilangnya identitas asli permainan Brasil yakni Jogo Bonito. Contohnya, masyarakat Brasil banyak yang pesimis ketika Federasi Sepakbola Brasil (CBF) memutuskan untuk menunjuk Carlos Dunga.
Mantan pemain tim nasional Brasil itu memberikan gaya bermain yang sangat masam dan tidak disukai oleh para pendukung setia Tim Samba. Hasilnya, Neymar Jr dkk tersingkir dari Copa America Centenario.
Ini tentu menjadi sebuah tugas yang sangat berat bagi pelatih Rogerio Micale untuk mengembalikan identitas asli permainan Tim Samba tersebut ke tim asuhannya.
2. Hapus Ketergantungan kepada Neymar
Ketergantungan Brasil terhadap Neymar tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, Neymar sengaja dipinjam dari Barcelona agar bisa menjadi pemain andalan selama Olimpiade 2016. Namun, dalam dua laga terakhir tim Samba justru tampil mengecewakan, termasuk melawan Irak.
Brasil menguasai laga melawan Irak dengan penguasaan bola 72 berbanding 28 persen, dan melepaskan enam tendangan ke gawang, berbanding dua Irak. Brasil juga menciptakan banyak peluang, dengan peluang dari total tembakan yang mencapai 12, berbanding tiga Irak.
Namun penguasaan bola itu tidak dibarengi efektivitas menyelesaikan peluang. Trio penyerang Gabriel Jesus, Gabriel Barbosa, dan Neymar tak kuasa merobek gawang Mohammed Hameed. Ketergantungan kepada kembali dirasakan Brasil U-23, karena tiap alur bola dan serangan mengarah kepada sang kapten.
Ketergantungan itu menimbulkan efek domino, ketika Neymar dijaga ketat lawan, maka permainan Brasil turut berhenti di kakinya. Micale harus segera menemukan solusi opsi bermain B saat melawan Denmark, yang dipastikan menjaga pergerakan Neymar.
3. Berkaca kepada Permainan Sepakbola Putri Brasil U23
Penampilan Brasil U-23 pria sangat kontras dengan sepakbola wanita Brasil U23. Marta dan kawan-kawan menyapu bersih dua kemenangan, dengan skor 3-0 melawan China, serta 5-1 kontra Swedia.
Mereka pun menghuni puncak klasemen sementara grup E dengan koleksi enam poin, dan di laga terakhir hanya butuh hasil imbang melawan Afrika Selatan. Perbedaan nyata itu pun menjadi perbandingan publik Brasil, antara putri dan pria.
Publik lebih suka melihat penampilan penampilan tim wanita Brasil, ketimbang putra, hingga memunculkan tekanan kepada tim putra.
Neymar dan kawan-kawan jelas harus belajar banyak mengabaikan tekanan, dari perbandingan itu, dan fokus tampil baik demi meraih kemenangan.