x

Kelebihan dan Kekurangan Man United di Liga Primer Inggris 2016/17

Kamis, 11 Agustus 2016 17:32 WIB
Editor: Randy Prasatya

Musim 2015/16 bisa dikatakan sebagai saat yang buruk bagi Man United. Mereka hanya mampu menyelesaikan kompetisi di posisi 5 dan gagal berlaga di Liga Champions musim ini.

Selain hanya berada di posisi 5 klasemen Liga Primer, mereka juga berulang kali dinilai sebagai tim yang membosankan dalam permainan sejak dibesut Louis van Gaal.

Namun, pada musim ini Setan Merah sudah melakukan berbagai perubahan. Man United mendatangkan Jose Mourinho serta melakukan perekrutan pemain di sektor-sektor yang mengalami masalah.

Berkat perubahan Man United saat ini, sebagian besar pecinta sepakbola bisa melihat kemungkinan adanya variasi formasi dan kreativitas di lini tengah tampak akan hidup.

Kendati demikian, dalam perubahan di skuat The Red Devils juga bisa memunculkan berbagai masalah. Mourinho tampaknya harus seoptimal mungkin meletakan pemain-pemain yang tepat dalam skema taktinya.

Dengan uraian singkat di atas, redaksi INDOSPORT telah merangkum beberapa keunggulan dan kekurangan Man United di musim 2016/17.


1. Banyak Opsi Formasi

Manchester United

Saat ini Mourinho bisa berbangga hati memiliki skuat yang dapat dibongkar pasang pada barisan lini tengah. Mereka bisa bermain dengan lima, tiga, atau empat pemain tengah.

Opsi Mourinho pertama mungkin akan jatuh pada formasi 4-2-3-1. Dengan skema itu ia sudah berhasil mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris untuk Chelsea pada musim 2014/15.

Dalam formasi 4-2-3-1, Anthony Martial, Wayne Rooney dan Henrikh Mkhitaryan bisa diletakan di belakan satu penyerang, yang mungkin akan diisi oleh Zlatan Ibrahimovic.

Sedangkan Paul Pogba dan Michael Carrick bisa diletakan di belakang tiga pemain tersebut. Nantinya Pogba akan mengambil peran sebagai pengatur serangan dan Carrick bertindak sebagai gelandang bertahan.

Skema selanjutnya Mourinho bisa menggunakan 4-3-3. Di lini tengah Pogba, Marouane Fellaini dan Morgan Schneiderlin/Carrick akan mengambil peran masing-masing.

Selanjutnya 4-4-2 bisa jadi opsi terakhir bagi Mourinho. Formasi ini bisa menjadi satu bagian dalam perubahan formasi 4-2-3-1. Dalam skema awal menuju 4-4-2, Rooney bisa menjadi satu pemain tengah yang mendampingi Ibrahimovic di depan. Sedangkan untuk Martial dan Mkhitaryan, keduanya akan mengisi tiap-tiap sisi lapangan di tengah.


2. Ambisi Mourinho dan Ibrahimovic

Jose Mourinho (tengah) bersama timnya, Manchester United, setelah imbang dengan Everton.

Mourinho dan Ibrahimovic merupakan dua sosok yang pernah bekerja sama di Inter Milan selama satu musim. Saat itu mereka berhasil memenangkan Scudetto pada 2008/09.

Kali ini setelah tujuh tahun tidak bekerja sama, keduanya dipersatukan kembali di Man United dalam misi mengembalikan klub ke papan atas Liga Primer.

Kehadiran dua sosok ambisius dan antagonis ini bisa menjadi nilai lebih dalam mendorong mentalitas dan kegigihan dalam meraih kemenangan. Apalagi Mourinho dan Ibrahimovic merupakan pemain yang terhitung selalu sukses di liga domestik bersama klub yang dibela.


3. Permasalahan Rooney dan Pogba

Paul Pogba dalam sesi perkenalan dengan Manchester United.

Dua poin pertama merupakan suatu kelebihan yang dipunya Man United. Namun, di balik itu Setan Merah menyisakan permasalahan.

Meski dalam skema formasi di atas Rooney bisa berdiri di belakang penyerang, pada kenyataannya kapten Man United tersebut bisa dikatakan sebagai pemain yang tidak mempunyai posisi.

Pria 30 tahun itu kerap dimainkan Van Gaal sebagai seorang penyerang. Hal itu membuat statusnya sebagai seorang gelandang berlanjut di Euro 2016 bersama timnas Inggris.

Sejak masuknya Mourinho, Rooney masih belum mendapatkan posisi yang pasti dalam formasi. Terlebih permasalahan menjadi bertambah setelah masuknya Pogba dalam tim Setan Merah.

Jika Rooney kembali dimasukkan sebagai pemain tengah, tentu persaingan sang kapten yang sangat berat adalah dengan Pogba.


4. R.I.P (Rooney, Ibrahimovic, Pogba)

Ekspresi wajah Zlatan Ibrahimovic saat kehilangan kesempatan emasnya untuk bobol gawang Everton.

Rooney dan Pogba bisa jadi bersaing satu sama lain di lini tengah. Tapi persaingan itu bisa memacu kualitas lini tengah yang baik jika berjalan dengan benar.

Sedangkan Ibrahimovic merupakan sosok penyerang yang oportunis sekaligus dengan tingkat percaya diri yang tinggi. Tapi situasi itu bisa membunuh dirinya atau tim jika tidak dalam situasi yang terkontrol. Apalagi media Inggris terkenal tidak sangat akrab dengan pemain asing.

Secara keseluruhan hal-hal yang ada pada tiga pemain itu bisa membunuh lawan dengan cepat, tapi bisa juga berbalik membunuh mereka jika Mourinho tidak dapat mengendalikannya.

Manchester UnitedJose MourinhoWayne RooneyZlatan IbrahimovicPaul PogbaAnthony MartialIn Depth Sports

Berita Terkini