Tidak Banyak Perubahan, Ini 3 Kemungkinan yang Terjadi dengan Arsenal
Arsene Wenger telah banyak menuai kritik sejak tiga tahun terakhir. Pria asal Prancis itu kerap gagal membuat Meriam London dalam posisi yang stabil dalam perebutan gelar juara.
Bahkan, pada musim lalu Arsenal sempat digadang-gadang sebagai kandidat juara Liga Primer setelah pada paruh musim 2015/16 bercokol di puncak klasemen. Akan tetapi, sejak masuk tahun 2016 mereka secara perlahan melorot hingga tak bisa merebut gelar juara.
Imbas dari kegagal itu Wenger pun dituntut untuk mudur oleh sebagian besar fans Arsenal. Beragam aksi unjuk rasa juga dilakukan dengan membentangkan spanduk dan boikot pertandingan.
Pada akhirnya, Wenger tak pernah goyah. Ia terus tak mau meninggalkan Arsenal hingga kontraknya habis.
Di musim yang baru ini Wenger kembali berupaya membenahi skuat Arsenal. Namun, sampai saat ini tidak ada nama baru yang menjanjikan selain Granit Xhaka.
Atas kondisi tersebut Arsenal kembali menjadi sorotan terkait penyakit lamanya yang selalu gagal mendatangkan pemain-pemain top. Lantas dengan sedikit perubahan, bagaimana kondisi The Gunners di musim 2016/17? Berikut ulasan yang dihimpun oleh redaksi INDOSPORT.
1. Mudah Adaptasi dan Terbaca
Kebersamaan dengan rekan satu tim selama bertahun-tahun bisa menumbuhkan harmonisasi. Satu sama lain juga akan dengan mudah mengenal karakter. Hal tersebut tentu terbangun dalam skuat Arsenal musim ini.
Dengan sedikit kedatangan pemain baru tentu sudah bukan jadi perkara rumit bagi Wenger dalam menyatukan visi dan misi permainan ke anak asuhnya. Keuntungan itu tentu saja bisa menjadikan Arsenal jauh lebih kuat ketimbang musim lalu.
Namun, persoaalan besar justru muncul pada diri Wenger yang terkenal pragmatis. Pria asal Prancis itu harus mau mengubah gaya bermain yang masih cocok dengan skuat yang tersedia saat ini.
Jika Wenger tidak melakukan perubahan taktik dan strategi bermain, komposisi yang tidak banyak berubah sangat besar kemungkinan mudah terbaca oleh lawan. Alhasil mereka bisa kembali kandas meraih juara seperti musim lalu.
2. Kurang Persaingan Lini Depan
Saat ini Arsenal hanya punya Oliver Giroud sebagai penyerang tunggal yang memiliki jam terbang sangat baik. Bahkan, pemain 29 tahun itu bisa dibilang tanpa ada pesaing.
Sejauh ini Wenger hanya merotasinya dengan sorang pemain yang bukan tipikal penyerang murni. Nama-nama seperti Theo Walcott dan Alexis Sanchez terkadang bergantian mengisi peran Giroud.
Bahkan, hingga saat ini banyak media yang membuat spekulasi jika Wenger akan mencoba Sanchez sebagai ujung tombak.
Tanpa ada rekrutan penyerang baru yang berpengalaman, kondisi itu tentu bisa membahayakan Arsenal dalam mengejar trofi Liga Primer. Sebab, dengan padatnya jadwal sepakbola di Liga Inggris, hal-hal tak terduga bisa saja terjadi, seperti cedera. Masalah laten yang terus menghinggapi The Gunners.
3. 4-2-3-1 / 4-3-3
Sejauh ini Wenger sangat menyukai formasi 4-2-3-1. Tapi formasi itu bisa saja diubah oleh sang pelatih menjadi 4-3-3. Perubahan itu tentu salah satu yang amat mungkin jika melihat stok pemain Arsenal.
Di lini depan nantinya Giroud bisa ditemani oleh Sanchez (penyerang kiri) dan Joel Campbell (penyerang kanan). Sedangkan di sektor tengah Aaron Ramsey/Granit Xhaka, Mesut Ozil, dan Francis Coquelin.
Susunan dua lini depan dan tengah itu tentu akan membuat Arsenal jauh lebih menyerang. Mereka juga bisa memanfaatkan lebar lapangan dengan lebih baik. Kehadiran Coquelin bisa jadi orang pertama yang meredam serangan lawan sebelum masuk area sepertiga pertahanan.