x

Timnas Tak Pernah Juara, Lima Pesepakbola Indonesia Ini Cetak Sejarah di Asia

Minggu, 21 Agustus 2016 17:48 WIB
Editor: Yohanes Ishak

Sepakbola Indonesia kembali hidup setelah petinggi sepakbola dunia, FIFA mencabut sanksi mereka. Skuat Merah Putih pun kini siap untuk menyambut gelaran Piala AFF 2016 yang akan mulai bergulir pada November mendatang. Ajang gelaran sepakbola se-Asia Tenggara tersebut menjadi debut pertama timnas setelah pencabutan sanksi FIFA di tahun 2015 lalu.

Untuk level Asia Tenggara, prestasi terbaik timnas ialah keluar sebagai runner up sebanyak empat kali, yakni pada 2000, 2002, 2004, dan 2010. Tak pernah absen mengikuti Piala AFF sejak 1996, nyatanya Indonesia belum pernah sekalipun keluar sebagai juara, kecuali timnas Indonesia U-19 yang menjuarai ajang Piala AFF pada 2011 silam.


Bambang Pamungkas, top skorer sepanjang masa Indonesia.

Untuk level Asia sendiri, Indonesia tercatat hanya pernah meraih medali perunggu dalam gelaran Asian Games pada 1958 silam di Jepang. Pada ajang Asian Games terakhir di tahun 2014 silam, timnas U23 kalah dengan skor 1-4 atas Korea Utara di babak 16 besar.

Berbeda dengan prestasi yang diraih timnas, beberapa penggawa yang namanya akan dikenang dari masa ke masa ini, nyatanya mampu mencatat prestasi perseorangan yang cukup membanggakan. Nama kelima pesepakbola Indonesia ini bahkan cukup harum di level Asia, meski tak pernah membawa timnya juara sekalipun.

Berikut INDOSPORT merangkum lima penggawa timnas Indonesia yang meraih prestasi individu menbanggakan di level Asia:


1. Andy Ramang

Beberapa dekade silam, timnas Indonesia sempat menjadi salah satu tim yang cukup disegani di kawasan Asia. Sosok Andy Ramang berperan besar membawa skuat Merah Putih medapat julukan ‘Macan Asia’ pada tahun 1950-an.

Pada 1954, penyerang asal Sulawesi Selatan tersebut menjadi salah satu kunci penting yang membawa Indonesia menyapu bersih segala pertandingan yang mereka lakoni di Asia. Ramang tercatat mencetak 19 gol dari 25 gol yang berhasil disarangkan timnas Indonesia dalam lawatannya ke Filipina, Hongkong, Muangthai, dan Malaysia.

Timnas Indonesia kala itu tercatat hanya kebobolan enam gol selama menjalani lawatan untuk menghadapi tim lain di wilayah benua Asia. Sebagai penyerang haus gol, Ramang dikenal dengan kemampuannya mencetak gol meski posisinya tak menguntungkan.

Untuk level klub, dia juga dapat dikatakan pesepakbola yang membawa kesuksesan bagi Makassar. Bagaimana tidak, dirinya yang berposisi sebagai striker ini mampu membawa PSM menapaki tangga juara pada masa Perserikatan.


2. Ricky Yakobi

Ricky menjadi pesepakbola dalam sejarah Indonesia yang mengukir prestasi membanggakan di level Asia pada era 1980-an. Di level timnas senior, Ricky yang berduet dengan penyerang legendaris Indonesia lainnya, Bambang Nurdiansyah mejadi momok yang menakutkan lawan.

Visinya sebagai penyerang yang oportunis serta mengandalkan kecepatan membuat dirinya akan selalu diingat. Puncak penampilannya terjadi di ajang Asian Games 1986 di Seoul, Korea Selatan. Saat itu, tim nasional Indonesia hanya kalah 0-2 dari Arab Sudi dan bermain imbang 1-1 melawan Qatar.

Lalu selanjutnya, skuat Merah Putih menang 1-0  saat bertemu Malaysia dan menang 4-3 (penalti) kontra Uni Emirat Arab (UEA). Ricky berhasil mencetak gol kala berhadapan dengan UEA lewat tendangan First Time atau tendangan langsung tanpa sempat menyentuh tanah yang dilesakkan dari sisi kiri gawang lawan.


3. Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas menjadi striker timnas Indonesia yang paling subur dalam catatan sejarah. Pada tahun 2002, di level Asia Tenggara, Bambang menjadi pencetak gol terbanyak di ajang tersebut dengan torehan delapan gol dari enam kali penampilannya.

Bepe sukses membawa skuat Merah Putih keluar sebagai Runner up pada gelaran tersebut, setelah Indonesia ditaklukan Thailand lewat drama adu penalti. Pesepakbola yang kini berusia 36 tahun tersebut juga mencetak gol saat Indonesia menumbangkan Bahrain 2-1 di ajang Piala Asia 2007 silam.

Saat ini Bambang menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak (caps) sekaligus menjadi top skorer sepanjang masa Indonesia dengan total 37 gol dari 77 penampilannya, yang terhitung sebagai pertandingan kategori A oleh FIFA. Namun diluar laga berlabel Kategori A, Bepe tercatat telah tampil sebanyak 88 kali untuk Indonesia dengan raihan 42 gol.


4. Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan menjadi pemain timnas yang banyak makan asam garam karena pengalamannya memperkuat klub asing. Pemain yang memiliki julukan si Kurus itu pernah menjadi salah satu pemain Indonesia yang tergabung dalam Primavera dan menuntut ilmu di Negeri Spaghetty, Italia.

Striker yang pernah memperkuat klub Persitara Jakarta Utara tersebut menjadi pemain kedua, di bawah Bambang Pamungkas yang mencetak penampilan dan gol terbanyak untuk Indonesia. Kurniawan mencetak 31 gol dari 60 penampilannya untuk skuat Merah Putih.

Untuk level Asia Tenggara, Kurniawan berperan besar kala membawa Indonesia menjadi semifinalis Piala Tiger 1998 dan 2000. Selain itu ia juga ambil bagian dalam tim saat Indonesia lolos ke putaran Final Piala Asia pada pada 1996, 2000, dan 2004.


5. Ferdinand Sinaga

Untuk level timnas, Ferdinand Sinaga itu tampil luar biasa saat memperkuat tim nasional pada gelaran Asian Games 2014 lalu. Ia sukses menyabet gelar top scorer untuk cabang olahraga sepakbola dengan torehan enam gol.

Meski skuat Merah Putih terhenti di babak 16 besar, usai dikalahkan Korea Utara 1-4, namun pemain kelahiran 1988 silam tersebut dapat berbangga, karena ia nyaris menjadi top scorer sepanjang masa gelaran Asian Games.

Rekor golnya hanya kalah dari pemain Jordania, Odai Al-Saify, yang berhasil mencetak tujuh gol saat tampil di Asian Games 2006.

Masih berkiprah sebagai pemain, Ferdinand kini masuk deretan pemain yang mencetak gol terbanyak di ajang TSC. Namun sayangnya, ia tak dipanggil oleh pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, untuk mengikuti seleksi timnas senior Piala AFF 2016.

Ferdinand SinagaBambang PamungkasKurniawan Dwi YuliantoRicky YacobiTimnas IndonesiaAndi RamangIn Depth Sports

Berita Terkini