x

Mengenang Turnamen Merdeka, Momentum Indonesia Perkasa di Hadapan Malaysia

Selasa, 23 Agustus 2016 15:44 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim

Turnamen merdeka, atau kerap disebut Pestabola Merdeka, merupakan turnamen sepakbola yang digelar untuk memperingati hari kemerdekaan Malaysia, yang jatuh pada 31 Agustus. Dahulu Indonesia terlibat aktif di dalamnya, mengikuti Turnamen Merdeka dari 1957 hingga 2008, kala Indonesia masih disegani sebagai Macan Asia.

Namun perhelatan itu tak lagi digelar oleh Malaysia. Padahal jika Turnamen Merdeka masih ada, negara-negara yang terlibat bisa menjadikannya ajang pemanasan, untuk mengikuti turnamen yang lebih bergengsi, dam menilik tolok ukur kekuatan timnas negara masing-masing.

Salah satu momen yang dikenang terjadi di Turnamen Merdeka 2006, yang bertempat di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia. Kala itu Indonesia masih memperlihatkan sisa kekuatan Macan Asia, yang disegani lawan-lawannya, dan Malaysia masih inferior di hadapan Skuad Merah Putih.

Peringkat dunia sudah membuktikan bahwa Indonesia ‘sedikit’ lebih baik dari Malaysia, yang menempati peringkat 148 dunia, sementara Indonesia ada di peringkat 146. Bahkan di perhelatan Turnamen Merdeka 2006, Indonesia tak pernah menuai kekalahan hingga kalah di final oleh Myanmar.

Apa yang terjadi di Turnamen Merdeka 2006 antara Malaysia dengan Indonesia? Berikut INDOSPORT mengulasnya dalam tajuk, pertandingan klasik:


1. Momen Peter Withe

Pelatih Timnas Indonesia kala itu, Peter Withe, sudah menegaskan bahwa Indonesia akan menjadikan ajang Turnamen Merdeka 2006 sebagai pemanasan, untuk mengikuti Piala Asia 2007. Ia membawa serta pemain gabungan junior dan senior dalam skuat Timnas, agar mereka lebih padu saat bermain di Piala Asia 2007.

"Kebanyakan pemain saya jarang berlaga di pertandingan internasional, maka di turnamen Piala Merdeka ini merupakan tempat terbaik untuk menguji mereka. Maka amat baik berada di turnamen ini sebelum tim Indonesia tampil di Piala Asia 2007,” ucap With kala itu.

Withe pun membawa nama-nama yang cukup beken di kalangan sepakbola Tanah Air, seperti Bambang Pamungkas, Boaz Solossa, Saktiawan Sinaga, Ponaryo Astaman, Ismed Sofyan, Samsidar, dan pemain lainnya.

Indonesia bertemu dengan Malaysia di fase grup, dan laga sengit itu berlangsung dengan skor 1-1. Kala itu motor serangan Harimau Malaya dipimpin oleh Indra Putra Mahayuddin.

Bambang Pamungkas terlebih dahulu membawa Indonesia unggul di menit 15, sebelum akhirnya Malaysia mengakhiri laga dengan skor 1-1 kala pemain Indonesia, Mohammad Ridwan menciptakan gol bunuh diri.

Malaysia pada akhirnya gagal melaju dari penyisihan grup dan hanya menempati peringkat tiga. Mereka urung melaju karena hanya mengoleksi empat poin, dari hasil seri melawan Indonesia, menang dari Thailang U-23, dan kalah dari Myanmar, yang sukses melaju ke final.


2. Trio Indonesia Paham Kekuatan Malaysia

Bambang Pamungkas salah satu pemain yang pernah menjajal Liga Super Malaysia

Withe kala itu juga menyertakan Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, dan Elie Aiboy yang sudah mengenal baik kultur sepakbola Malaysia. Ketiganya bermain di Liga Super Malaysia, Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy bermain bersama Selangor FA, dan Ponaryo Astaman di Malaka Telkom.

Hasilnya pun positif, permainan Malaysia yang saat itu ditangani oleh Norizan Bakar, tak mampu banyak berkembang karena sudah terbaca oleh Indonesia, yang juga unggul dalam penguasaan bola. Sayang, di akhir laga M Ridwan menciptakan gol bunuh diri, yang membuyarkan kans Indonesia meraup tiga poin.


3. Malaysia Inferior

Malaysia inferior ketimbang Indonesia

Kekuatan Timnas Indonesia dengan Malaysia memang hanya terpaut dua poin, jika tolok ukurnya adalah peringkat dunia. Namun pelatih Malaysia, Bakar, sudah kadung menegaskan, bahwa timnya ingin unjuk gigi pamer kekuatan, menunjukkan bahwa Malaysia bukan tim yang inferior.

"Pestabola Merdeka harus dijadikan sebagai satu platform, satu arah tuju bagi tim , bukan sekadar untuk memadamkan kritikan tetapi juga mempamer keupayaan sebenar skuad Malaysia," ujar Bakar kala itu.

Mereka tak mau jadi bulan-bulanan Myanmar, Thailand, dan Indonesia di depan pendukungnya sendiri. Namun fakta di atas lapangan berbicara, bahwa Malaysia belum memiliki cukup kekuatan untuk mengimbangi Indonesia, Thailand, dan Myanmar.

Ponaryo AstamanBambang PamungkasM.RidwanTimnas IndonesiaDuel KlasikTimnas MalaysiaTurnamen MerdekaPeter Withe

Berita Terkini