x

Rivalitas Panas dengan Malaysia, 5 Pemain dan Pelatih Indonesia Ini Gabung Klub Negeri Jiran

Kamis, 25 Agustus 2016 13:25 WIB
Editor: Ramadhan

Tim nasional (timnas) Indonesia akan melakoni laga uji coba menghadapi timnas Malaysia pada 6 September 2016 mendatang. Laga ini bakal ditunggu-tunggu pencinta sepakbola Indonesia mengingat rivalilitas kedua tim yang dikenal melegenda.

Meski untuk urusan timnas Indonesia dan Malaysia dikenal bermusuhan, namun hal tersebut tak menutup akses para pesepakbola maupun pelatih Tanah Air untuk berkarier di Negeri Jiran. Banyak hal yang membuat para pemain dan pelatih asal Indonesia justru tertarik membela klub asal Malaysia.

Klub-klub sepakbola Malaysia pun sama sekali tak gengsi untuk merekrut para pemain Tanah Air. Sistem kompetisi yang relatif lebih kondusif, hingga mungkin iming-iming bayaran lebih besar, membuat para pemain dan pelatih Indonesia memutuskan untuk hijrah.

Laga uji coba melawan Malaysia nanti akan menjadi pembuktian bagi dua pemain Indonesia yang merumput di Negeri Jiran, untuk unjuk gigi. Cap pengkhianat tak jarang menghampiri para pemain maupun pelatih karena lebih memilih untuk berkarier di Negara yang pernah dijajah Inggris tersebut.

Berikut INDOSPORT menyajikan deretan pemain dan pelatih Indonesia yang membela klub Liga Super Malaysia.


1. Bambang Pamungkas

Top skorer sepanjang masa Indonesia, Bambang Pamungkas, menjadi salah satu penggawa Indonesia yang pernah memperkuat klub asal Malaysia, yakni Selangor FA. Pada 2005 silam, pemain yang punya panggilan akrab Bepe ini memutuskan untuk hijrah ke Negeri Jiran.

Suami dari Tribuana Tungga Dewi itu memutuskan untuk pindah ke Selangor FA usai gagal membawa klubnya Persija menjadi juara pada 2005.

Di musim pertamanya mengarungi Liga Super Malaysia, Bepe sukses besar, ia membantu tim menjuarai Liga dan Malaysia Cup, ia juga menjadi top skorer musim itu dengan 23 gol dari 24 laga.

Selama dua musim memperkuat Selangor FA, striker yang kini berusia 36 tahun tersebut sukses menyumbangkan 63 gol dari segala kompetisi. Selepas itu, Bepe kembali ke klub asalnya Persija Jakarta setelah dua musim mencicipi Liga Super Malaysia.


2. Elie Aiboy

Bersama Bambang Pamungkas, Elie Aiboy juga meraih keberhasilan saat membela Selangor FA di Liga Super Malaysia pada 2005. Pemain asal Papua itu sukses mempersembahkan treble bagi klub berjuluk Red Giants tersebut.

Memperkuat Selangor FA pada musim 2005 hingga 2007, pemain kelahiran Jayapura itu sukses mempersembahkan gelar Liga Super Malaysia, Malaysia FA Cup, dan Malaysia Cup. Dari 45 penampilan Elie bersama Selangor FA, ia sukses mencetak 5 gol.

Selepas memperkuat klub Negeri Jiran, mantan sayap kanan timnas Indonesia tersebut kembali ke Indonesia dan bergabung dengan Arema Malang pada 2007. Di tahun yang sama, Eli juga tampil gemilang bersama timnas di gelaran Piala Asia 2007.


3. Dedi Kusnandar

Dedi Kusnandar pada tahun ini memutuskan untuk hijrah ke Liga Super Malaysia dan memperkuat klub Sabah United FC. Sukses menjalani masa trial, eks gelandang Persib Bandung itu dikontrak selama satu musim di klub Negeri Jiran tersebut.

Kehadiran Dedi cukup disambut oleh para pemain Sabah United, mengingat kiprahnya yang telah malang melintang membela klub-klub papan atas Indonesia. Sejak bergulir pada Februari silam, eks bintang Arema tersebut masih sibuk mengarungi musim bersama Sabah United.

Sabah United sebenarnya ingin mengontrak Dedi untuk dua musim, namun ia hanya bersedia bermain satu musim untuk klub tersebut karena hasratnya yang masih menggebu untuk kembali ke Persib

“Awalnya Sabah meminta dua musim, tapi saya sepakatinya satu musim, karena ingin melihat perkembangan di Indonesia, berharap bisa balik lagi ke Persib tentunya,”ujar Dedi seperti dikutip dari Four Four Two.


4. Andik Vermansyah

Andik Vermansyah

Selangor FA menjadi klub Malaysia yang memiliki ketertarikan besar terhadap para pemain Indonesia. Setelah Bepe dan Elie Aiboy, gelandang lincah Andik Vermansyah memutuskan untuk bergabung dengan Selangor FA pada Desember 2013 lalu.

Andik dikabarkan menerima bayaran yang cukup besar di Selangor FA, yakni USD150 ribu atau setara Rp1,9 miliar lebih untuk satu tahun. Mantan pemain Persebaya itu sukses mengantarkan Selangor FA menjadi runner-up di tahun 2014.

Tak sampai di situ, Andik yang ditunjuk menjadi kapten klub berjuluk The Red Giants itu juga dinobatkan sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak di 2014.

Ia juga mencetak berbagai rekor bersama Selangor FA, salah satunya sebagai pemain tercepat kedua yang mencetak gol di detik ke-28 saat menghadapi klub Johor Daryl Ta’zim di ajang Liga Super Malaysia.

Sayangnya, Andik justru mendapat rintangan saat dipanggil pelatih Alfred Riedl untuk mengikuti seleksi timnas Piala AFF 2016. Andik tak diizinkan Selangor FA untuk mengikuti seleksi karena jasanya masih dibutuhkan.


5. Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan melatih tim Terengganu FC.

Pelatih gaek Indonesia, Rahmad Darmawan, menjadi pelatih Indonesia yang ditunjuk untuk menangani klub asal Malaysia Trengganu FC. Memutuskan untuk hijrah ke Liga Super Malaysia di musim ini, eks pelatih Persija tersebut mengawali musim dengan cukup baik.

Namun sayangnya, posisi pelatih yang dijuluki Coach RD itu justru kini tengah terguncang di Trengganu FA alias T-Team FC. Pelatih yang punya gelar Mayor tersebut bahkan tak pernah memberikan kemenangan dalam 8 laga bagi tim asuhannya.

Meski begitu, Coach RD berdalih jika ia harus diberi banyak waktu untuk memperbaiki prestasi timnya. Meski terpukul, Rahmad Darmawan mengklaim dirinya akan mencari solusi guna mengangkat kembali prestasi T-Team FC.

IndonesiaBambang PamungkasRahmad DarmawanMalaysiaDedi KusnandarAndik VermansahTimnas IndonesiaLiga Primer MalaysiaLiga IndonesiaElie Aiboy

Berita Terkini