x

3 Indikasi Inggris Era Allardyce Belum Keluar dari Bayang-Bayang Hodgson

Senin, 5 September 2016 19:45 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim

Wayne Rooney dan kawan-kawan memang sukses menyudahi laga di markas Slovakia via gol tunggal Lallana, yang terjadi dramatis di menit 90+4. Akan tetapi tak banyak nilai positif yang dapat diambil dari laga itu, melainkan hasil akhir yang berbuah tiga poin.

Timnas Inggris masih bermain seperti halnya di era Hodgson, kala kalah memalukan di perempat final Euro 2016 dari Islandia dengan skor 1-2. Fans untuk sesaat membayangkan permainan dan bayang-bayang kegagalan Hodgson, masih berbekas di skuat Inggris saat ini.

Ada tiga indikasi kuat yang menunjukkan bahwa Inggris asuhan Big Sam – sapaan akrab Allardyce – belum keluar dari Inggris besutan Hodgson sebelumnya. Berikut penjabaran dari INDOSPORT:


1. Statistik Sama

Belum terlihat perubahan di timnas Inggris Allardyce dibanding era Hodgson.

Catatan statistik sudah cukup menggambarkan minimnya efektivitas bermain Inggris di era Hodgson dan Allardyce. Meski berisikan pemain-pemain yang bermain di klub besar Liga Primer Inggris, seperti halnya Rooney (Manchester United), Harry Kane (Tottenham Hotspur), Daniel Sturridge (Liverpool), dan Raheem Sterling (Manchester City). Inggris tetap kesulitan membobol gawang lawan.

Saat melawan Slovakia gol dari Lallana baru tercipta di penghujung laga, padahal Inggris total melepaskan 20 tendangan ke pertahanan Slovakia. Terlebih Slovakia bermain dengan 10 pemain sejak menit 57, setelah bek mereka, Martin Skrtel, diberi kartu merah oleh wasit.

Akan tetapi dari rincian lima tendangan yang mengarah langsung ke gawang Matus Kozacik, hanya satu yang berbuah gol. Total Inggris mendominasi penguasaan bola dengan persentase 65 berbanding 35 Slovakia, namun hanya mampu mencetak satu gol.

Apakah statistik itu berbeda dengan catatan Inggris saat melawan Islandia? Tidak, Inggris bahkan saat itu menguasai hingga 73 berbanding 27 Islandia, namun pada akhirnya tetap kalah 1-2 dari negara berpenduduk 300.000 jiwa itu.

   


2. Rooney Masih Jadi 'Masalah' Inggris

Belum ada solusi dari dilema posisi Wayne Rooney di timnas Inggris

Ironi, memiliki pencetak gol sepanjang masa Inggris dengan 53 gol justru menimbulkan dilema besar dalam pemilihan starting line up. Rooney (30 tahun) sedianya berposisi sebagai seorang penyerang, namun karena usianya tak lagi muda, dan generasi baru penyerang Inggris bermunculan, seperti Kane, Jamie Vardy, Sturridge, dan Marcus Rashford. Rooney pun turun sebagai gelandang.

Ia sedianya menikmati bermain di posisi itu, dan telah melakoninya sejak musim lalu di era Louis van Gaal. Akan tetapi permainan Rooney cenderung monoton di posisi itu, sebagai gelandang tengah atau menyerang. Rooney memang banyak beroperasi di lini tengah, namun jauh dari gawang lawan justru mengurangi nalurinya sebagai seorang bomber.

Rooney terlalu monoton di lini tengah dan jauh dari kotak penalti lawan.

Operan yang diberikan Rooney tidak langsung menuju pertahanan lawan, dan lebih banyak memberikan bola kepada pemain yang tidak terkawal ketat lawan. Tidak ada unsur risiko dalam visi bermainnya, seperti halnya seorang playmaker atau gelandang serang.

Bahkan Rooney kerap kehilangan bola dan menjadi serangan balik bagi lawan. Dilema permainan Rooney ini pun tak berbeda di era Hodgson dan juga Allardyce saat ini, dan Big Sam harus menemukan solusi untuk menempatkan Rooney di posisi yang tepat.


3. Permainan Tanpa Arah

Sosok Ross Barkley bisa jadi pembeda untuk timnas Inggris

Dari era Hodgson hingga Allardyce, ada satu elemen penting yang tidak dimiliki oleh Inggris, yakni pengatur serangan. Inggris sedianya dapat mengandalkan Ross Barkley, yang memiliki daya imajinasi saat bermain. Namun gelandang serang Everton itu belum diberi kesempatan bermain.

Saat dilatih Hodgson, Barkley hanya jadi pemanis di bangku cadangan. Sementara di era Allardyce, Barkley tidak dipanggil untuk melawan Slovakia. Ketiadaan pemain dengan tipikal bermain sebagai playmaker, memaksa Inggris mengandalkan kecepatan dan kemampuan individu dari penyerang sayap.

Pertanyaan pun timbul, andai permainan sayap itu buntu, apa yang akan dilakukan Inggris? Di momen itu, sosok playmaker akan sangat dibutuhkan.

Adam LallanaWayne RooneyRoss BarkleyRoy HodgsonSam AllardyceSlovakiaTimnas InggrisBola Internasional

Berita Terkini