Mengenang Pertandingan Perdana Leicester City di Kompetisi Eropa
Leicester City bak dongeng indah bagi Inggris. Letupan klub yang berdiri pada 1884 itu mampu membuat dunia terperangah saat berhasil menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015/16. Dengan ‘hadiah’ juara itu, Leicester mendapat kesempatan unjuk gigi di kompetisi elite benua Eropa, yakni Liga Champions.
Bicara Eropa, menarik untuk mengetahui pertandingan pertama Leicester di Eropa. Tahun 1961, menjadi tahun di mana Leicester mendapat kesempatan menunjukkan kebolehannya di pentas sepakbola Eropa.
Leicester sebetulnya tidak mendapatkan gelar apapun pada kompetisi Liga Inggris tahun 1961. Mereka hanya menempati peringkat ke-6 dalam klasemen akhir Liga Inggris. Namun, mereka mendapat jatah Eropa, tepatnya Piala Winners, melalui jalur Piala FA.
Tapi tunggu dulu, Leicester bukanlah kampiun Piala FA. The Foxes mendapatkan jatah Eropa tersebut setelah kalah dari Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 dalam final Piala FA 1961.
Lalu kenapa Leicester mendapat jatah tersebut? Tim INDOSPORT bercerita ringan tentang nostalgia laga perdana Leicester di Eropa pada musim 1961/62.
1. Ke Eropa Sebagai Runner-up Piala FA
Tottenham merupakan juara Liga Inggris musim 1960/61. Sebagai jawara, sudah pasti Tottenham akan mengikuti ajang yang lebih bergengsi yakni Liga Champions dibanding Piala Winners. Jatah Eropa untuk peraih gelar piala domestik itu pun jatuh kepada Leicester sebagai runner-up Piala FA.
Petualangan perdana Leicester di Eropa pun dimulai. Berbekal penjaga gawang top Inggris kala itu, yakni Gordon Banks, Leicester cukup pede bisa melalui babak pertama turnamen. Glenavon FC dari Irlandia Utara menjadi lawan pertama Leicester.
Berhadapan dengan tim sesama Britania Raya, anak asuh Mat Gillies cukup percaya diri menghadapi hadangan pertama di Eropa. Bertandang ke Windsor Park, Leicester berambisi untuk memenangkan pertandingan.
2. Pembantaian Babak Pertama
Memulai pertandingan Eropa pertama kali, Leicester sempat dikejutkan dengan gol dari tuan rumah. Jimmy Jones dengan mudah membobol gawang Gordon Banks pada menit ke-14. Gol tersebut membuat Leicester tersentak.
Meski terus menyerang, Leicester baru bisa mencetak gol pada menit ke-36 melalui Jimmy Walsh. Sepakan dari pemain pengganti membuat semangat Leicester kembali meninggi. Tak memerlukan waktu lama, Colin Apperton mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1. Sepakan pemain yang berjuluk 'Ice King' itu tak mampu ditahan oleh Roy Rea.
Lima menit berselang dari gol Apperton, Walsh kembali membobol gawang Rea. Leicester pun unggul dua angka dari tuan rumah. Glenavon yang terus mencoba untuk memperkecil kedudukan tak mampu menembus pertahanan Leicester
Tiga gol yang disarangkan Leicester di babak pertama dalam waktu yang berdekatan menjadi ajang pembantaian yang dilakukan The Foxes di Windsor Park
3. Key Keyworth Memastikan Kemenangan Leicester
Di babak kedua, Leicester seperti sulit untuk menciptakan satu gol lagi. Tuan rumah yang tak mau terlalu malu di depan pendukung setianya itu bermain lebih agresif dibanding babak pertama.
Leicester yang motivasinya sudah meninggi tetap berusaha untuk kembali membobol gawang Glenavon. Awal babak kedua menjadi pertarungan ketat antara lini belakang tuan rumah dengan lini serang Leicester.
Terus menyerang ke jantung pertahanan tuan rumah, akhirnya cukup melemahkan penjaga gawang Rea. Adalah Ken Keyworth yang mengunci kemenangan Leicester. Golnya cukup untuk menempatkan satu kaki Leicester di babak selanjutnya.
Gol tersebut disambut suka cita oleh pendukung Leicester baik yang datang langsung ke Windsor Park, maupun yang mendengar kabar berita dari radio. Leicester melangkah ke babak kedua.
4. Tak Berdaya di Kota Madrid
Di leg kedua, Leicester superior mengalahkan Glenavon. Di Fillbert Street, Leicester tanpa ampun kembali mempecundangi wakil Irlandia Utara itu dengan skor 3-1. Agregat 7-2 membuat The Foxes berhadapan dengan wakil Spanyol, Atletico Madrid.
Bermain lebih awal di Fillbert Street, Leicester membawa asa untuk bisa melangkah lebih tinggi di Eropa. Gol Ken Kensworth membuat publik Leicester bersorak. Setelah habis-habisan menggempur pertahanan Atletico Madrid, akhirnya tuan rumah mampu membobol gawang Edgardo Madinabeytia pada menit ke-56.
Namun, suka cita Leicester harus terhenti saat pertandingan akan usai. Satu menit jelang pertandingan selesai, sebuah sontekan dari Mendocana mempus harapan Leicester untuk memenangkan laga. Jatah satu menit yang tersisa sudah cukup membuat pertandingan berjalan imbang.
Peluang di leg kedua memang masih terbuka. Namun, kesempatan untuk bisa menumbangkan Atletico di kandangnya terasa berat.
Benar saja, Leicester tak berdaya saat harus menghadapi Atletico di kota Madrid. Gol Enrique Collar dan Jones ke gawang Gordon Banks membuat hasil akhir menjadi 2-0. Agregat 3-1 untuk Atletico cukup untuk menutup mimpi indah Leicester di Eropa.