x

Ranieri: Masa Suram Sepakbola Italia Sudah Lewat

Selasa, 13 September 2016 21:53 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Ranieri berhasil membuat sebuah gebrakan ketika dirinya dipercaya membesut klub Liga Primer Inggris, Leicester City. Pria berusia 64 tahun itu berhasil mengangkat derajat Leicester dari tim underdog ke level tertinggi sepakbola Inggris.

Ranieri bahkan berhasil mengantarkan klub berjuluk The Foxes itu untuk pertama kalinya tampil di pentas terelit di tanah Eropa, Liga Champions pada musim 2016/17. 

Sebuah prestasi luar biasa mengingat negara asal Ranieri, Italia musim ini hanya mampu menyertakan dua klub dari liga domestik mereka yakni, Juventus dan Napoli.


Ranieri sukses membawa Leicester tampil di pentas tertinggi Eropa dengan juarai Liga Primer Inggris.

Kendati demikian, Ranieri enggan menyebut jika sepakbola Italia tengah mengalami kemunduran. The Tinkerman justru bersikeras mengatakan jika sepakbola Italia saat ini sudah selangkah lebih maju ketimbang sepakbola di negara lainnya.

"Saya pikir masa-masa suram bagi sepakbola di negeri kami sudah lewat. Euro telah membuktikan jika kami tidak seburuk apa yang dipikirkan banyak orang. Kami juga mulai melihat tanda-tanda kebangkitan," ungkap Ranieri kepada Ekstra Time.

"Contohnya adalah Inter. Kenapa Inter? Karena saya sudah melihat bagaimana De Boer bekerja. Pelatih harus diberikan waktu yang cukup," imbuhnya. 

"Sebuah hal lumrah jika mereka melewatkan satu pertandingan dengan kekalahan. Tapi setelah itu, Inter bakal berada pada pusat kemajuan di mana Icardi memiliki potensi yang sangat besar," pungkasnya.

Sepanjang kiprahnya sebagai pelatih, Ranieri sempat membesut Internazionale selama satu musim, mulai dari 2011 hingga 2012. Ia menggantikan peran Gian Piero Gasperini yang dipecat lantaran gagal memenangkan empat dari lima pertandingan.

ItaliaInter MilanClaudio RanieriFrank de BoerLiga Italia

Berita Terkini