x

(VIDEO) 5 Calon Penerus Jejak Bintang Evan Dimas di Piala AFF U-19

Rabu, 14 September 2016 16:57 WIB
Editor:

Meskipun bukan kompetisi sepakbola antar negara terbesar di Asia Tenggara, Piala AFF U-19 tetap memiliki arti penting tersendiri. Pasalnya, turnamen yang digelar sejak 2002 silam tersebut menjadi ajang para pesepakbola muda untuk unjuk kemampuannya.

Tidak jarang, banyak dari pemain U-19 ini yang mendapat kesempatan dipanggil membela tim nasional senior setelah dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni selama kompetisi.

Butuh contoh? Lihat saja mantan pemain timnas U-19, Evan Dimas yang pernah membela timnas Indonesia U-19 dalam kompetisi Piala AFF 2013 lalu.

Torehan lima gol yang ia cetak dalam kompetisi, sukses membawa skuat Garuda Muda yang saat itu dilatih Indra Sjafri, sukses meraih gelar juara Piala AFF U-19 untuk pertama kalinya.

Hasil itu pun membuat pemain kelahiran 13 Maret 1995 itu mendapat kepercayaan untuk masuk dalam daftar pemain tim nasional senior. Tidak hanya itu, kegemilangannya pun membuat dirinya mendapat kesempatan untuk berlatih bersama rival satu kota Barcelona, RCD Espanyol.

Berikut rekam jejak sejumlah pemain muda di Piala AFF U-19 2016 yang mungkin bisa mengikuti jejak Evan Dimas untuk pembaca setia INDOSPORT:


1. Jafri Firdaus Chew

Jafri Firdaus Chew

Dalam beberapa tahun terakhir, Firdaus Chew yang kini bergabung dengan klub Pulau Pinang merupakan salah satu juru gedor terbaik yang dimiliki timnas U-21 Malaysia. Terbukti dari total enam panampilannya bersama timnas, Firdaus sudah mencetak total enam gol.

Pada Piala AFF U-19 2015 lalu, nama Firdaus Chew sendiri sukses menarik perhatian kala Malaysia membantai Singapura dengan skor 4-0 di babak penyisihan grup. Pemain kelahiran 11 Juni 1997 itu mampu mencetak dua gol hanya dalam kurun waktu enam menit.

Tidak hanya itu, pemain berpostur 175 cm itu pun sudah mampu mencetak hattrick pertamanya saat Malaysia menjamu Macau pada babak kualifikasi Piala AFC U-19 2013 lalu.

Berkat kegemilangannya itu, Firdaus pun sukses menjadi salah satu dari daftar 39 pemain yang dibawa Malaysia guna mengikuti SEA Games 2017 mendatang.

Salah satu skill mumpuni yang dimiliki oleh Jafri yang patut diwaspadai ialah soal kemampuannya berlari cepat sembari menggiring bola serta ketenangannya untuk menceploskan bola ke gawang lawan saat berada di situasi one on one dengan kiper lawan. 

Timnas U-19 Indonesia saat bertanding di Piala AFF U-19 2013 lalu, tahu betul bagaimana kemampuan Jafri mengeksekusi peluang untuk jadi gol. Jafri sukses ceploskan bola ke gawang Indonesia yang kala itu dijaga oleh Ravi Murdianto. 


2. Phan Thanh Hau

Phan Thanh Hau (kanan).

Memperkuat timnas pada 2013 lalu ketika usianya masih menginjak 16 tahun, Phan Hau merupakan salah satu pemain kunci yang bersinar bagi Vietnam. Meskipun belum mempersembahkan gelar juara, Phan Hau selalu sukses membawa Vietnam menembus partai final Piala AFF U-19 tiga tahun berturut-turut.

Kehebatannya itu pun membuat sebuah media asal Inggris, The Guardian memasukan nama Phan Hau ke dalam daftar 40 pemain berbakat pada 2014 lalu.

"Phan Thanh Hau merupakan denyut nadi Vietnam di posisinya sebagai gelandang. Ia selalu siap memberikan operan pendek maupun jauh dengan kakinya, yang tidak jarang mengejutkan pemain bertahan lawan," tulis Guardian saat menjelaskan kehebatan pemain kelahiran 12 Januari 1997 tersebut.

Kemampuan yang dimiliki oleh Phan Hau sendiri tidak lepas dari pendidikan sepakbola yang ia terima di JMG Academy, yang merupakan akademi sepakbola yang dibangun Arsenal di Vietnam.


3. Steve Kuzmanovski

Steve Kuzmanovski

Usai era Harry Kewell dan Mark Viduka, Australia belum lagi hasilkan bintang berbakat di lapangan hijau. Sempat muncul nama Mark Bresciano, namun namanya pun hanya 'bersinar' sebagai bintang kelas dua. 

Saat ini, Australia coba membangun kekuataan di lapangan hijau. Salah satunya dengan mempromosikan nama Steve Kuzmanovski.

Sebagai seorang penyerang tengah, pemain berusia 19 tahun in memiliki poin lebih dalam hal penempatan posisi. Di setiap permainan, ia mampu mencari celah kosong yang mempermudah dirinya membobol gawang lawan.

Selain itu, Kuzmanovski juga memiliki skill individu yang cukup apik. Terbukti, dalam setiap pertandingan ia mampu menunjukan teknik menggocek dengan gerakan kaki untuk melewati hadangan pemain lawan.

Di timnas Australia U-19 sendiri, pemain yang sudah bermain di Liga Australia sejak 2015 bersama Melbourne City, menjadi salah satu pemain yang berperan penting bagi keberhasilan Australia lolos kualifikasi Piala AFC 2016 yang akan digelar November mendatang.


4. Ye Yint Aung

Ye Yint Aung (baju merah).

Pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup B Piala AFF 2016, Timnas Indonesia U-19 harus takluk 2-3 menghadapi Myanmar. Meskipun tampil menyerang, skuat Garuda Muda selalu menemui kesulitan menembus pertahanan Myanmar.

Tidak mengherankan memang, karena lini pertahanan Myanmar diisi oleh salah satu bek terbaik yang mereka miliki, sekaligus kapten tim, Ye Yint Aung.

Selain karena memiliki postur tubuh yang tinggi, Ye Aung sendiri sudah memiliki jam terbang pertandingan Internasional yang cukup lama. Tercatat, ia sudah tergabung dalam timnas U-20 Myanmar saat mengikuti Piala Dunia U-20 pada 2015 lalu.

Salah satu kemampuan bek bernomor punggung 3 itu ialah soal ketenangan mematahkan skema serangan yang dibangun oleh tim lawan. Memiliki postur tinggi, Aung juga piawai untuk urusan duel-duel di udara. 


5. Muhammad Dimas Drajad

Muhammad Dimas Drajad, penyerang muda yang kini membela Garuda Muda di Piala AFF U-19 2016.

Pemain yang tergabung dalam klub PS TNI ini merupakan salah satu calon terkuat penerus jejak Evan Dimas. Apalagi, ia kini menjadi penyerang utama skuat Garuda Muda yang dilatih Eduard Tjong.

Dimas sendiri sudah sejak 2014 membela timnas U-19 ketika mengikuti Piala AFC U-19. Ia pun menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang mampu mencetak gol ke gawang lawan, ketika skuat Garuda Muda dipermalukan 1-4 oleh Uni Emirat Arab.

Di level klub sendiri, nama Dimas Drajad sempat ramai dibicarakan ketika mampu mencetak hattrick pertamanya, kala menghadapi Persela Lamongan di turnamen Piala Sudirman, akhir November lalu.

Bakat sepakbola yang dimiliki oleh Dimas sendiri tidak lepas dari (alm) sang ayah, M. Sulkhan, mantan pemain PSSI Primavera yang juga sempat menjadi asisten pelatih Gresik United.

Keunggulan Dimas Drajad salah satunya ialah mampu memanfaatkan peluang kecil yang ia dapat untuk bisa menjadi gol. Selain itu, ia termasuk tipikal penyerang yang kuat dalam body contact dengan bek-bek lawan yang memiliki postur tubuh lebih besar. 

AustraliaIndonesia U-19IndonesiaMalaysiaVietnamEvan DimasMyanmarIn Depth SportsPiala AFF U-19 2016Jafri Firdaus ChewPhan Thanh HauSteve KuzmanovskiYe Yint AungMuhammad Dimas Drajad

Berita Terkini