x

Irman Gusman, Tersangka Korupsi yang Gila Bola

Minggu, 18 September 2016 15:56 WIB
Editor: Ramadhan

KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Jumat (16/09/16) kemarin. Irman Gusman selaku ketua DPD RI langsung ditetapkan sebagai tersangka menyusul dugaan suap terkait pengurusan kuota gula impor.

Kabar tangkap tangan ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat Irman dikenal sebagai tokoh yang gencar memerangi korupsi.

Sayangnya, Irman justru menjadi pentolan DPD RI pertama dalam sejarah yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK.

Namun, jauh sebelum kasus ini mencuat, Irman justru dikenal sebagai tokoh yang sangat peduli dengan kemajuan sepakbola Indonesia. Bagaimana bisa?


Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Irman Gusman

Ya, pria kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat ini pernah sukses menyelenggarakan kompetisi sepakbola bertajuk ‘Irman Gusman Cup’ pada 13 Maret sampai 22 Mei 2016 kemarin.

Selain itu, Irman juga termasuk sebagai sosok yang peduli dengan nasib Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) saat tengah menghadapi kisruh beberapa hari yang lalu.

INDOSPORT coba mengulas sisi lain Irman Gusman yang ternyata tokoh peduli olahraga, di samping sebagai Ketua DPD RI sampai ia ditangkap tangan KPK sebagai tersangka dua hari yang lalu.


Irman Gusman saat menyemangati para pemain di turnamen Irman Gusman Cup


1. Irman Gusman Cup 2016

Ketua DPD, Irman Gusman foto bersama pejabat lainnya saat pembukaan turnamen Sepakbola Irman Gusman Cup 2016.

Bentuk kecintaan Irman Gusman kepada kemajuan sepakbola Tana Air sudah jelas terlihat saat ia menyelenggarakan turnamen sepakbola usia muda yakni Irman Gusman Cup 2016.

Irman Gusman Cup sendiri merupakan turnamen sepakbola yang mempertandingkan setiap kecamatan di Sumatera Barat dengan pemain-pemain U-23.

Namun, setiap tim juga wajib diperkuat oleh pemain U-17 sampai U-19 sebanyak 8 orang dan 4 orang wajib menjadi starter minimal untuk 30 menit pertama.

Pada turnamen tersebut, Kecamatan Koto Tangah perwakilan Kota Padang berhasil keluar sebagai juara setelah melakukan perjalanan panjang selama 2 bulan 14 hari.

Di partai final, tim sepakbola kecamatan Koto Tangah sukses mengalahkan tim sepakbola Kecamatan Kampung Dalam dengan skor 2-0. Tim Koto Tangah pun berhak mendapatkan piala bergilir Irman Gusman dan uang senilai Rp50 juta.

Hebatnya, turnamen yang menghasilkan total 827 gol itu berhasil masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemegang rekor turnamen sepakbola antar kecamatan terbesar di Indonesia.

Menurut Senior Manager MURI, Awan Rahargo, penghargaan rekor diberikan karena Irman Gusman Cup berhasil mengikutsertakan 18 Kota/Kabupaten, 154 Kecamatan, 3.826 pemain dan 1.078 ofisial yang berada di Sumatera Barat.


2. Rencana Kirim Pemain Muda ke Korsel

Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman, foto bersama dengan salah satu klub sepakbola di turnamen Sepakbola Irman Gusman Cup 2016.

Menariknya, ada rencana mengirimkan para pemain muda pilihan dari turnamen Irman Gusman Cup itu untuk mengikuti latihan ke Korea Selatan selama 6 bulan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Penyelenggara Irman Gusman Cup (IGC) 2016.

Ketua tim talent scouting IGC 2016, Joni Effendi mengatakan bahwa sebanyak 120 pemain berusia antara 17 dan 19 tahun sudah terjaring. Jumlah tersebut nantinya akan disaring menjadi 25 orang saja yang akan dikirimkan ke Korsel.

“Ada pemain yang tetap masuk daftar 120, walau timnya tak lolos ke putaran final. Pemain yang 120 orang itu adalah pemain muda kelahiran 1997-1999. Kita akan seleksi dengan cermat dan detail, sehingga mendapatkan pemain yang benar-benar berkualitas,” tutur Joni seperti dikutip dari Four Four Two.

“Tim ini akan latihan di Korsel. Untuk tahap awal, kita akan inapkan mereka selama 6 bulan. Rencananya akhir tahun 2016 program ini akan kita mulai.”


3. Irman Gusman, PSSI, dan Masa Depan Sepakbola Indonesia

Irman Gusman ketua DPD foto bersama dengan salah satu tim sepakbola yang berhasil menjuarai urnamen Sepakbola Irman Gusman Cup 2016.

Dalam penutupan turnamen Irman Gusman Cup tersebut, Irman menyempatkan diri berbicara soal masa depan sepakbola Indonesia, termasuk kisruh yang sempat melanda PSSI.

Irman ingin berpartisipasi dalam membangun olahraga tanah air khususnya sepakbola. Pria kelahiran 11 Februari 1962 ini mengutarakan pendapatnnya kepada para petinggi PSSI.

Menurut Isman, PSSI sudah seharusnya segera memperbaiki diri. Ditambah lagi pasca pembekuan, PSSI wajib untuk membangkitkan kembali persepakbolaan Indonesia.

“Kepada para pengurus di pusat maupun di daerah, saya berharap untuk dapat menciptakan iklim positif untuk dunia sepakbola Indonesia,” kata Irman Gusman pada saat menghadiri penutupan turnamen Irman Gusman Cup (IGC) 2016 di Stadion Haji Agus Salim, Padang.

Terkait skuat Timnas Indonesia di masa mendatang, Irman memberikan masukan yang cukup menarik. Demi membangun Timnas yang kuat, Irman ingin pembinaan pemain usia dini menjadi ujung tombak.

Bagi Irman, menyelenggarakan kompetisi dengan regulasi dan peraturan yang jelas merupakan salah satu cara untuk mencapai mimpi tersebut. Kompetisi itu juga nanti harus bebas dari berbagai permasalahan, seperti kericuhan dan masalah lainnya.

“Saya mungkin bisa bilang IGC ini cukup sukses, dengan persiapan yang kilat. Panitia mampu tercatat ke dalam rekor MURI sebagai turnamen dengan peserta terbanyak se-Asia,” terang Irman.

“Pelaksanaan turnamen IGC juga aman dan tidak pernah terjadi kericuhan antar pemain maupun suporter. Ini bisa menjadi contoh bagaimana membangun sebuah sistem persepakbolaan,” pungkasnya.

Irman membeberkan bahwa jika dunia sepakbola dirancang dan dilaksanakan dengan lancar dan baik, maka bukan tak mungkin masyarakat dan sponsor akan ikut berpartisipasi dengan sendirinya.

“Sehingga tidak akan ada kendala dalam menjalankan beberapa kegiatan dalam mewujudkan prestasi sepakbola Indonesia,” tuntasnya.

PSSIKPKIrman GusmanIrman Gusman CupDewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia

Berita Terkini