3 Hal yang Dilakukan Atletico jika Ingin Permalukan Barcelona
Dalam beberapa tahun terakhir, Atletico yang merupakan rival satu kota Real Madrid telah berkembang menjadi salah satu klub terkuat di dataran Eropa.
Hal itu terbukti dengan keberhasilan mereka untuk dua kali menembus partai final Liga Champions.
Musim lalu saja, mereka menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai La Liga, bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid.
Kini, di pekan ke-5 kompetisi La Liga Spanyol musim 2016/17, Los Colchoneros akan menghadapi Barcelona. Bagaimana peluang mereka dalam menghadapi tim asuhan Luis Enrique tersebut?
Bila berbicara statistik, tentunya banyak yang tahu bahwa La Blaugrana memang lebih superior ketimbang Atletico.
Lihat saja dari 10 pertemuan terakhir keduanya, Barcelona unggul dengan tujuh kemenangan, sedangkan Rojiblancos hanya pernah mendulang dua kemenangan dan sekali imbang.
Tidak berhenti disitu, Atletico sendiri tercatat dalam 11 tahun terakhir tidak pernah mendulang kemenangan saat bermain di Camp Nou. Membuat pertemuan di laga kali ini
Namun, meskipun di atas kertas kemungkinan Atletico meraih kemenangan dari Barca hampir mustahil, mereka tetap memiliki peluang
INDOSPORT pun coba menganalisa beberapa hal yang bisa dilakukan pelatih Diego Simeone untuk bisa meraih kemenangan perdana kala menghadapi klub yang sudah 24 kali menjuarai kompetisi La Liga Spanyol tersebut:
1. Perkuat Lini Pertahanan, Griezman Jadi Penyerang Tunggal
Barcelona merupakan salah satu klub yang terkenal dengan teknik tiki-takanya. Teknik ini sendiri memiliki ciri utama banyak umpan-umpan pendek dan pergerakan dinamis dari para pemainnya.
Penggunaan formasi ini pun membuat sebuah tim akan mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan, atau dalam istilah Inggrisnya, possesion football.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tiki-taka ini sendiri adalah dengan menerapkan permainan bertahan, sambil mengandalkan serangan balik cepat. Hal ini pun pernah ditunjukan Jose Mourinho ketika masih melatih Inter Milan.
Saat itu, Inter mampu meredam keperkasaan Barca dengan tiki-takanya dalam leg kedua babak semifinal Liga Champions 2009/2010.
Bila ingin mendulang apa yang dicapai Inter tersebut, Atletico pun bisa menerapkan strategi bertahan yang pernah dilakukan Mourinho tersebut. Caranya, salah satunya dengan menerapkan formasi 4-1-4-1.
Mengapa harus menggunakan formasi 4-1-4-1? Hal itu karena formasi ini merupakan formasi yang paling strategis untuk bertahan dan juga fleksibel apabila melakukan serangan balik.
Ketika pemain Barca menguasai bola, empat bek Atletico bisa mendapat bantuan dari satu gelandang bertahan. Posisi gelandang bertahan itu pun layak disematkan untuk Koke, mengingat pemain asal Spanyol ini memiliki kemampuan mempertahan bola yang baik, meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi.
Di lini serang sendiri, Antoine Griezmann akan menjadi satu-satunya andalan. Hal itu pun diprediksi tidak akan menyulitkan mengingat pemain berkembangsaan Prancis ini, memiliki kemampuan untuk melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan, ditambah dengan akurasi tembakannya yang mencapai 67%.
Selain itu, tugasnya sendiri akan dipermudah dengan empat orang gelandang yang selain mengantisipasi serangan Barca, juga bertugas untuk memberikan aliran bola bagi Griezman untuk mempermudahnya mencetak gol.
2. Batasi Pergerakan Rakitic dan Busquet
Salah satu kekuatan Barcelona adalah kehebatan tiga pemain bintang yang mengisi lini serang mereka, yaitu Luis Suarez, Lionel Messi, dan Neymar atau yang lebih dikenal sebagai Trio MSN. Ketiganya secara bergantian selalu mampu memaksa kiper lawan memungut bola dari gawangnya.
Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, kegemilangan Trio MSN dalam membobol gawang lawan tersebut tidak lepas dari performa gemilang dua gelandang tengah mereka, yakni Ivan Rakitic dan Sergio Busquets.
Berdasarkan data yang dikutip dari Squawka, kedua pemain tersebut memiliki tingkat akurasi umpan yang cukup tinggi dibandingkan pemain lainnya. Rakitic tercatat memiliki akurasi umpan sebesar 87%, sementara Busquets mencapai 93%.
Statistik itu pun membuat dua pemain ini memiliki peran penting untuk mengalirkan bola-bola matang kepada Trio MSN.
Bila nantinya, para pemain Atletico mampu membatasi pergerakan Rakitic dan Busquets, bukan tidak mungkin, Trio MSN akan kesulitan menembus permainan bertahan yang diterapkan Los Colchoneros.
3. Juanfran atau Vrsaljko?
Berdasarkan data dari Whoscored, dalam beberapa pertandingan terakhir hampir 41% peluang yang diciptakan Barcelona berasal dari sisi kiri lapangan permainan mereka.
Untuk itu dalam laga melawan Barca kali ini, Atletico jelas perlu menuntut kualitas bek kanan yang mereka miliki. Nah, saat ini Atletico sendiri memiliki dua orang bek kanan, yaitu Juanfran dan Sime Vrsaljko.
Lalu, kira-kira siapa yang layak dimainkan sebagai starter oleh pelatih Diego Simeone dalam laga melawan Barcelona?
Bila melihat data dari Squawka, Vrsaljko dinilai lebih layak untuk dimainkan sebagai starter. Pasalnya, tercatat hingga saat ini pemain yang baru didatangkan dari Sassuolo tersebut, sudah melakukan enam tindakan penyelematan, sedikit lebih banyak dibandingkan Juanfran yang baru tiga kali melakukan penyelamatan.
Selain itu, secara fisik Vrsaljko memiliki bentuk tubuh yang lebih tinggi dan besar apabila dibandingkan dengan Juanfran.
Tentu, hal itu akan menyulitkan pemain Barcelona apabila coba membuka pelaung dari sisi kiri lapangan permainan.
Usia Vrsaljko yang jauh lebih muda pun jelas menguntungkannya, karena membuat dia memiliki stamina untuk bisa mengikuti permainan tiki-taka yang diterapkan Barcelona.