Ketika Guardiola Berikan Bahunya untuk Mourinho
Mourinho bersama Man United baru saja melewati pekan kelabu usai kalah 1-2 dari rival sekota Manchester City, takluk 0-1 dari Feyenoord di Liga Champions, dan dipermalukan 1-3 oleh Watford.
Pada saat-saat sulit tersebut, biasanya bantuan dan dukungan datang dari rekan atau pun para kerabat terdekat. Namun, situasi berbeda dialami oleh Mourinho.
Diberitakan AS, pria 53 tahun itu justru menjadi sasaran kritik dan hujatan oleh sebagian besar pendukung setia, para legenda timnya, dan media-media Inggris.
Di luar dugaan, saat hujatan dan kritik membabi-buta kian tak terbendung, dukungan justru datang dari seorang sosok yang dikenal sebagai rival abadinya, Pep Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu, tak segan untuk berdiri di barisan paling depan sebagai sosok pembela. Guardiola dengan lantang meminta para pendukung Man United dan media untuk bersabar, serta mengingatkan jika perjalanan kompetisi musim ini baru dimulai.
"Ini tidak adil! Saya mendengar banyak hal yang tidak benar tentang apa yang terjadi saat ini. Banyak rekan (pelatih) yang diperlakukan tidak adil saat mereka gagal meraih kemenangan," kata Guardiola.
"Kami baru memulai lima pertandingan di Liga Primer. Saya tahu risiko apa yang akan saya alami saat klub kami gagal menang. Tapi mustahil untuk memenangkan semua pertandingan dan dijadikan ukuran untuk sebuah kinerja jangka panjang," sambungnya.
"Itulah yang terjadi dengan rekan-rekan saya saat mereka kehilangan sebuah pertandingan dan saya sadar benar itu juga akan terjadi pada saya dan tim," tuntas mantan pelatih Barcelona.