Terungkap, Saat Vodka Hampir Menghancurkan Karier Jamie Vardy
Jamie Vardy mengungkapkan bahwa ia sempat melewati masa-masa sulit jauh sebelum ia mengangkat trofi Liga Primer Inggris bersama Leicester City musim 2015/16 kemarin.
Kala itu di awal-awal bergabung bersama Leicester di tahun 2012, kegemarannya meminum vodka yang dicampur dengan permen-permen skittles, membuat karier striker timnas Inggris itu terancam selesai lebih cepat.
Bahkan saat mengalami cedera kaki, Vardy masih terus menenggak vodka skittles. Ternyata, kebiasaannya minum tersebut berdampak buruk bagi kesembuhan cederanya itu.
Diketahui, vodka skittles dengan kandungan banyak alkohol yang ditelan Vardy setiap hari, rupanya bisa menghambat usahanya dalam menyembuhkan cedera. Alkohol dalam minuman yang ditenggak Vardy benar-benar merusak penyembuhan cedera.
Jamie Vardy saat menjebol gawang lawan di Liga Primer Inggris
Mengetahui hal itu, fisioterapis The Foxes, Dave Rennie menyuruhnya untuk segera berhenti menenggak minuman tersebut agar bisa sembuh dari cedera kaki yang mematikan itu.
Dengan mengikuti saran dari sang fisioterapis, akhirnnya perlahan cedera Vardy pun sembuh dan sisanya adalah sejarah. Vardy sukses tampil superior bersama Leicester dan meraih gelar tertinggi di level sepakbola tertinggi daratan Inggris musim 2015/16 kemarin.
Dalam autobiografinya, ‘From Nowhere’, Vardy menulis: “Saya bermain 9 laga tanpa mencetak gol dan salah satu staf klub menelusuri penyebab buruknya penampilan saya.”
“Mungkin mereka sudah menduga tapi buktinya adalah vodka skittles yang benar-benar ada dalam aliran darah saya.”
“Kaki saya terasa mati. Namun, akhirnya cedera itu perlahan hilang dan fisik saya kembali bugar.”
Vodka dengan campuran permen-perman skittles yang berwarna-warni
“Saya punya 3 liter botol vodka di rumah. Dan saya akan memasukkan banyak permen skittles di dalamnya.”
“Ketika saya bosan di rumah di malam hari, saya langsung menuangkan vodka skittles sendiri ke dalam gelas. Lalu, saya duduk kembali sambil menikmatinya."
“Vodka itu terasa enak namun justru menghambat penyembuhan cedera dari kaki saya yang mati.”