x

4 Kasus Transfer Pesepakbola Teraneh di Indonesia

Selasa, 4 Oktober 2016 10:23 WIB
Editor: Yohanes Ishak

Berbeda dengan proses transfer pemain di negara-negara Eropa yang telah memiliki aturan jelas dan sistematis, transfer pemain di Indonesia justru sebaliknya.

Regulasi yang kurang tegas dalam mengatur proses perpindahan para pesepakbola, tampaknya membuat proses transfer di Indonesia masih jauh dibandingkan negara-negara Eropa.

Beberapa kisah unik dan aneh sempat mewarnai perpindahan pemain, dari satu klub Indonesia ke klub lainnya. Ada pemain yang pindah kemudian, dalam waktu tak kurang dari beberapa bulan kembali lagi ke klub asalnya, dan ada pula pemain melakukan transfer rahasia ke klub lain tanpa sepengetahuan klub asalnya.                                               

Tak jelasnya regulasi, tampaknya menjadi salah satu penyebab berbagai kejadian transfer aneh yang mewarnai gelaran kompetisi Indonesia.

Hal ini tentu berbeda dengan klub-klub sepakbola di negara maju yang menetapkan aturan dan sanksi ketat bagi proses transfer para pemainnya.

Berikut INDOSPORT merangkum empat kisah aneh yang mewarnai proses transfer pemain di Indoinesia.


1. Greg Nwokolo

Greg Nwokolo

Greg resmi bergabung ke Persipura pada akhir Juli 2016 lalu, usai kontraknya bersama klub Thailand, BEC Tero Sasana, diputus pada 3 Maret 2016.

Diisukan bakal kembali berlabuh ke klub lamanya, Persija Jakarta, pemain kelahiran Nigeria itu justru memilih klub Mutiara Hitam sebagai rumah barunya.

Namun, umur Greg di Persipura nyatanya hanya bertahan dalam hitungan jari. Bagaimana tidak? striker naturalisasi Indonesia tersebut memutuskan untuk mengakhiri kontrak seumur jagungnya dengan Persipura dan kembali ke pelukan klub lamanya, Macan Kemayoran.

Kembalinya Greg ke Persija tentunya sangat mengejutkan, mengingat ia belum lama bergabung bersama Persipura di putaran kedua Torabika Soccer Championship 2016 (TSC2016).

Anehnya, hanya karena faktor adaptasi yang tidak berjalan baik dengan Persipura disebut-sebut menjadi alasan pemain 30 tahun itu untuk mengakhiri masa baktinya yang singkat di Persipura.


2. Okto Maniani

Oktovianus Maniani (Persiba Balikpapan)

Oktovianus Maniani memutuskan untuk meninggalkan klubnya, Persiba Balikpapan, dengan alasan lebih memilih profesi barunya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Papua. Okto memutuskan untuk pensiun dan lebih memilih menjalani pekerjaan barunya tersebut.

Namun tak berapa lama kemudian, uniknya gelandang yang tampil cemerlang di ajang Piala AFF 2010 tersebut justru diketahui bergabung dengan klub raksasa Indonesia, Arema Cronus saat bursa transfer TSC A kedua dibuka.

Kabar tersebut tentunya mengejutkan, karena sebelumnya pemain berusia 25 tahun itu menyatakan akan gantung sepatu.

Okto pun secara resmi diperkenalkan ke publik Arema pada akhir Agustus silam. Hal tersebut tentunya menimbulkan tanda tanya besar, terutama bagi Persiba yang ditinggalkan secara mendadak oleh pengawanya tersebut.

Namun Okto beralasan jika ia tetap mempertahankan pekerjaannya sebagai seorang PNS di Raja Ampat, Papua, meksi telah bergabung dengan Singo Edan.

“Saat saya berada di Papua, Arema menghubungi saya dan kemudian saya ke sini. Saya pindah ke Arema baik-baik karena sudah menyelesaikan kondisi di tim sebelumnya," ujar Okto.


3. Indriyanto Nugroho

Wartawan tv swasta, Crep (tengah) juga ikut bergabung dalam latihan.

Transfer Indriyanto Nugroho pada 29 Maret 1996 mungkin akan tercatat sebagai transfer pesepakbola termurah di dunia sepanjang sejarah. Bagaimana tidak? klub Pelita Jaya Purwakarta membeli pemain yang pernah mengikuti program PSSI Primavera di Italia itu dengan banderol Rp100 perak.

Rekor transfer tersebut terjadi setelah adanya silang sengketa antara klub Arseto dan Pelita Jaya yang sama-sama keukeuh memiliki pemain yang kini berusia 40 tahun tersebut. Alhasil, Indriyanto pun hanya dihargai Rp100 saat pindah klub dari Arseto Solo ke Pelita Jaya.

Rekor transfer termurah tersebut mungkin akan sulit dipecahkan oleh klub manapun di dunia. pasca pensiun dari sepakbola, Indriyanto yang kemudain dikenal dengan julukan Mr Cepek itu kini aktif sebagai pelatih sepakbola untuk para pemain belia.


4. Eric Djemba Djemba

Kasus transfer Erick Djemba-Djemba ke klub Persipa Padalarang memang sama sekali tak menyalahi aturan yang berlaku. Namun terdengar aneh, karena pemain sekelas Djemba Djemba yang pernah membela Manchester United justru memutuskan untuk bergabung bersama klub level Liga Antarkampung (Liga Tarkam).

Pada 2015 silam, pemain berpaspor Kemarun itu sempat diketahui bergabung dengan Persebaya Surabaya, sebelum akhirnya nasibnya terkatung-katung karena pembekuan PSSI. Hingga pada akhirnya, gelandang yang diboyong manajer Sir Alex Ferguson pada 2013 itu berlabuh ke klub Persipa Padalarang.

Djemba Djemba yang telah malang melintang membela klub diberbagai negara, dari Qatar hingga Israel tampaknya tak bersedih, meskipun kini ia hanya bermain di tim sekelas tarkam. Pemain berusia 35 tahun itu justru mengakui bahawa dirinya bahagia karena dapat merumput di Persipa.

“Meskipun saya telah bermain di Manchester United dan Aston Villa, dan sekarang bermain di Indonesia, bagi saya itu semua sama saja. Bermain sepakbola di sini tak berbeda daripada di tempat lain," ujarnya.

Greg NwokoloEric Djemba-DjembaIndriyanto NugrohoOktovianus ManianiLiga Indonesia

Berita Terkini