x

Analisis Penyebab Kurang Bersatunya Duet Evan Dimas-Stefano Lilipaly

Jumat, 11 November 2016 21:44 WIB
Editor: Yohanes Ishak
Stefano Lilipaly dan Evan Dimas

Kehadiran pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly ke dalam skuat timnas Indonesia diharapkan mampu menjadi kekuatan tambahan bagi Skuat Merah Putih, khususnya di lini tengah, baik di laga uji coba maupun Piala AFF 2016 nanti. Laga uji coba tandang Indonesia ke Vietnam menjadi laga perdana gelandang klub Belanda SC Telstar itu bersama armada Alfred Riedl.

Lilipaly pun diduetkan bersama gelandang Bhayangkara FC, Evan Dimas Darmono, yang sebelumnya telah menjadi andalan Timnas Indonesia di lini tengah. Duet maut yang diharapkan tercipta dari kedua pemain ini justru tak nampak dalam laga uji coba kontra Vietnam.

Kekalahan justru ditelan Tim Garuda untuk pertama kalinya, semenjak menghadapi Malaysia dalam laga uji coba perdana pasca lepas dari sanksi FIFA. Indonesia harus mengakui keunggulan Tim berjuluk The Golden Stars itu dengan skor tipis 2-3.

Padahal sebelumnya, Indonesia sukses menahan imbang Vietnam saat mereka berjibaku di Stadion Maguwuharjo, Sleman, 9 Oktober 2016 lalu. Lilipaly dan Evan Dimas tentunya tak dapat dikambing hitamkan begitu saja untuk kekalahan Indonesia, karena faktor lain tentunya dapat menjadi penyebab.

Namun yang terlihat, penampilan Evan dan Lilipaly memang belum sepenuhnya menyatu mengingat mereka baru pertama kali dipasangkan saat menghadapi Vietnam.

Berikut ini INDOSPORT mencoba untuk menganalisis beberapa penyebab kurang padunya Stefano Lilipaly dengan Evan Dimas:


1. Stefano Lilipaly Bukan Jadi Pilihan Utama

Stefano Lilipaly

Pemanggilan Stefano Lilipaly ke Timnas Indonesia sempat memunculkan pertanyaan, mengingat peran Lilipaly sebagai gelandang sebelumnya telah diisi oleh sosok Evan Dimas. Selain Evan, deretan lini tengah Tim Garuda juga telah dipadati oleh para pemain lain seperti Bayu Pradana, Dedi Kusnandar, Andik Vermansah dan Rizky Pellu.

Namun dalam salah satu kesempatan, asisten pelatih Timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, sempat menyebut jika kehadiran Lilipaly menjadi pelengkap di dalam tim.

Pikal menyebut Tim Garuda tak akan menonjolkan atau bergantung pada pemain manapun, termasuk Evan Dimas yang mungkin sudah menyatu bersama Timnas Indonesia sebelum kehadiran Lilipaly.

"Ini penting untuk roda formasi. Jadi kita tidak mau tergantung dengan satu pemain," ucap Pikal kepada INDOSPORT.

"Jadi seandainya kita mengganti pemain A dengan B, dan kemampuan si B itu sama dengan A jadi tidak mengubah formasi," tambahnya.

Bisa jadi, kenyataan ini membuat Stefano Lilipaly yang telah lama bermain di luar Indonesia menjadi sedikit kurang percaya diri. Hal tersebut dikarenakan, dirinya yang harus bersaing dengan beberapa wajah pemain Timnas yang mungkin terlihat baru baginya.


2. Stefano Lilipaly Belum Bersatu dengan Tim

Stefano Lilipaly

Selain rasa percaya diri yang belum berkembang, minimnya waktu adaptasi menjadi penyebab lain Lilipaly belum berhasil menunjukkan permainan terbaiknya, saat diturunkan menghadapi Vietnam. Maklum saja, Lilipaly baru bergabung bersama timnas satu hari jelang turun menghadapi Vietnam.

Selain itu, di laga kontra Vietnam, pemain berusia 26 tahun tersebut juga tak dipasang di ‘habitat’ aslinya.

Sebagai informasi, Lilipaly saat memperkuat klub SC Telstar lebih sering dipasang menjadi bek sayap, sementara di Timnas ia mengisisi posisi gelandang bertahan, mengantikan posisi Bayu Pradana.

Sebelum menghadapi Vietnam, Pikal telah menyebutkan jika tim pelatih tak memberikan beban atau target apapun bagi Lilipaly. Mereka akan memberikan kesempatan bagi mantan bintang Persija tersebut untuk membuktikan diri.

“Stefano kita pikir dia punya kualitas. Dia dapat bermain di berbagai posisi tak hanya sebagai CMF. Dia bisa MF Wing, bahkan tahun lalu bersama FC Telstar dia sempat bermain sebagai bek kanan. Dia multi fungsi dan itu bagus," puji Pikal.


3. PR buat Alfred Riedl

Alfred Riedl, pelatih Timnas Indonesia.

Evan Dimas tampak sedikit dikorbankan saat Riedl memutuskan untuk menduetkannya bersama Lilipaly di lini tengah. Pemain yang pernah menuntut ilmu bersama klub La Liga, Espanyol tersebut dipasang agak sedikit ke belakang dari posisi aslinya.

Ada kesan sedikit memaksakan untuk menduetkan Lilipaly dan Evan Dimas di lini tengah. Karena hal tersebut membuat kreativitas Evan justru tak secemerlang biasanya saat ia dipasang di lini tengah, apalagi Lilipaly juga belum dapat padu sepenuhnya bersama tim karena waktu adaptasi yang singkat.

Riedl mungkin harus memikirkan ulang untuk mempertahankan duet keduanya di lini tengah, karena sudah saatnya Tim Garuda menemukan kekompakan jelang Piala AFF yang semakin dekat. Pilihan paling realistis adalah menjadikan salah satu pemain tersebut sebagai cadangan ketimbang memainkan keduanya yang menggangu keseimbangan permainan.

Evan Dimas mungkin menjadi pilihan paling masuk akal karena kemampuannya telah terbukti sukses mejadi supplier bola bagi lini depan timnas. Berbeda dengan Lilipaly yang belum menemukan permainan terbaiknya, karena ia butuh waktu lebih untuk beradaptasi dengan gaya permainan Timnas.

Namun tentunya, Riedl menjadi penentu semuanya, siapa yang ia anggap berhak mengisi skuat utama. Jadi tak menutup kemungkinan Riedl akan tetap mempertahankan duet Lilipaly-Evan Dimas untuk menemukan permainan terbaik keduanya bersama-sama.  

VietnamEvan DimasStefano LilipalyTimnas IndonesiaLiga Indonesia

Berita Terkini