x

Profil Tim Grup A Piala AFF 2016: Singapura

Minggu, 13 November 2016 16:22 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim

Singapura merupakan negeri kecil yang kerap menjadi persinggahan para turis dunia, bahkan, beberapa di antara mereka menjadi penduduk negara yang menggunakan bahasa Inggris, sebagai bahasa utama mereka.

Maka, tak heran jika hal itu berdampak kepada Timnas Singapura yang memiliki beberapa pemain naturalisasi, di mana beberapa di antara mereka menjadi tulang punggung tim dalam beberapa tahun terakhir, seperti Mustafic Fahrudin yang berasal dari Yugoslavia, Daniel Bennett yang berasal dari Inggris, dan Shi Jiayi kelahiran China.

Meski begitu, darah melayu yang saat ini terpinggirkan di Singapura, masih mendarah daging di kubu Timnas Singapura dan menjadi bagian permainan tim. Timnas Singapura dilatih oleh legenda sepakbola mereka, Varadaraju Sundramoorthy.

Pria berusia 51 tahun itu memiliki kemampuan baik dalam meramu taktik, dengan memaksimalkan pemain-pemain yang dimilikinya. Singapura di perhelatan Piala AFF kali ini tidak menempati status sebagai tim unggulan, karena jarang menjadi pembicaraan, terutamanya karena peringkat dunia mereka yang menurun saat ini.

Meski begitu Singapura tetap diwaspadai sebagai kuda hitam turnamen, dan bisa tampil mengejutkan lolos grup, hingga menjadi juara dan memecahkan rekor Piala AFF.

Lantas, siapa saja pemain yang akan diandalkan Sundramoorthy di Piala AFF 2016? Taktik apa yang mereka gunakan? Berikut penjabaran profil singkat Timnas Singapura untuk pembaca setia INDOSPORT:


1. 1. Profil

Fluktuasi performa masih dialami Timnas Singapura

Dari perhelatan Piala AFF yang sebelumnya bernama Tiger Cup, hingga kini bernama AFF Suzuki Cup, Singapura bersanding dengan Thailand, sebagai negara peraih titel terbanyak di pesta sepakbola Asia Tenggara.

Baik Singapura atau Thailand sama-sama mengoleksi empat trofi, dan sudah tentu kedua negara itu memiliki motivasi tambahan untuk memecahkan sejarah, sebagai tim peraih trofi Piala AFF terbanyak.

Singapura memenanginya pada 1998, 2005, 2007, dan 2012, lebih hebatnya lagi mereka selalu memenanginya di satu kesempatan laga final. Fakta itu jelas berbeda dengan Indonesia yang mendapat julukan spesialis runner up, karena empat kali menjadi juara kedua di Piala AFF 2000. 2002, 2004, dan 2010.

Singapura pernah mencapai peringkat tertinggi FIFA pada Agustus 1993, kala itu mereka menempati peringkat 73. Namun saat ini, Singapura berada di peringkat 171, turun drastis 16 peringkat, terhitung per tanggal 20 Oktober 2016.

Hal itu terjadi karena sejak Juni 2016, Singapura tak pernah menang di laga uji coba selama tujuh pertandingan, terhitung sejak melawan Vietnam, Kamboja, Bahrain, Malaysia, Hong Kong, dan terakhir melawan Suriah pada 9 November 2016.

Fluktuasi performa Singapura juga terjadi sejak 1993 dengan berbagai alasan, seperti salah satunya yang utama adalah hobi FAS (federasi sepakbola Singapura) mengganti pelatih dalam kurun waktu singkat.

Sejak dilatih PN Sivaji pada 1993 hingga saat ini dilatih Sundramoorthy, hanya Radojko Avramovic yang melatih Singapura  dalam waktu yang panjang sejak 2003 hingga 2012, sisanya seperti Ken Worden, Douglas Moore, Barry Whitbread, Vincent Subramaniam, lebih banyak melatih dalam waktu singkat.

Tak pelak kiprah Sundramoorthy saat ini akan dinanti publik Singapura, karena ia sudah menyiapkan tim sejak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia.


2. 2. Pelatih

Pelatih Timnas Singapura, Varadaraju Sundramoorthy tengah mendapat sorotan saat ini.

Semasa aktif menjadi pesepakbola profesional, Sundramoorthy menjadi pemain kedua Singapura yang meniti karier di luar negeri, setelah Fandi Ahmad yang sukses bersama klub Belanda, FC Groningen. Namun karier Sundramoorthy di di klub Swiss, Basel, tidak secemerlang Fandi Ahmad.

Pada akhirnya ia kembali bermain di Asia bersama Kedah, Pahang, Singapore FA, Kelantan, Woodlands Wellington, hingga akhirnya pensiun di Jurong. Sundramoorthy ditunjuk oleh FAS pada Mei 2016, menggantikan Bernd Stange, dan dikontrak selama setahun.

Sundramoorthy sudah menjalani karier kepelatihannya sejak 1999, kala menjalani tugas sebagai pemain pelatih di Jurong, sebelum akhirnya melatih NFA U-18, Young Lions, LionsXII, Timnas Singapura (pelatih sementara), Negeri Sembilan, Tampines Rovers, dan kembali ditunjuk tahun ini.

Pengalaman melatihnya itu pun akan jadi kunci andalan Sundramoorthy untuk memotivasi Shahril Isak dan kawan-kawan di Piala AFF 2016. Tugas berat menanti Sundramoorthy, karena ia tengah mendapatkan sorotan tajam, menyusul enam laga tak pernah menang, di mana lima di antaranya berakhir kekalahan.

Tentu Sundramoorthy tak ingin kontraknya berakhir lebih cepat, dan ia dituntut untuk menemukan formasi atau susunan pemain terbaik untuk Singapura, sebelum laga pertama grup A melawan Filipina.

Kunci bagi Sundramoorthy adalah tetap fokus melatih Singapura, tanpa embel-embel memikirkan bayang-bayang kesuksesan Avramovic yang sudah memberikan tiga gelar Piala AFF kepada Timnas Singapura.

Sundramoorthy bisa mengandalkan pemain-pemain senior seperti Baihakki Khaizan, Mustafic Fahrudin, Shahril Ishak untuk membimbing pemain muda bertalenta seperti Irfan Fandi, Anumanthan Kumar, dan pemain lainnya.


3. 3. Pemain Kunci

Timnas Singapura punya kombinasi pemain muda dan tua di Piala AFF 2016.

Daniel Bennett (38 tahun), Fahrudin (35 tahun), Khaizan (32 tahun), Ishak (32), Khairul Amri (31 tahun), memang tak lagi muda. Namun bisa jadi perhelatan Piala AFF 2016 kali ini, menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk mempersembahkan performa terbaik, demi membawa Singapura meraih kesuksesan dan memecahkan sejarah.

Stamina bermain mereka memang sudah tidak seenerjik dahulu, namun kelas bermain selalu permanen, dan pengalaman mereka sangat membantu pemain-pemain muda Singapura.

Mereka tidak harus menanggung sendiri beban Singapura untuk keluar dari keterpurukan enam laga tak pernah menang. Pasalnya Singapura juga memiliki talenta muda berbakat yang kerap dijuluki Cristiano Ronaldo Asia, Irfan Fandi, yang notabene putra dari legenda sepakbola Singapura, Fandi Ahmad.

Baru berusia 19 tahun, ia dapat menjadi pemain kunci dan senjata rahasia Sundramoorthy di Timnas Singapura. Irfan Fandi punya kaki yang lincah dalam melalui lawan, bermain melebar, menjemput bola, dan bermain kolektif jika tak memiliki peluang untuk mengonversi peluang menjadi gol.

Fakta tambahan dari keempat pemain senior itu, keempatnya pernah bermain di Indonesia. Fahrudin bermain untuk Persija Jakarta dan Persela Lamongan, Ishak untuk Persib Bandung, Khaizan untuk Persija Jakarta dan Persib Bandung, sementara Amri untuk Persiba Balikpapan.

Pengalaman itu akan berharga bagi Singapura ketika menghadapi Indonesia pada laga ketiga penyisihan grup A, yang berlangsung 25 November 2016 di Philippine Sports Stadium.


4. 4. Prediksi Formasi dan Susunan Pemain

Timnas Singapura berpotensi menggunakan formasi 4-4-2.

Di era Stange, Singapura menggunakan pakem formasi klasik 4-4-2 dan taktik itu disinyalir takkan banyak mengalami banyak perubahan di era Sundramoorthy. Pasalnya waktu persiapan Singapura sangat mepet saat ini, dan mengubah formasi bukan opsi yang tepat.

Mematangkan strategi yang ada akan lebih bijak. Pekerjaan rumah bagi Sundramoorthy saat ini adalah, mencari pemain yang tepat untuk mengisi formasi tersebut, karena Sundramoorthy masih mencari pemain-pemain terbaiknya.

Starting line up Singapura diprediksi takkan lagi ditempati oleh Khaizan atau Fahrudin, karena keduanya sudah berusia kepala tiga lebih, dan skuat lebih diisi oleh pemain yang lebih muda.

Pemain senior yang disinyalir bermain dari awal laga hanya Ishak atau Amri, sementara sisanya adalah pemain-pemain muda yang dipanggil Sundramoorthy untuk skuat sementara Singapura saat ini.

Prediksi Susunan Pemain Singapura di Piala AFF 2016:

Timnas Singapura (4-4-2): Hassan Sunny; Safuwan Baharudin, Shakir Hamzah, Ismail Yunos, Juma’at Jantan; Hariss Harun, Yasir Hanapi, Zulfahmi Arifin, Shahril Ishak; Irfan Fandi, Khairul Amri

SingapuraBola InternasionalMustafic FahrudinIrfan FandiProfil Tim Piala AFF 2016Varadaraju Sundramoorthy

Berita Terkini