3 Eks Man United yang Miliki Kisah dan Kepedulian pada Bayi Prematur
"Jumlah bayi yang lahir prematur tiap tahunnya terus meningkat, butuh kerja semua orang agar bayi-bayi ini terus bertahan,"
Begitu ucapan dari eks bek Manchester United, Phil Neville. Putri dari Neville, Isabella ialah salah satu dari jutaan anak di dunia yang lahir prematur.
stokesentinel.co.uk melansir bahwa di Inggris saja tiap tahunnya lahir 60ribu bayi secara prematur dari 15juta bayi lahir prematur di dunia.
Bayi disebut lahir prematur jika persalinan terjadi sebelum bayi mencapai usia 37 minggu di dalam rahim sang ibu. Bayi prematur, terutama yang lahir sebelum mencapai usia 32 minggu, sering kali mengalami berbagai masalah kesehatan.
Kelahiran prematur sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang sering tidak terprediksi.
Angka kematian untuk bayi prematur memang cukup rawan. Sejumlah dokter menyebut kematian pada bayi lahir berusia kurang dari satu tahun, sekitar 50 persennya ‘disumbang’ dari bayi prematur.
Atas dasar tersebut serta pengalaman pribadi sejumlah pesepakbola dunia memiliki kepedulian lebih untuk para bayi prematur. Siapa saja mereka? Berikut deretan pesepakbola yang peduli dengan bayi prematur untuk pembaca setia INDOSPORT:
1. Cristiano Ronaldo
Sikap dermawan bintang Real Madrid dan Portugal, Cristiano Ronaldo memang sudah banyak diketahui khalayak. Aksinya saat mengangkat anak korban Tsunami Aceh, Martunis jadi satu dari sekian banyak kedermawanan Ronaldo.
Eks pemain Man United ini juga diketahui memiliki kepedulian kepada para bayi prematur di seluruh dunia. Seperti dilansir arabianbusiness.com, pada 2014 lalu usai ia meraih gelar El Pichichi, gelar top skor di La Liga Spanyol, Ronaldo menunjukkan kepeduliannya pada bayi prematur.
Ronaldo tersentuh saat mengetahui seorang bayi prematur di Portugal bernama Margarida berjuang untuk hidupnya. Orang tua Margarida, Goncalo dan Eugenia Queiroz juga harus mencari uang sebanyak 2ribu dollar untuk pengobatan Margarida per hari.
"Mari kita mendukung Margarida. Semua bantuan akan sangat berarti untuk perjuangannya," kata Ronaldo lewat akun Facebook miliknya saat itu.
Margarida diketahui lahir prematur di usia 25 minggu kehamilan sang ibu, ia lahir dengan bobot tubuh 410 gram.
Postingan dari Ronaldo ini sangat berpengaruh pada perjuangan orang tua Margarida. Dalam hitungan minggu, banyak orang yang memberi bantuan hingga terkumpul donasi sebesar 100ribu Euro.
Nenek dari Margarida pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Ronaldo yang membuat banyak orang peduli pada Margardia dan bayi prematur.
"Setiap bantuan akan membuat banyak perbedaan. Saya berharap keluarga yang memiliki bayi prematur dapat tetap kuat," kata Ronaldo membalas ucapan terima kasih nenek Margarida.
2. Phil Neville
Pada 2004 lalu, Manchester United hanya mampu finish di urutan ketiga Liga Inggris. Musim itu juga, salah satu penggawa Manchester United, Phil Neville alami hal yang bisa dibilang sebagai hal terburuk sebagai orang tua.
Adik kandung dari Gary Neville itu mendapat kenyataan pahit, anak keduanya divonis dokter hanya akan mampu bertahan hidup selama 24 jam sejak kelahirannya. Anak kedua Phil itu lahir prematur di usia 30 minggu.
Beruntung bagi Phil dan sang anak yang ia beri nama Isabella mampu bertahan hidup lebih dari 24 jam.
"Ketika aku melihatnya, aku tidak bisa percaya 'benda' kecil ini adalah anakku. Dia berada di ventilator dan seluruh tubuhnya harus dipasang sejumlah kabel agar bisa menunjang hidupnya," kata Phil seperti dilansir Daily Mail.
Dokter saat itu mengatakan bahwa kemungkinan Isabella tidak akan bisa jalan. Setelah berada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) selama enam minggu lebih, Isabella diizinkan pulang oleh tim dokter.
Sang istri, Julie begitu trauma dengan kelahiran prematur Isabella. Namun Phil menguatkan Julie dan mereka harus terus berjuang untuk melanjutkan hidup.
Setelah keluar dari rumah sakit, Isabella selalu menderita sakit. Sampai pada akhirnya di usia 18 bulan sejak kelaharinnya, Isabella didiagnosis menderita Cerebral Ppalsy (cacat yang disebabkan adanya kerusakan otak).
"Kami hancur, kami tidak bisa berbuat banyak hal dengan putri kamu dan itu sangat menyakitkan," kata Phil.
Singkat cerita, berkat banyak bantuan dari rumah sakit, Isabella banyak mendapat bantuan medis untuk bisa mengobati penyakitnya tersebut.
Sadar bahwa masih banyak bayi prematur, Phil bersama sang istri sampai saat ini masih aktif di badan amal untuk bayi prematur.
"Isabella beruntung bisa mendapat banyak bantuan medis yang bagus namun tidak untuk bayi prematur di luar sana. Satu dari delapan bayi yang lahir di Inggris berstatus bayi prematur," kata Julie Neville.
3. Angel Di Maria
Selain Phil Neville, eks pemain Manchester United yang juga dianugrahi bayi prematur ialah Angel Di Maria. Anak pertama Di Maria, Mia Di Maria berstatus sebagai bayi prematur.
Pada 2014, Mia lahir lebih cepat tiga bulan seperti bayi normal. Sama dengan Phil, Di Maria harus mendapat kenyataan pahit bahwa nyawa sang anak terancam dengan status kelahirannya tersebut.
"Saat itu ada dokter yang memberitahu kami bahwa hal terburuk bagi Mia adalah kematian," kata pemain yang kini berkarier di Paris Saint Germain (PSG) tersebut.
Hampir 3 bulan, Mia berada di rumah sakit. Angel Di Maria dan sang istri, Jorgelina Cardoso mengaku selama perawatan Mia, mereka berdua banyak mendapat pelajaran,
Putri saya mengajari saya bahwa segala sesuatu adalah mungkin. Dia mengajari saya bahwa hal yang paling sulit adalah pada waktu yang paling mudah, bahwa upaya seseorang dapat dihargai oleh Tuhan,” kata Di Maria seperti dilansir Marca.
“Dia mengajari saya bagaimana untuk menghadapi masa sulit dan mampu menahan rasa sakit untuk lebih kuat. Segala sesuatu yang dia ajarkan ke saya membantu saya memiliki musim yang spektakuler dalam karier sepakbola.”
Saat pindah ke Manchester United dengan nilai transfer sebesar 75juta poundsterling, Di Maria langsung berada di garis terdepan kampanye dari United Nations Children's Fund (UNICEF) untuk bayi-bayi prematur di seluruh dunia.
Di Maria ikut dalam kampanye UNICEF untuk memberitahu kepada dunia soal kepedulian kepada bayi prematur.
"Menjadi orang tua bayi prematur tidak mudah, tapi kita harus terus berjuang," kata Di Maria.