Bobol Gawang Indonesia, Dokter Gigi Filipina Jaga Asa Lolos Penyisihan Grup
Gol pun tidak terhenti sampai di situ, karena Indonesia yang tajam dalam tiap serangan yang dibangunnya, kembali unggul dari gol Boaz Solossa. Akan tetapi kapten Filipina, Phil Younghusband, melesakkan tendangan bebas yang mengoyak jala gawang Kurnia Meiga Hermansyah.
Saat gol didominasi oleh aksi kapten kedua tim dan bek Indonesia yang maju ke depan, nama Bahadoran pun muncul. Penyerang berusia 29 tahun berdarah Iran berpaspor Filipina itu, muncul sebagai pembangkit asa The Azkals untuk mengejar ketertinggalan.
Bahadoran pun menunjukkan determinasinya untuk terus menjaga mimpi masa kecilnya, memberikan kebanggaan untuk Filipina dan terus melanjutkan tugasnya sebagai pesepakbola profesional.
Misagh Bahadoran pasca membobol gawang Timnas Indonesia.
Percaya atau tidak, pemain berusia 29 tahun itu sebelumnya hanya berkeinginan untuk mengikuti keinginan sang ayah untuk menjadi dokter gigi. Bahadoran pun melanjutkan kuliahnya di Universitas Centro Escolar, Manila, saat kembali dari Iran, yang menjadi kampung halaman ibunya.
Di sana, fokus Bahadoran hanya melanjutkan studi untuk menjadi dokter gigi. Namun perlahan, hasrat besarnya untuk menjadi pesepakbola profesional tak terbendung, Bahadoran mencuri kesempatan dan menyalurkan hasratnya di futsal.
Bak rezeki yang datang dari banyak hal, Bahadoran menunjukkan potensinya di futsal hingga ia ditarik ke Timnas futsal Filipina. Pada 2009 ketika Dan Palami jadi manajer Timnas Filipina, Bahadoran pun ditarik.
Sejak saat itu, Bahadoran bermain di Pasargad, Kaya, Global FC dan melanjutkan mimpinya sebagai pesepakbola profesional. Jalan takdir yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
“Mimpi saya untuk membuat negara saya bahagia. Saya orang yang jika ingin meraih sesuatu, saya takkan mudah menyerah. Saya ingin menjadi pesepakbola sejak berusia tujuh tahun, dan saya percaya bahwa suatu hari saya akan jadi pemain profesional,” ucap Bahadoran di laman resmi Piala AFF.
Pasca mencetak satu gol ke gawang Timnas Indonesia, Bahadoran juga memuji perlawanan sengit yang diberikan tim besutan Alfred Riedl itu.
“Kami menekan mereka (Indonesia), tapi mereka tetap kuat saat menjaga zona bertahan dan mereka mendapatkan hasilnya. Indonesia bermain sangat baik. Secara bertahan, kerja mereka juga bagus dan mampu memanfaatkan keuntungan dari sepak pojok,” imbuh Bahadoran.