x

3 Bek Tengah Calon Pengganti Fachrudin dan Yanto Basna Saat Timnas Hadapi Vietnam

Selasa, 29 November 2016 14:59 WIB
Editor: Tengku Sufiyanto

Indonesia dipastikan melaju ke babak semifinal Piala AFF 2016 usai menjadi runner up Grup A. Timnas Garuda memperoleh 4 poin dari 3 laga.

Kepastian itu diperoleh usai Timnas mengalahkan Singapura dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup A. Dua gol Skuat Garuda dilesakkan Andik Vermansah (62') dan Stefano Lilipaly (85'). Satu gol Singapura dicetak oleh Khairul Amri pada menit ke-27.

Sebelumnya, Timnas kalah dari Thailand dengan skor 2-4. Lalu bermain imbang kontra tuan rumah Filipina dengan skor 2-2.

Boaz Solossa dan kawan-kawan mendampingi Thailand yang keluar sebagai juara Grup A dengan torehan 9 poin dari 3 laga. Timnas juga berhasil mengalahkan Filipina yang hanya mendapat dua poin, serta Singapura dengan koleksi satu poin.
 


Bek tengah Timnas Indonesia, Fachrudin Aryanto.

Di semifinal, Timnas Garuda bertemu dengan Vietnam yang keluar sebagai juara Grup B. Indonesia terlebih dahulu menjamu Vietnam di semifinal pertama pada tanggal 3 Desember 2016. Selanjutnya, Andik Vermansah dan kawan-kawan bertandang ke Vietnam pada tanggal 7 Desember 2016.

Semifinal lainnya mempertemukan Thailand kontra Myanmar. Thailand ke semifinal Piala AFF 2016 usai menjadi juara Grup A. Sedangkan Myanmar keluar sebagai runner up Grup B.

Indonesia harus kehilangan dua bek tengah andalannya, Fachrudin Aryanto dan Rudolof Yanto Basna saat menjamu Vietnam dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 3 Desember mendatang. Kedua pemain itu absen usai mendapat akumulasi kartu kuning. Keduanya mendapat kartu kuning saat Timnas menghadapi Filipina dan Singapura.
 


Bek tengah Timnas Indonesia, Rudolof Yanto Basna.

Absennya Fachrudin dan Yanto Basna tidak membuat pelatih Timnas, Alfred Riedl merasa terlalu pusing. Sebab, pelatih asal Austria itu memiliki stok pemain bek tengah yang tidak kalah kualitasnya dengan kedua pemain tersebut, yakni Gunawan Dwi Cahyo, Manahati Lestusen, dan Hansamu Yama Pranata.

Bahkan, ketiganya digadang-gadang bisa membuat lini belakang Indonesia lebih solid. Lalu bagaimana kekuatan tiga bek tengah pengganti Fachrudin dan Yanto Basna? Berikut INDOSPORT sajikan ulasannya:


1. Gunawan Dwi Cahyo

Gunawan Dwi Cahyo (tengah).

Terlahir kembali, kalimat itu pantas disematkan kepada Gunawan Dwi Cahyo. Bek tengah Persija Jakarta itu menjadi sosok menakutkan sebagai pemain bertahan yang memiliki insting tajam mencetak gol.

Ia menjadi top skor Persija di kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dengan raihan 4 gol bersama penyerang Emmanuel Pacho Kenmogne.

Padahal, sebelum kegemilangannya kembali, ia sempat mendapat banyak rintangan. Pemain kelahiran 20 April 1989 tersebut sempat menderita cedera lutut dengan jangka waktu setengah tahun lamanya.
 


Gunawan Dwi Cahyo saat membela Persija Jakarta.

Cedera itu diperolehnya pada tahun 2012 atau setahun usai kegemilangannya membawa Timnas Indonesia U-23 masuk ke final SEA Games 2011 Jakarta. Sayang, ia gagal mempersembahkan medali emas bagi Indonesia usai takluk dari Malaysia melalui adu tendangan penalti.

Kini, Gunawan bisa dijadikan opsi utama untuk menggantikan peran Fachrudin Aryanto atau Rudolof Yanto Basna di jantung pertahanan Timnas saat menghadapi Vietnam. Kemampuannya yang selalu unggul duel udara, serta postur tubuh yang tinggi menjadi senjata ampuh yang mematikan pergerakan para pemain depan Vietnam nantinya.


2. Manahati Lestusen

Manahati Lestusen.

Posisi sejatinya adalah seorang gelandang bertahann, namun Manahati Lestusen bisa diplot sebagai bek tengah ataupun bek kiri-kanan. Kemampuannya dalam hal membaca pergerakan lawan, kecepatan yang sangat baik, disiplin dalam menjaga pertahanan, skill individu yang mumpuni, serta fisik prima menjadi senjata keunggulannya.

Ia bisa menjadi opsi utama pengganti peran Fachrudin Aryanto atau Rudolof Yanto Basna di jantung pertahanan Timnas saat menghadapi Vietnam. Terutama kecepatannya yang sangat dibutuhkan, lantaran pemain depan Vietnam memiliki speed yang luar biasa dalam berlari.
 


Manahati Lestusen.

Tak hanya itu, ia memiliki pengalaman yang tak kalah dari para pemain senior Timnas. Pengalaman itu bisa meningkatkan mental bertandingnya.

Pemain jebolan progam SAD Uruguay itu pernah membela Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2013 Myanmar, serta Asian Games 2014. Ia juga pernah membela Timnas di Piala AFF 2014.

Saat ini, Manahati sudah menorehkan satu kali penampilan bersama Timnas Garuda di Piala AFF 2016. Ia turun kala Indonesia menang 2-1 atas Singapura di laga terakhir Grup A Piala AFF 2016.

Dalam pertandingan tersebut, Manahati turun sebagai bek kanan. Ia menggantikan peran Benny Wahyudi di babak kedua.


3. Hansamu Yama Pranata

Hansamu Yama Pranata.

Hansamu Yama Pranata menjadi opsi terakhir pengganti peran Fachrudin Aryanto atau Rudolof Yanto Basna di jantung pertahanan Timnas saat menghadapi Vietnam. Pemain asal klub Barito Putera itu digadang-gadang paling berpeluang besar turun di laga kontra Vietnam.

Sebab, Hansamu memiliki kemampuan yang hampir mirip dari Fachrudin Aryanto atau Rudolof Yanto Basna. Ia memiliki postur tinggi badan yang mencapai 180 cm. Hansamu amat tangguh dalam duel-duel udara.
 


Hansamu Yama Pranata.

Kemampuannya membaca pergerakan lawan sangat baik. Hal itu pernah diperlihatkannya ketika membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 2013 lalu.

Apalagi, Hansamu sudah memiliki pengalaman bertanding di usianya yang terbilang masih muda (21 tahun). Ia pernah menjadi bek tengah utama Timnas U-19 dan Timnas U-23 di SEA Games 2015 Singapura.

IndonesiaPiala AFF 2016VietnamHansamu Yama PranataManahati LestusenGunawan Dwi CahyoTimnas IndonesiaLiga Indonesia

Berita Terkini