Ditinggal Ibrahimovic ke Man United, PSG Masih Belum Move On
Unai Emery mengatakan bahwa Paris Saint-Germain (PSG) masih beradaptasi dengan ketidakhadiran Zlatan Ibrahimovic di skuatnya. Sepeninggalan Ibra di musim panas 2016 lalu, PSG belum menemukan permainan optimal, menurut Emery. Hal ini membuat seolah PSG tak bisa beranjak atau move on dari hengkangnya penyerang asal Swedia itu.
Kehebatan Ibra juga menjadi salah satu sambutan yang Emery terima ketika pertama kali menapakkan kaki di Paris. "Ketika saya tiba di PSG, saya diberitahu banyak soal Zlatan Ibrahimovic," kata Emery dilansir dari Daily Mail.
Unai Emery saat tiba di PSG.
Ketajaman lini depan PSG tidak konsisten di setiap pertandingan yang sudah dijalani. Enam kemenangan dari tujuh laga memang membuat The Parisians berasa di peringkat ketiga teratas klasemen sementara Ligue 1 Prancis 2016/17, dengan perolehan 32 poin. Namun, Emery merasa skuatnya sedang goyah setelah kepergian Ibra.
Zlatan Ibrahimovic (kanan) saat masih berseragam PSG bersama Edinson Cavani.
Bagi Emery, kondisi ini memang tak sempurna tapi masih wajar. "Ini normal, dia adalah salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah klub. Saya rasa kami sedang belajar bermain tanpanya," ujar Emery.
Namun, PSG masih bisa menggantungkan harapan kepada Edinson Cavani yang keluar dari bayang-bayang Ibra. Penyerang Uruguay itu sudah mencetak 18 gol dari 17 laga musim ini. "Cavani mencetak banyak gol, dia bermain bagus dengan kepercayaan diri tinggi," Emery memberikan pendapatnya soal Cavani.
PSG kini harus menemukan permainan yang konsisten. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Emery sebagai pelatih utama. "Ide utamanya adalah klub tumbuh selangkah demi selangkah. Saya harus bekerja sama dengan tim dan klub akan membantu dalam urusan transfer."