x

Lawan Vietnam, Indonesia Wajib Mewaspadai 3 Pemain Ini

Jumat, 2 Desember 2016 09:45 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim

Pada laga yang akan berlangsung Sabtu (03/12/16), kedua tim memiliki motivasi dan ambisinya sendiri. Indonesia ingin mengakhiri kutukan spesialiasi finalis, sementara Vietnam ingin menjaga momentum dan menjuarai Piala AFF untuk kedua kalinya.

Indonesia sendiri takkan diperkuat dua bek andalan yang kerap dimainkan Alfred Riedl, Rudolof Yanto Basna, dan Fachrudin Wahyudi, karena akumulasi kartu. Pertahanan yang sudah kebobolan tujuh gol di penyisihan Grup A itu pun akan diuji para pemain Vietnam.

The Golden Stars punya segudang pemain berkualitas yang dapat mengancam pertahanan Skuat Garuda, apalagi sama seperti Indonesia, Vietnam juga mengandalkan kecepatan dalam permainannya.

Tak pelak jual beli serangan berpotensi terjadi di Pakansari, terutamanya kedua negara itu sudah saling bertemu satu sama lain di dua laga uji coba sebelumnya.

Kala menyambangi Stadion Maguwoharjo, Sleman, Indonesia imbang 2-2 dengan Vietnam. Sementara saat bermain di Stadion My Dinh, Indonesia kalah 2-3.

INDOSPORT pun coba merangkum tiga pemain kunci atau andalan Vietnam, yang dapat memberikan ancaman kepada pertahanan Indonesia dan patut diwaspadai Tim Merah Putih. Siapa saja mereka?


1. Lee Cong Vinh

Lee Cong Vinh (kanan) jadi ancaman nyata pertahanan Indonesia

Dalam buku sejarah sepakbola Vietnam, Lee Cong Vinh dikenal sebagai pemain bertalenta dan terhebat The Golden Stars. Pasalnya di usia 30 tahun, ia sudah memecahkan rekor sebagai penampil terbanyak (83 caps) dan top skor negara dengan 51 golnya.

Saat ini, ia seperti halnya Boaz Solossa di Timnas Indonesia yang jadi ujung tombak andalan dan juga kapten tim. Cong Vinh telah mencetak dua gol di fase Grup B dan jadi ancaman pertahanan Indonesia.

Apalagi Cong Vinh memiliki motivasi tambahan untuk mencetak dua gol di Piala AFF, hingga ia sejajar dengan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala AFF, yang juga legenda Timnas Singapura, Noh Alam Shah, dengan koleksi 17 gol.

Cong Vinh dikenal sebagai bomber yang lincah, tajam, dan terlibat aktif dalam permainan yang dibangun Vietnam. Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal sudah mengakui kehebatannya.

"Nomor 9 (Cong Vinh), 10 (Nguyen Van Quyet), 11 (Pham Thanh Luong), dan 21 (Nguyen Van Toan) semua berbahaya. Tapi yang paling dikenal itu memang nomor 9," tegas Pikal.

"Saya mengenalnya selama 13 tahun. Kami tahu dia berbahaya, tapi pemain Vietnam lainnya tidak kalah berbahaya," sambung Riedl.

Ambisi, pengalaman, dan pertahanan Indonesia yang bermain tanpa Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Wahyudi, jelas harus mewaspadainya.


2. Nguyen Van Quyet

Nguyen Van Quyet punya determinasi bermain yang dapat merepotkan Indonesia.

Bukan hanya Cong Vinh yang berbahaya bagi Indonesia, karena tandemnya, Van Quyet juga sangat berbahaya. Terpaut lima tahun lebih muda dengan Cong Ving, Van Quyet punya energi lebih untuk memaksa atau mengajak berlari bek Indonesia.

Permainannya dikenal cepat, determinasi atau daya juang yang tinggi, dan juga piawai dalam mencari ruang. Pemain yang bermain di Hanoi T&T dapat bermain sebagai penyerang sayap dan juga gelandang serang.

Determinasi bermainnya itu wajib diwaspadai pertahanan Indonesia. Apalagi ia berambisi membawa Vietnam lolos ke final dan menjadi juara seperti halnya pada tahun 2008.

Kerja samanya dengan Cong Vinh patut menjadi perhatian Indonesia, karena pergerakkan keduanya merepresentasikan permainan Vietnam yang enerjik dan mengandalkan kecepatan dalam berakselerasi.


3. Luong Xuan Truong

Luong Xuan Truong punya permainan yang stabil dan tenang dalam mengatur tempo di lini tengah.

Namanya tidak terkenal di kalangan sepakbola Asia, apalagi Asia Tenggara. Namun pelatih Nguyen Huu Thang membawanya dengan alasan kuat.

Xuang Truong merupakan satu dari dua pemain yang bermain di luar negeri, selain Nguyen Cong Phuong yang bermain di klub Jepang, Mito HollyHock. Xuang Truong bermain untuk klub Korea Selatan, Incheon United.

Di usia 21 tahun, Xuan Truong sudah bermain di luar negeri dan hal itu wajar, jika melihat permainannya yang dewasa dan tenang di lini tengah permainan.
 

Seperti halnya Michael Carrick dan Xavi Hernandez, Xuan Truong juga pandai mengatur tempo bermain, menguasai penguasaan bola, dan punya visi bermain yang bagus.

Tak heran jika Vietnam dominan meraih tiga kemenangan beruntun di Grup B, dan Huu Thang mengandalkannya di lini tengah. Tipe bermain Xuang Truong cocok untuk menunjang formasi dan filosofi modern sepakbola saat ini.

Xuan Truong bisa jadi tidak secara langsung memberikan ancaman ke pertahanan Indonesia, namun kemampuan bermainnya itu harus diwaspadai Evan Dimas Darmono, yang akan langsung berhadapan dengannya di lini tengah.

Apalagi jika Vietnam menguasai penguasaan bola, Xuan Truong bisa mendekati area 16 meter Indonesia dan melesakkan tendangan spekulasi jarak jauh.

Piala AFF 2016Timnas IndonesiaBola InternasionalNguyen Van QuyetLee Cong VinhTimnas VietnamLuong Xuan Truong

Berita Terkini