FIFA Resmi Gunakan Video Replay untuk Bantu Wasit
Beberapa percobaan sebenarnya sudah pernah dilakukan di sejumlah pertandingan internasional di Italia, seperti ketika tim nasional Gli Azzurri ditahan imbang Jerman bulan lalu. Hanya saja, video assistant referees (VARs) tidak diizinkan untuk men-transmit informasi langsung ke pengadil lapangan.
Mengenai VARs, nantinya akan dijalankan oleh seluruh staf di dalam ruang pengoperasian video, untuk kemudian dilaporkan langsung ke wasit yang ada di lapangan. Mereka akan memberitahukan kesalahan yang dibuat pengadil, sehingga bisa mempengaruhi keputusannya jika memang dibutuhkan.
Lalu, wasit bisa melakukan tinjauan langsung melalui cuplikan yang dimaksudkan oleh staf di ruang operasi video di sisi lapangan agar semakin mantap dalam membuat keputusan. Tapi wasit akan tetap melanjutkan keputusan pertama yang ia lakukan selagi replay ditayangkan.
Kepala Pengembangan Teknik FIFA, Marco van Basten mengatakan jika hal ini adalah sebagai langkah nyata dalam penggunaan teknologi di sepakbola.
"Ini sekaligus menjadi langkah besar dalam percobaan teknologi, khususnya dalam olahraga sepakbola," kata mantan pemain tim nasional Belanda dan AC Milan era 80-an hingga 90-an itu jelang pembukaan Piala Dunia Antar Klub di Yokohama dan Osaka.
"Di waktu yang bersamaan, penting untuk diketahui bahwa kita semua sedang memasuki era di mana kita tidak terbatas akan teritorial apapun, sebentar lagi kita akan sama-sama menjadi saksi," tambah van Basten lagi penuh semangat.
Selanjutnya, percobaan penggunaan video replay akan diberlakukan tahun 2017 mendatang di 12 negara, mereka diantaranya adalah Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia, Brazil, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Italia, Meksiko, Portugal dan Qatar.
Rencana penggunaan video ulangan ini sebelumnya sempat mendapat penolakan dari sejumlah pihak termasuk FIFA. Sebab, teknologi video dikhawatirkan terlalu mengatur jalannya pertandingan yang idealnya tetap dipimpin wasit yang memiliki semangat kemanusiaan (human being).
Lalu, bagaimana dengan Indonesia?
(Gregah Nurikhsani)