x

6 Penggawa Timnas Indonesia yang Belum Terpakai di Piala AFF 2016

Sabtu, 17 Desember 2016 12:57 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim

Berbekal kemenangan 2-1 di leg pertama dari gol Rizky Pora dan Hansamu Yama Pranata, yang membalas gol Teerasil Dangda, Indonesia akan menyambangi Stadion Rajamangala, Bangkok, di leg kedua yang berlangsung hari ini pukul 19.00 WIB.

Sejauh ini, total enam laga telah dilalui Skuat Garuda dari penyisihan grup A melawan Thailand, Singapura, dan Filipina, hingga laga kandang-tandang kontra Vietnam di semifinal.

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl pun telah memainkan sebagian besar pemain dari total 23 pemain yang dibawanya ke pesta sepakbola Asia Tenggara itu. Namun, dari total 23 pemain itu, ada enam pemain yang sampai saat ini belum bermain.

Siapa saja mereka? Bermain di posisi apa dan apa alasan Riedl membawa mereka dalam skuat Timnas Indonesia untuk di Piala AFF 2016? Berikut INDOSPORT coba menjabarkan alasan, mengapa keenamnya belum bermain hingga saat ini. 


1. Teja Paku Alam

Teja Paku Alam dipanggil masuk Timnas Indonesia sebagai pelapis ketiga Kurnia Meiga Hermansyah dan Andritany Ardhiyasa.

Kiper berusia 22 tahun Sriwijaya FC dipanggil oleh Riedl sebagai pengganti Dian Agus Prasetyo, yang tak kunjung sembuh dari cedera. Bersama Andritany Arhidayasa, Teja Paku Alam merupakan kiper dengan penyelamatan terbanyak di Torabika Soccer Championship (TSC).

Dari catatan Labbola, Teja terhitung sejak 7 Juni 2016, telah melakukan 18 penyelamatan bersama Laskar Wong Kito.

Tak pelak pemanggilannya dimaksudkan sebagai pelapis sekaligus pesaing Andritany dan Kurnia Meiga Hermansyah. Dimaklumi, jika Teja belum sama sekali bermain, karena usianya masih muda dan kariernya masih panjang.

Pemanggilan ini bisa jadi pengalaman internasional Teja bersama Timnas, dan jika ia konsisten bermain di level klub, hanya masalah waktu saja, untuk melihatnya menjadi kiper nomor satu Indonesia. Ia berpotensi mengikuti jejak mantan kiper Sriwijaya yang pernah menjadi kiper timnas Indonesia, Ferry Rotinsulu.


2. Andritany Ardhiyasa

Andritany Ardhiyasa kalah bersaing dengan Kurnia Meiga Hermansyah.

Penjaga gawang berusia 24 tahun yang bermain di Persija Jakarta, sedianya diprediksi sebagai pesaing kuat Kurnia Meiga, apalagi kiper Arema Cronus itu sempat dililit cedera. Terutamanya, karena Andritany punya statistik fantastis 101 kali melakukan penyelamatan, dari total 24 laga bersama Macan Kemayoran di TSC.

Namun, Riedl lebih percaya pengalaman di atas segalanya, hingga Kurnia Meiga tetap dipercaya tampil di seluruh laga Indonesia di Piala AFF 2016.

Saran dan opini sudah banyak muncul dari Indonesia untuk Riedl memainkan Andritany, namun pria Austria berusia 67 tahun itu tak bergeming dengan keputusannya, meski Kurnia Meiga sejauh ini tak pernah mencatatkan clean sheet alias tidak kebobolan.


3. Abdul Rahman

Bek muda Persiba Balikpapan, Abdul Rahman, kalah bersaing dengan konsistensi bermain Abduh Lestaluhu.

Dimainkan di laga uji coba kontra Malaysia, pemain yang berposisi sebagai bek kiri diprediksi diprediksi akan menjadi bek kiri Timnas di Piala AFF 2016. Namun nyatanya, justru pos itu ditempati oleh pemain PS TNI, Abduh Lestaluhu.

Eks pemain Persija Jakarta itu taktis dalam bertahan dan tahu momen untuk menyerang, hingga ia menggeser posisi Abdul Rahman. Selain itu dewi fortuna juga belum menyertainya, karena cedera kecil mengganggu persiapannya untuk bermain di laga pembuka Piala AFF 2016.

Konsistensi bermain Abduh Lestaluhu pun menyulitkan Abdul Rahman masuk ke dalam tim, hingga ia harus pasrah duduk di bangku cadangan. Meski begitu, pemain Persiba Balikpapan itu tak perlu berkecil hati, karena kariernya masih panjang dan saat ini berada di usia 25 tahun.


4. Gunawan Dwi Cahyo

Gunawan Dwi Cahyo, satu-satunya bek tengah Timnas Indonesia yang belum bermain di Piala AFF 2016.

Kekasih Okie Agustina masuk dalam 23 nama skuat Timnas Indonesia, dan datang sebagai bek tersubur di TSC bersama Persija Jakarta. Namun hingga saat ini pencetak tiga gol untuk Persija itu, belum pernah dimainkan Riedl.

Duet Indonesia sempat pakem dengan duet Rudolof Yanto Basna dan Fachrudin Wahyudi di fase grup, sebelum Riedl bereksperimen yang berujung sukses, kala menduetkan Manahati Lestusen dengan Hansamu Yama Pranata.

Bahkan, di dua laga terakhir, jantung pertahanan Indonesia bermain baik kala dijaga oleh Fachrudin dan Hansamu Yama. 

Tak ada celah bagi Gunawan masuk ke dalamnya, meski sebelumnya ada tuntutan dari pemeharti sepakbola Indonesia, untuk memainkannya di laga melawan Filipina atau Singapura, mengingat di laga pembuka grup A, Indonesia kebobolan empat gol kala duet Yanto Basna dan Fachrudin beraksi bersama. 


5. Bayu Gatra

Bayu Gatra tak kunjung bermain sebagai pengganti Andik Vermansah, karena Riedl lebih memilih Zulham Zamrun.

Penyerang sayap lincah berusia 25 tahun bermain di Madura United, setelah sebelumnya membela Bali United. Bayu dipilih Riedl karena merupakan berpengalaman membela Timnas Indonesia U-23, sekaligus pelapis tepat bagi Andik Vermansah.

Keduanya memiliki tipikal bermain yang tidak jauh berbeda, sama-sama mengandalkan kecepatan dan kelincahannya untuk melalui lawan. Namun, hingga saat ini, Riedl belum memainkannya dan cenderung memilih Zulham Zamrun sebagai pengganti Andik.

Disinyalir, hal itu dilakukan Riedl karena ia percaya pengalaman bermain Zulham lebih baik ketimbang Bayu, yang sudah tampil sebanyak 21 kali dengan catatan dua gol dan empat assists.

Bayu juga punya catatan bertahan yang baik dengan statistik 21 gol, 57 persen tekel sukses, dan 21 kali memotong alur bola dari penguasaan lawan. Sedianya, ia pantas diuji Riedl, terutamanya di laga final kontra Thailand.


6. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh

Muchlis Hadi Ning bisa menimba pengalaman bermain di Timnas Indonesia pada level internasional.

Terpanggilnya Muchlis Hadi terjadi cukup dramatis, karena ia masuk tepat jelang laga pembuka Piala AFF 2016 melawan Thailand, untuk menggantikan Irfan Bachdim yang cedera.

Nama penyerang PSM Makassar berusia 20 memang sudah masuk dalam proyeksi skuat Timnas Indonesia, namun ia jadi pemanggilan darurat Riedl, setelah Persipura Jayapura enggan melepas Ferinando Pahabol, yang sedianya dipanggil untuk menggantikan Bachdim.

Persipura tak ingin melepas Pahabol karena sudah melepas Boaz Solossa, dan sebelumnya melepas Dominggus Fakdawer, namun tidak dimainkan dan dipulangkan lagi ke Persipura. 

Muchlis Hadi pun melengkapi alumni Timnas Indonesia U-19 besutan Indra Sjafri, setelah Yanto Basna, Hansamu Yama, dan Evan Dimas Darmono terlebih dahulu dipanggil Riedl.

Pemain kelahiran Mojokerto sejatinya bomber yang oportunis dalam memanfaatkan peluang, namun sulit bagi pemain yang mengagumi Filippo Inzaghi itu untuk masuk ke dalam tim, karena keberadaan bomber-bomber berpengalaman seperti Boaz Solossa, Ferdinand Sinaga, dan Lerby Eliandry Pong Babu.

Muchlis Hadi masih berusia 20 tahun, dan masa depannya masih panjang. Pengalaman mengikuti Piala AFF 2016 ini bisa jadi batu pijakannya, untuk kesuksesan di masa depan.

Alfred RiedlPiala AFF 2016Bayu GatraMuchlis Hadi Ning SyaifullohGunawan Dwi CahyoTimnas IndonesiaAndritany ArdhiyasaPiala AFFBola InternasionalTeja Paku AlamAbdul RahmanTimnas Thailand

Berita Terkini