Dipermalukan Persela, Pelatih Mitra Kukar Puas
Sebagian klub sepakbola Indonesia yang bermain di TSC 2016 telah menyelesaikan laga terakhir mereka di pekan ke-34 ini, termasuk Persela Lamongan dan Mitra Kukar yang pada sore tadi baru saja menyelesaikan pertandingan tersebut.
Kemenangan berhasil diraih oleh Persela yang bertindak sebagai tuan rumah. Mereka berhasil menang dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal dari Zainal Arifin. Uniknya, pelatih tim tamu justru puas dengan pencapaian akhir yang diraih oleh timnya tersebut.
Jafri Sastra mengaku puas dengan pencapaian Mitra Kukar, meski harus finish di papan tengah klasemen TSC akibat kekalahan dari Persela Lamongan.
Mitra Kukar mengakhiri posisi di papan tengah klasemen. Sempat memuncaki klasemen di awal kompetisi, performa tim berjuluk Naga Mekes yang naik turun ini akhirnya menetapkan mereka di posisi ke-9 dengan 49 poin.
Posisi Septian David Maulana dkk pun terancam turun peringkat ke-10, lantaran Semen Padang yang juga memiliki 49 poin masih menyisakan satu laga home terakhir kontra Persegres Gresik United.
"Tapi, secara umum saya puas dengan performa tim ini. Meski juga masih banyak catatan yang harus diperbaiki di kompetisi resmi musim depan," ujar Jafri Sastra usai timnya dikalahkan Persela di Stadion Gelora Surajaya Lamongan.
Para pemain Mitra Kukar gagal meraih kemenangan terakhir di laga pamungkas TSC 2016.
Labilnya performa Mitra Kukar memang tak lepas dari materi pemain muda yang banyak menghuni skuatnya. Yogi Rahadian, Septian David Maulana hingga Hendra Adi Bayauw masih di bawah 25 tahun, sehingga performa mereka sering tak stabil.
"Selain faktor mental, juga penyelesaian akhir yang menjadi catatan penting tim ini. Hal ini harus segera diperbaiki, karena musim depan kompetisi resmi," imbuh Pelatih Mitra Kukar tersebut.
Faktor penyelesaian itu lah yang terlihat mencolok kala melawan Persela. Usai keluarnya Marlon da Silva, serangan memang lebih banyak hadir dengan sentral Victor Pulga.
Namun, banyak peluang itu terbuang sia-sia dan menyebabkan Mitra Kukar gagal mengejar gol Persela melalui sontekan Zainal Arifin di babak pertama.
"Pemain kurang tenang menyelesaikan peluang, padahal kita mendominasi permainan di babak kedua. Ya sudah, meski gagal happy ending yang penting anak-anak sudah bekerja keras," tutupnya.