x

11 Pemain Terbaik di Piala AFF 2016

Minggu, 18 Desember 2016 20:53 WIB
Editor: Arief Rahman Hakim

Terbagi menjadi dua grup, grup A yang berisikan Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura, serta grup B yang berisikan Myanmar, Kamboja, Malaysia, dan Vietnam. Empat tim lolos ke semifinal, mereka adalah Indonesia, Vietnam, Thailand dan Myanmar.

Indonesia pun menyingkirkan Vietnam dengan agregat gol 4-3, sementara Thailand dominan atas Myanmar dengan total agregat gol 6-0. Di laga pamungkas, Indonesia yang lolos ke final untuk kelima kalinya, urung mengangkat trofi Piala AFF 2016 karena kalah agregat gol 2-3.

Thailand pun mempertahankan gelar mereka dan menjadi satu-satunya negara yang memenangi Piala AFF lima kali. Akan tetapi, dari fase grup hingga final itu, ada 11 pemain yang dirangkum INDOSPORT mencuri perhatian.

Mereka punya andilnya sendiri dalam peran yang dijalaninya dengan permainan tim, dan mungkin, akan berpindah ke klub yang lebih besar karena tampil gemilang. Dalam formasi modern 4-2-3-1, berikut 11 pemain terbaik di Piala AFF 2016:


1. Kiper: Kawin Thamsatchanan

Kiper Timnas Thailand, Kawin Thamsatchanan, hanya kebobolan empat gol dan semuanya dicetak pemain Indonesia.

Penjaga gawang berusia 26 tahun yang bermain di Muangthong United, hanya kebobolan empat gol di Piala AFF 2016, dan semua golnya terjadi ketika melawan Indonesia.

Memang, Kawin tak banyak melakukan penyelamatan karena lini belakang dan lini kedua timnya menjaga pertahanan tim dengan baik. Namun ketika melawan Myanmar di semifinal, Kawin melakukan beberapa penyelamatan gemilang.

Kala itu Myanmar yang ingin mengejar ketertinggalan agregat gol, habis-habisan menggempur lini belakang Thailand. Namun kepemimpinan Kawin dalam memberi komando, menjaga gawangnya tetap clean sheet.


2. Bek Kiri: Theerathon Bunmathan

Theerathon Bunmathan, bek kiri yang disiplin bertahan dan juga rajin menyisir sisi sayap untuk menyerang.

Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, sedianya biasa menempatkan pemain berusia 26 tahun itu sebagai bek sayap kiri dalam formasi 3-4-1-2, namun Bunmathan sama baiknya ketika turun sebagai bek kiri.

Selain taktis dalam bertahan, ia juga sudah memberi tiga assists di Piala AFF 2016. Bunmathan merupakan alumni Thailand U-19 dan U-23 yang tahu kapan harus maju untuk menyerang.

Posisi kiri Thailand jadi zona yang sulit dilalui lawan-lawannya, dan nama Bunmathan pun pantas masuk dalam pemain terbaik di Piala AFF 2016.


3. Bek Tengah: Hansamu Yama Pranata

Hansamu Yama Pranata tenang dalam bertahan dan juga tajam dari situasi bola mati.

Bek Barito Putera sedianya tidak menjadi pilihan utama di penyisihan grup, karena Alfred Riedl lebih memilih duet Fachrudin Wahyudi dan Rudolof Yanto Basna.

Namun setelah dipercaya tampil di semifinal kontra Vietnam akibat akumulasi kartu Yanto Basna dan Fachrudin, Hansamu menjawabnya dengan sebuah gol dan melanjutkan catatan apiknya kala bermain di Stadion Pakansari, kala membobol gawang Thailand.

Catatan dua gol, permainannya yang tenang saat menjaga lini belakang, dan mentalnya yang kuat, menjadikan Hansamu bek terbaik. 

Alumni Timnas Indonesia U-19 besutan Indra Sjafri sempat down karena jadi kambing hitam penyebab gagalnya Irfan Bachdim ke Piala AFF 2016, namun Hansamu tetap fokus berlatih dan tampil baik menjaga jantung pertahanan Indonesia.


4. Bek Tengah: Adison Promrak

Lini belakang Thailand tangguh karena keberadaan sosok Adison Promrak.

Baru berusia 23 tahun, pemain Muangthong United sudah mampu mengordinir lini belakang dengan baik. Ia bekerja sama baik dengan Tanaboon Kesarat kala menjaga kekuatan di lini belakang.

Hanya Indonesia yang mampu menjebol gawang Thailand, selain mereka, duet Promrak dan Kesarat mampu meminimalisir ancaman ke gawang Kawin.


5. Bek Kanan: Tristan Do

Tristan Do konsisten bermain sepanjang turnamen Piala AFF 2016.

Darah Prancis mengalir deras pada diri Tristan yang baru berusia 23 tahun. Namun Tristan memilih kampung ayahnya yang berasal dari Thailand.

Permainannya pun konsisten dalam menjaga sisi kanan pertahanan Thailand. Bermain sebagai bek sayap kanan, eks pemain Lorient disiplin dalam bertahan dan menyulitkan tiap lawan yang masuk ke zonanya.


6. Gelandang Jangkar: Manahati Lestusen

Manahati Lestusen dapat bermain di banyak posisi dengan baik.

Pemain serba bisa yang dimiliki Timnas Indonesia. Manahati yang baru-baru ini merayakan ulang tahunnya yang ke-23, dapat dimainkan sebagai gelandang jangkar, bek kanan, bahkan, bek tengah.

Eks pemain Timnas Indonesia U-23 punya kemampuan membaca serangan lawan, memutus alur serangan lawan, dan menjadi motor serangan Indonesia. Pemain PS TNI bermain solid di lini tengah Indonesia bersama Bayu Pradana.


7. Gelandang Jangkar: Luong Xuan Truong

Luong Xuan Truong dirijen lini tengah Timnas Vietnam.

Bagi yang tak mengenal Xuan Truong, gaya bermainnya dapat disamakan dengan Michael Carrick di Manchester United atau Xavi Hernandez dahulu bersama Barcelona. Itulah mengapa ia bermain di luar Vietnam, di Incheon United.

Gelandang Vietnam berusia 21 tahun punya ketenangan yang hebat di usia muda, menjaga penguasaan bola di lini tengah The Golden Stars, dan jadi pengalir serangan dengan operan dan visinya bermain.


8. Sayap Kiri: Rizky Pora

Rizky Pora konsisten bermain di sisi kiri permainan Indonesia.

Empat assists dan satu gol sudah cukup memperlihatkan kualitas Rizky Pora. Di saat sorotan tertuju kepada Andik Vermansah dan Boaz Solossa untuk tampil baik, gelandang sayap kiri Barito Putera itu justru tampil menonjol.

Kuat dari segi stamina karena rajin membantu pertahanan, Rizky juga menjadi ancaman kala menyerang. Pemain berusia 27 tahun dapat melepas umpan silang, menciptakan peluang, atau bahkan melewati lawan dengan kemampuannya mendribel bola.


9. Gelandang Serang: Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly, gelandang Timnas Indonesia yang aktif menjelajah lapangan.

Gelandang SC Telstar juga dapat bermain di banyak posisi, namun Riedl lebih memilih memainkannya sebagai gelandang serang box to box. Lilipaly bisa bertahan, dan juga membantu serangan tim.

Kemampuannya yang menonjol selain dari segi teknik, adalah determinasinya mengejar bola karena eks pemain Persija Jakarta aktif bergerak menjelajah lapangan.

Lilipaly sudah mencetak dua gol di Piala AFF 2016 dan dikabarkan Fox Sports, tengah dalam pantauan klub-klub Australia.


10. Sayap Kanan: Chanathip Songkrasin

Chanathip Songkrasin bertubuh mungil, namun lincah dalam bergerak dan punya visi bermain yang brilian.

Julukan Messi Jay yang disematkan kepada Chanathip bukan sekedar status, karena gelandang serang berusia 23 tahun itu mampu mengontrol bola baik di kakinya, menjadi motor serangan Thailand, dan bermain dengan visinya yang hebat.

Chanathip terpilih sebagai pemain terbaik di Piala AFF 2016, dan dapat bermain di banyak posisi di belakang penyerang, dari gelandang serang hingga sayap. Bertubuh mungil nyatanya tidak menghalangi Chanathip untuk berprestasi.


11. Penyerang: Teerasil Dangda

Teerasil Dangda jadi top skor Thailand dan juga Piala AFF 2016.

Lima gol dan ditahbiskan sebagai top skor Piala AFF 2016 sudah cukup membuktikan kualitas Dangda. Penyerang berusia 28 tahun menjadi ujung tombak Thailand.

Eks pemain Manchester City dan UD Almeria cocok sebagai target man di lini depan, karena ia tajam dalam mencetak gol, namun juga dapat membuka ruang bagi rekan setimnya.

Piala AFF 2016Teerasil DangdaStefano LilipalyHansamu Yama PranataTimnas IndonesiaPiala AFFBola InternasionalTimnas ThailandChanathip Songkrasin

Berita Terkini