Gelaran TSC Usai, Persija Sumbang Dana Pelanggaran Terbesar
Kompetisi TSC 2016 memang telah berakhir. Sebanyak 306 pertandingan telah tersaji selama perhelatan TSC berlangsung. Persipura Jayapura keluar sebagai kampiun dalam kompetisi kali ini.
Perhelatan TSC berjalan tidaklah tanpa kerikil-kerikil keributan. Setidaknya beberapa pelanggaran terjadi selama TSC bergulir. Bahkan dari pelanggaran kali ini, menghasilkan dana yang cukup fantastis. Hal tersebut seperti diutarakan oleh Direktur PT Gelora Trisula Semesta (GTS), Joko Driyono.
"Angka cukup fantastis, saya rasa lebih dari tiga miliar rupiah denda disiplin. Tapi tim terbanyak yang menerima denda adalah Persija Jakarta. Mereka harus membayar dikisaran 500 hingga 600 juta rupiah," ucap Joko Driyono saat Konfrensi Pers Final Season TSC di SCTV Tower, Senayan, Jakarta.
Dengan dana yang cukup fantastis tersebut, pria yang kerap disapa Jokdri ini menjabarkan secara rinci. Nanti dia akan menjelaskan aliran dana ini pada Rapat Umum Pemegang Saham mendatang
"GTS akan menyampaikan saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pertengahan Januari nanti. Ini salah satu modal untuk development. Mudah-mudahan menutup dari pelanggaran disiplin. Nanti concern kita adalah ke mana denda akan disalurkan," lanjut Joko Driyono.
Memang bukan rahasia umum lagi bila Persija menjadi klub dengan denda terbesar. Pasalnya, klub asal Ibu Kota ini melakukan pelanggaran cukup berat ketika suporter mereka melakakukan keributan dengan aparat keamanan dalam laga Persija melawan Sriwijaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu.
Selain itu, Persija kerap dihukum lantaran ulah pendukungnya yang kerap menyalakan kembang api dan cerawat saat mendukung Persija berlaga.