Ini Penyebab Buruknya Pertahanan SFC
Data menunjukkan SFC kebobolan sebanyak 39, sementara tim mampu mencetak 62 gol. Itu artinya, lini depan SFC sangat tajam sementara pertahanan sangat rapuh. Melawan tim bawah sekalipun, pemain belakang kerapkali kecolongan sehingga kiper harus memungut bola dari mulut gawang.
Muncul pertanyaan, kenapa hal itu bisa terjadi? Ternyata data menunjukkan bila performa lini belakang mulai kendur ketika bek tengah andalan Laskar Wong Kito, Fachrudin membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016.
Salah satu pertandingan yang terasa sekali tanpa kehadiran Fachrudin, kala melawan Arema Cronus yang berakhir dengan kekalahan 2-3, imbang dari Barito Putera 2-2, Persela 3-3 dan Semen Padang 1-1. Tim lawan dengan sangat mudah masuk ke jantung pertahanan SFC.
Statistik ini semakin menguatkan bila sosok terpenting dari barisan belakang bukanlah Mauricio, melainkan Fachrudin. Tanpa Fachrudin, Mauricio kewalahan apalagi bila dihadapkan pada striker dengan mengandalkan kecepatan.
Manajer SFC, Nasrun Umar juga punya pandangan yang sama dengan statistik ini. Menurutnya, SFC sangat membutuhkan tenaga Fachrudin.
“Pertahanan lemah? Kita sebaiknya jangan lupa kalau itu terjadi sejak Fachrudin dan Teja Paku Alam bergabung bersama Timnas Indonesia,” katanya.
Jajaran manajemen harus realistis melihat masalah di dalam tim. Manajemen tak bisa langsung memvonis bila pertahanan Laskar Wong Kito lemah.
Itu karena Fachrudin dan Teja Paku Alam tak bisa turun bersama Laskar Wong Kito. Belum lagi karena Ichsan Kurniawan cedera lutut yang mengharuskannya absen sampai akhir musim.
Bila gelandang bertahan Yu Hyun-koo, juga harus absen, tentu semakin membuat pertahanan SFC semakin mudah ditembus. “Jadi kita harus melihatnya secara keseluruhan,” ucapnya.