x

Datangkan Pelatih Dunia untuk Timnas Indonesia, Berapa Dana yang Wajib Disiapkan untuk Gaji Mereka?

Sabtu, 24 Desember 2016 06:05 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 menjadi catatan tersendiri bagi pembenahan sepakbola nasional. Meskipun berhasil menunjukkan kualitas dengan mencapai partai puncak di ajang tersebut, namun Indonesia masih harus membenahi persoalan dalam pembentukan tim yang berkualitas.

Sejumlah kekurangan selama pembentukan Timnas harus segera dicarikan solusinya. Belakangan, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan siap bersinergi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk membenahi hal ini.

Bahkan Kemenpora sempat mewacanakan untuk menggunakan pelatih kelas dunia untuk menangani Skuat Garuda. Tidak kurang pelatih sekelas Guus Hiddink masuk dalam daftar pelatih yang diincar untuk menangani Boaz Solossa dan kawan- kawan di masa datang.

Hiddink tidak sendiri, nama Jurgen Klinsmann dan Frank Rijkaard juga masuk dalam incaran. Langkah ambisius ini diambil oleh pemerintah dengan dalih menjaga prestasi persepakbolaan nasional demi menjaga martabat bangsa.

Wacana ini sontak saja disambut hangat oleh para pencinta sepakbola nasional. Akan tetapi penting untuk melihat bahwa butuh persiapan besar guna mewujudkan wacana tersebut.

Satu hal penting adalah soal honor atau bayaran untuk para pelatih top tersebut. Pasalnya deretan nama yang telah tersebut merupakan para arsitek yang masuh dalam daftar pelatih dengan bayaran tertinggi.

Lalu berapa dana yang harus disiapkan Indonesia untuk bisa memikat para juru taktik tersebut? Berikut hasil ulasan INDOSPORT;


1. Frank Rijkaard

Frank Rijkaard sukses saat melatih Barcelona namun belum terasah saat melatih Timnas.

Frank Rijkaard merupakan nama besar yang melegenda sebagai pemain di AC Milan. Pemain asal Belanda ini merupakan salah satu trio Belanda bersama Ruud Gullit dan Marco van Basten yang membawa Milan menjadi tim yang disegani di medio 1990-an.

Karier kepelatihan Rijkaard sendiri baru dimulai pada tahun 1998 saat menangani Timnas Belanda. Saat itu, Rijkaard meneruskan estafet kepemimpinan Guus Hiddink yang mundur usai Piala Dunia 1998.

Namun, musim semi kepelatihannya didapat saat menangani Barcelona pada periode tahun 2003-2008. Rijkaard sukses 2 gelar La Liga Spanyol, 2 gelar Copa del Rey, dan sebuah trofi Liga Champions.

Frank Rijkaard sukses mempromosikan Lionel Messi ke tim utama Barcelona di musim 2003/04.

Terakhir, Rijkaard diangkat sebagai pelatih Arab Saudi pada tahun 2011. Misinya jelas, mengantarkan Arab Saudi lolos ke Piala Dunia Brasil 2014.

Saat itu PSSI-nya Arab Saudi mengontrak pria berusia 54 tahun ini dengan durasi 3 tahun. Arab Saudi sudi menggaji Rijkaard dengan harga 15,9 juta Dolar AS (Rp213,7 miliar).

Hasilnya, Arab Saudi babak belur di babak kualifikasi dan gagal lolos ke Piala Dunia 2014. Arab Saudi juga gagal berbicara banyak usai tersungkur di Piala Teluk 2013.


2. Jurgen Klinsmann

Jurgen Klinsmann baru saja kehilangan pekerjaan usai dipecat sebagai pelatih Amerika Serikat.

Jurgen Klinsmann menjadi nama lain yang disebut bakal diincar untuk duduk di kursi pelatih Skuat Garuda. Klinsmann baru saja dipecat dari jabatan pelatih Timnas Amerika Serikat (AS) usai gagal total di laga awal kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018.

Klinsmann menjadi pelatih AS sejak tahun 2010 silam. Bersama Klinsmann, sepakbola AS memasuki babak baru.

AS berhasil dibawanya memboyong Piala Emas 2013. Pria yang akrab disapa Klinsi ini juga mampu meloloskan AS ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil.

AS bukan karier pertama sebagai pelatih sebuah negara. Pada tahun 2006, Klinsi sukses membawa Jerman menjadi juara ke-3 Piala Dunia 2006 di kampung halamannya.

Meloloskan Amerika Serikat ke babak 16 besar Piala Dunia Brasil 2014 membuat Jurgen Klinsmann mengisi jajaran pelatih termahal dunia.

Pria berusia 52 tahun ini juga dikenal sebagai sosok pelatih yang keranjingan mengorbitkan bakat muda. Thomas Muller dan Julian Green merupakan produk Klinsmann yang berhasil melejit di Timnas Jerman dan AS.

Namun, kemampuannya juga diimbangi dengan harga yang pantas. Washington Post melansir bahwa pada tahun 2014, pria berkewarganegaraan Jerman ini meraup 3,2 juta Dolar AS (Rp432 juta) dari bayaran melatih Timnas AS.

Bayaran ini membuat Bussiness Insider memasukkan Klinsmann masuk dalam 10 besar pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia. Bahkan pada tahun tersebut, pemain yang sukses bersama Bayern Munchen ini mendapat bayaran lebih tinggi dari Didier Descamps yang melatih Prancis dan Alejandro Sabella yang menjadi juru taktik Argentina.


3. Guus Hiddink

Guus Hiddink digadang-gadang bakal menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Guus Hiddink memiliki curriculum vitae (cv) yang dipenuhi dengan segumpal prestasi ciamik. Terakhir Chelsea menjadi klub terakhir yang pernah diasuh oleh pelatih asal belanda ini.

PSV Eindhoven, Real Madrid, dan Chelsea menjadi klub yang pernah merengkuh juara bersama pelatih asal Belanda ini. Hiddink mencapai masa kejayaan bersama PSV di level klub.

Hiddink merengkuh 6 gelar Liga Belanda dan sebuah trofi Piala UEFA berhasil diboyong ke lemari trofi PSV. Bersama Real Madrid, Hiddink berhasil mengantar klub ini menjadi juara Piala Interkontinental.

Rekor Hiddink bersama Timnas juga cukup mengilap. Capaian luar biasanya adalah saat membawa Korea Selatan merangsek hingga semifinal Piala Dunia 2002.

Guus Hiddink menjadi salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia.

Serangkaian catatan pribadi ini membawanya menjadi salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia. Menurut data yang dilansir dari The Telegraph, Hiddink mendapatkan bayaran 1,5 Juta Poundsterling (Rp24,6 miliar) untuk menangani Chelsea selama 6 bulan saja.

Jumlah ini belum termasuk bonus 1 juta Poundsterling (Rp16,5 miliar) jika Chelsea berhasil memboyong trofi selama dipegangnya. Total Chelsea harus merogoh kocek 2,5 juta Pounds (Rp41,1 miliar) selama 6 bulan dipegang Hiddink.

Untuk kariernya di Timnas, Hiddink juga menjadi salah satu pelatih yang dibayar mahal. Saat masih menangani Turki, National Turk melansir Hiddink mendapat bayaran 10 juta Poundsterling (Rp165,1 miliar) dalam kontraknya.

IndonesiaGuus HiddinkFrank RijkaardJurgen KlinsmannTimnas IndonesiaLiga Indonesia

Berita Terkini