x

Tekan PSSI, Bonek Hijaukan Jalanan Kota Surabaya

Senin, 26 Desember 2016 12:16 WIB
Editor:

Tagar #ParadeBelaPersebaya jadi seruan untuk seluruh Bonek turun ke jalan di hari ini, Senin (26/12/16). Aksi turun ke jalan para bonek merupakan aksi nyata dari Bonek untuk memperjuangkan klub kesayangan mereka, Persebaya Surabaya. 

Bonek dalam aksi #ParadeBelaPersebaya melakukan long march dari Monumen Tugu Pahlawan hingga ke Balai Kota Surabaya. Aksi longmarch ribuan bonek ini mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat keamanan. 

Andi Peci, penanggungjawab aksi ini mengatakan parade ini merupakan upaya untuk terus menekan PSSI agar segera mengesahkan kembali Persebaya. 

Selain menyasar ke PSSI, Andi Peci seperti dilansir dari detik.com mengatakan bahwa aksi ini juga mendesak Pemkot Surabaya agar lebih peduli pada perjuangan Bonek. 

"Pemkot sudah mulai peduli dengan memberikan spanduk 'Lawan PSSI' yang tersebar di jalanan kota Surabaya," kata Andi Peci. 

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menegaskan status Persebaya masuk dalam agenda pembahasan kongres PSSI yang akan berlangsung Januari 2017 nanti. 

"Untuk Persebaya, nanti dibahas Januari, di kongres tahunan PSSI," kata Imam. 

"Kami sejak awal sudah meminta posisinya harus dikembalikan. PSSI saat itu juga sudah menjanjikan akan ditindaklanjuti," kata pria yang akrab disapa Cak Imam itu. 

Persebaya Surabaya bersama sejumlah klub tidak diakui oleh PSSI. Klub itu antara lain Lampung FC, Arema Indonesia, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro.

Dalam kongres yang berlangsung di Mercure Hotel, Jakarta, Kamis (10/11/16), PSSI, baik mayoritas voters maupun pengurus lama sempat dituding tidak punya itikad memenuhi janji.

Pasalnya, pemulihan status Persebaya Surabaya dan klub lainnya justru dihapus dari agenda kongres. Kongres saat itu hanya fokus mengagendakan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan pengurus executive committee (exco).

Sementara itu, permasalahan Persebaya Surabaya sudah dimulai pada 2011, di mana Persebaya tidak diakui pengurus PSSI era Nurdin Halid setelah mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia pada 2011. 

Liga Primer Indonesia dibentuk sejumlah pihak sebagai ketidakpuasan mereka terhadap Liga Super Indonesia (LPI) yang dinilai punya banyak kelemahan.

Selain Persebaya, klub lain yang dihukum karena mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Ketiga klub tersebut pada kepengurusan PSSI era Djohar Arifin Husein, berkompetisi di Liga Prima Indonesia, sebagai liga resmi PSSI. 

Persebaya SurabayaKementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)Imam NahrawiBonekMenporaLiga IndonesiaAndi Peci

Berita Terkini