x

Harapan PSS Soal Sanksi Perorangan Sepakbola Gajah yang Dibahas di Kongres Tahunan PSSI

Jumat, 6 Januari 2017 14:18 WIB
Kontributor: Prima | Editor: Tengku Sufiyanto
PSS Sleman berharap sanksi perorangan sepakbola gajah dapat dihapus di Kongres Tahunan PSSI.

PSSI akan menggelar Kongres Tahunan di Hotel Aryaduta, Bandung, 8 Januari 2017. Ada beberapa agenda penting yang dibahas dalam kongres tersebut. Salah satunya pengampunan atau tidaknya sanksi perorangan dan tujuh klub oleh PSSI.

Ada tujuh klub yang mendapat sanksi PSSI akibat dianggap tidak mematuhi Induk Sepakbola Indonesia tersebut. Tujuh klub tersebut adalah Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, dan Persipasi Kota Bekasi.

Lalu ada beberapa sanksi perorangan, termasuk tindakan sepakbola gajah yang melibatkan PSS Sleman. Para pemain dan ofisial tim Elang Jawa mendapat sanksi yang bervariasi.

Pelatih PSS saat itu, Heri Kiswanto, dan ofisial tim, Rumadi serta Eri Febrianto mendapat sanksi seumur hidup tidak boleh beraktivitas di sepakbola nasional. Sanksi serupa juga diberlakukan untuk pemain yang mencetak gol bunuh diri, antara lain Agus Setiawan, Hermawan Putra, dan Riyono.

Sementara itu, asisten pelatih, Edi Broto dan Herwin Syahrudin mendapat sanksi 10 tahun. Pemain Eko Setiawan, Anang Hadi, Mudah Yulianto, Monieaga Bagus, Marwan Muhammad, Satrio Aji, Wahyu Gunawan dan Ridwan Awaludin mendapat sanksi 5 tahun. 
 


PSS Sleman berharap sanksi perorangan sepakbola gajah dapat dihapus di Kongres Tahunan PSSI.

"Kami berharap yang terkena sanksi mendapatkan pengampunan. Walau ini dikembalikan ke asosiasi pemain dan pelatih yang berhak mengajukan pemohonan pengampunan. Jadi bukan klub yang berhak mengajukan pengampunan, namun kami selalu memfasilitasi," ungkap Manajer PSS, Arif Juli Wibowo.

"Harapan tentu yang terbaik, mendapat pengampunan dari PSSI. Saya masih ingin berkarier sebagai pelatih," tambah Edi Broto.

Sebagai informasi tambahan, sepakbola gajah yang melibatkan PSS Sleman terjadi pada tanggal 26 Oktober 2015, dalam sebuah pertandingan babak grup Divisi Utama Liga Indonesia kontra PSIS Semarang di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara.

Kabarnya kedua tim berupaya saling mengalah agar tidak menjadi juara grup, yang nantinya akan berhadapan dengan Borneo FC. Borneo FC diyakini kerap diuntungkan di tiap laganya, dan disebut-sebut sudah dijamin lolos ke Indonesia Super League (ISL). Skor pertandingan berakhir dengan kemenangan PSS 3-2.

PSSIPSS SlemanPSIS SemarangSepakbola GajahLiga Indonesia

Berita Terkini