Sanksi Perorangan Resmi Dihapus di Kongres Tahunan PSSI
Kongres Tahunan PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi terbilang cukup lancar dalam hal pengambilan sejumlah keputusan penting.
Termasuk soal pemutihan status 7 klub yang terhukum seperti Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, dan Persipasi Kota Bekasi.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi sudah ketok palu soal pengembalian 7 klub tersebut untuk berkiprah di pentas sepakbola nasional. Namun, hanya Persebaya saja yang akan bermain di Divisi Utama, sedangkan 6 klub lainnya akan tampil di Liga Nusantara.
Lalu, ada satu keputusan penting lainnya yang diambil pada Kongres yang berlangsung Di Hotel Aryaduta, Bandung tersebut. PSSI akhirnya resmi memberikan pengampunan sanksi perorangan.
Saat berlangsungnya acara Kongres tersebut, Sekjen PSSI, Ade Wellington menanyakan kepada para peserta kongres apakah setuju untuk mengampuni sanksi perseorangan. Para peserta kongres pun serentak berteriak setuju.
Terkait pihak-pihak yang diampuni sanksi perorangan tersebut, ada nama Djohar Arifin, Sihar Sitorus, Bob Hippy, Tuti Dauw, dan Widodo Santoso.
Djohar sendiri pernah diusir dari gelaran Kongres Pemilihan PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (10/11/16). Kala itu, Djohar berstatus sebagai calon Ketua Umum PSSI.
Diusirnya Djohar juga terkait pemulihan statusnya sebagai terhukum tidak disetujui mayoritas pemegang suara. Djohar masih berstatus terhukum seperti sejumlah mantan anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya, seperti Farid Rahman, Sihar Sitorus, Tuti Dauw, Bob Hippy, dan Widodo Santoso.