(VIDEO) Faysal Shayesteh, Si Kaki Kiri Calon Pemain Singo Edan
Datangnya Faysal Shayesteh tampaknya bisa menjadi solusi bagi permainan Arema. Klub berjuluk Singo Edan tersebut menang punya karakter permainan menyerang akut. Sentra serangan berawal dari lini tengah, dan sosok Faysal Shayesteh bisa menjadi salah satu pilihan.
Datangnya Faysal Shayesteh membuat publik sepakbola Indonesia, khususnya Malang ingin mengetahui standar pemain yang lahir di Kabul 25 tahun yang lalu. Dari data yang dihimpun Faysal Shayesteh sangat fasih dalam hal memberikan umpan pendek.
Daya gedor sebagai seorang gelandang juga terbilang ciamik. Beberapa kali dirinya membobol gawang lewat permainan satu dua sentuhan. Keahliannya tersebut menjadi daya tarik pelatih Aji Santoso untuk mencobanya.
Sebelum melihat aksinya di Arema, patut kita mengetahui bagaimana rekam jejak Faysal Shayesteh. INDOSPORT mencoba merangkum secara ringan dan santai, latar belakang Faysal sebelum menyentuh bumi Arema.
Latar Belakang dan Berkeringat di Belanda
Faysal Shayesteh menjalani rutinitas sepakbola bukan di Afghanistan. Ia banyak menghabiskan masa juniornya di Belanda, bersama FC Twente dan SC Heerenven. Ia memang tak masuk dalam skuat senior kedua klun tersebut, namun jatuh bangunnya di Eropa mengantarkannya ke Bulgaria.
Menjelang dewasa, Faysal Shayesteh memilih untuk berkarier di Bulgaria. Selama semusim dirinya membela Etar Velilko. Bermain selama semusim, Faysal hanya bermain 10 kali saja. Dirinya pun akhirnya mencari petualangan baru di Thailand bersama Songkla United.
Bergelut dengan kompetisi Thailand membuatnya cukup terikat dengan sepakbola Asia Tenggara. Selain di Songkla, Faysal juga bermain di Pahang dan hanya mencetak satu gol. Kini, ia bersiap menuju Indonesia dan mencoba keberuntunganya di Arema.
Pemilik Tendangan Kaki Kiri
Faysal mempunyai keistimewaan dalam mempergunakan kaki kirinya. Tak percaya? Ia dalam video yang dirangkum oleh INDOSPORT, hampir semua gol yang ia cetak selalu menggunakan kaki kiri.
Kaki kiri tampaknya menjadi tumpuan terbaik Faysal. Bukti tersaji saat ia mengamankan tendangan bebas. Faysal tampak sudah mengeker gawang dan berpikir untuk menempatkan bola ke sudut yang ia mau. Hasilnya, tendangan kaki kirinya akurat, dan itu yang diinginkan Arema.
Berperan di Skema Permainan Arema
Meski belum tentu lolos trial dari Arema, Faysal punya kans besar menjadi senjata andalan pelatih Aji Santoso. Jika diberi kesempatan, Faysal bisa berpacu dengan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang cukup mendarah daging di Arema.
Faysal bisa berperan bersama Raphael Maitimo dan Adam Alis. Gejala itu ditunjukkan dengan ketertarikan pelatih Aji Santoso saat melihat latihan perdana Faysal di Malang.
“Seperti yang saya inginkan, dia bisa passing diantara lawan. Artinya, pergerakan dia dinamis, cara pegang bola juga lumayan bagus,” ujar Aji Santoso.
Jika benar bergabung, Faysal bisa menjadi amunisi tambahan dalam mengarungi kompetisi resmi sepakbola Indonesia musim depan.