Meski Hanya Tampil di Divisi Utama, Persijap Siap Kucurkan dana Hingga Rp10 Miliar
Persijap Jepara menjadi salah satu tim yang paling serius untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama musim 2017 ini. Bukti keseriusannya adalah mendatangkan mantan Pelatih Timnas Indonesia Liestiadi untuk mengarsiteki Laskar Kalinyamat.
Tidak hanya itu saja, tim pesisir utara Jawa itu juga menyiapkan dana hingga Rp10 miliar. Dana yang digelontorkan oleh manajemen Persijap tahun ini tidaklah sedikit untuk sekelas tim Divisi Utama.
Tim lain yang berada di kasta yang sama hanya mengeluarkan uang yang angkanya jauh di bawah Persijap. Banyak tim yang mengandalkan pemain muda lokal untuk mengurangi pengeluaran.
CEO Persijap, Esti Puji Lestari kepada INDOSPORT mengatakan digelontorkannya dana sebanyak itu bukanlah tanpa alasan. Menurutnya manajemen mengeluarkan uang banyak karena memiliki target yang besar, yakni promosi ke Indonesian Super League (ISL) pada musim 2018 mendatang.
Esti juga menjelaskan dana sebanyak itu nantinya akan dibagi untuk berbagai keperluan tim. Menurutnya Rp3 miliar disiapkan untuk gaji pemain, Rp2 miliar untuk biaya transportasi serta operasional pertandingan, dan Rp1 miliar disiapkan untuk memenuhi nutrisi para pemain.
Persijap memasang target bisa promosi ke ISL di musim 2018.
Sedangkan sisanya, menurutnya bakal digunakan untuk kepentingan lain seperti perbaikan sarana dan prasarana milik Persijap.
Ke depan jika nantinya masih ada kekurangan, pihak manajemen siap menggelontorkannya lagi demi meraih tiket promosi tahun depan. "Semoga target yang kita tetapkan tercapai dan sepakbola Jepara bisa berada di Kasta tertinggi," tuturnya.
Sementara itu pelatih baru Persijap Liestiadi sudah memulai seleksi perdana pada Kamis siang. Dalam proses seleksi, pemain asal Jepara dan sekitarnya lebih diprioritaskan dibandingkan pemain asal luar kota. Nantinya komposisi pemain adalah 60 persen berasal dari Jepara dan baru sisanya diambilkan dari luar.