On This Day: Lahirnya Duo Penyerang Jangkung Eks Tottenham
Peter Crouch dan Dimitar Berbatov merupakan penyerang jangkung yang pernah dimiliki oleh Tottenham Hotspur. Tercatat, Crouch memiliki tinggi mencapai 2,01 meter dan Berbatov memiliki tinggi 1,89 meter.
Kedua pemain tersebut memiliki karakteristik yang sama, yaitu andal dalam memenangkan duel udara ketika melawan bek-bek tangguh. Hal tersebut tentu saja dikarenakan mereka mampu memanfaatkan postur tubuh yang tinggi.
Peter Crouch pernah berseragam Tottenham Hotspur.
Selain karakteristik tersebut, Crouch dan Berbatov juga memiliki kesamaan lain, yaitu hari ulang tahun yang jatuh tepat pada hari ini, 30 Januari, di tahun yang sama pula (1981).
Crouch pernah dua kali berseragam Spurs, yaitu pada tahun 1998-2000 dan 2009-2011. Sedangkan Berbatov, ia membela Spurs pada tahun 2006 hingga 2008 sebelum akhirnya menerima pinangan Manchester United pada 2008 silam dan memenangkan banyak gelar di sana.
Dimitar Berbatov menerima pinangan Manchester United dan hengkang dari Tottenham Hotspur.
Untuk merayakan hari jadi kedua pesepakbola berpostur jangkung tersebut, INDOSPORT menyediakan beberapa fakta menarik untuk para pembaca setia.
1. Beda Nasib di Usia Belia
Meskipun sama-sama menjadi pesepakbola profesional di Eropa, Crouch dan Berbatov memiliki masa muda yang terbilang sangat berbeda.
Dimitar Berbatov lahir di Blagoevgrad, Bulgaria dari pasangan Ivan Berbatov dan Margarita Berbatova. Kedua orang tua Berba tersebut merupakan mantan atlet profesional.
Ayah Berbatov, Ivan Berbatov merupakan mantan pesepakbola klub asal Bulgaria, yaitu Pirin Blagoevgrad dan CSKA Sofia. Sedangkan Ibunya, Margarita merupakan mantan atlet olahraga handball.
Dimitar Berbatov bersama sang Ayah, Ivan Berbatov.
Memiliki darah seorang olahragawan membuat Berbatov muda mengikuti jejak orang tuanya dan memilih untuk menjadi seorang pesepakbola. Ketika itu dirinya bergabung bersama akademi Pirin Blageovgrad dan mencetak 77 gol dari 92 penampilan bersama reserve team.
Sedangkan untuk Peter Crouch yang lahir di Macclesfield, Cheshire, Inggris, masa-masa mudanya sebagai pesepakbola tidak terlalu menonjol. Bahkan, pada usia 10 tahun dirinya pernah menjadi seorang ball boy di Stamford Bridge.
Crouch muda dulu kerap berpindah-pindah sekolah dan ikut serta dalam klub sepakbola di sekolahnya. Sebelumnya ia pernah tergabung di Roxeth Primary, North Ealing Primary, Brentford Centre of Excellence, dan Drayton Manor High School.
Pada tahun 1994, Crouch pernah mendapat tawaran untuk bergabung dengan akademi Chelsea dan juga Millwall. Namun, dirinya lebih memilih untuk bergabung dengan akademi Queens Park Rangers (QPR), yang merupakan klub idolanya.
Satu tahun berselang, Crouch pindah ke akademi Tottenham Hotspur setelah pelatih usia muda QPR, Des Bulpin hijrah oleh The Lilywhites.
2. Raihan Prestasi yang Jomplang antara Keduanya
Jika melihat raihan prestasi yang pernah didapat keduanya terbilang jomplang. Selama kariernya di dunia sepakbola, Berbatov telah meraih 8 gelar bergengsi sedangkan Crouch hanya meraih 2 gelar saja.
Raihan 8 titel Berbatov didapat ketika dirinya membela CSKA Sofia (1 Piala Liga Bulgaria), Tottenham Hotspur (1 Piala Liga Inggris), dan Manchester United (2 gelar Liga Primer Inggris, 1 gelar Piala Liga Inggris, 2 gelar Community Shield, dan 1 gelar Piala Dunia Antarklub).
Bersama Manchester United, Berbatov meraih banyak gelar.
Sedangkan untuk Peter Crouch, ia hanya meraih dua gelar bergengsi kala membela Liverpool periode 2005-2008. Ketika itu ia menjuarai FA Cup 2005/06 dan mendapatkan gelar Community Shield di tahun 2006.
Selama karier profesionalnya, Berbatov telah membela 7 klub, yaitu CSKA Sofia (1998-2001), Bayer Leverkusen (2001-2006), Tottenham Hotspur (2006-2008), Manchester United (2008-2012), Fulham (2012-2014), AS Monaco (2014-2015), dan PAOK Salonika (2015-2016).
Peter Crouch meraih dua gelar bersama Liverpool.
Untuk Peter Crouch, terhitung ia telah membela 10 klub selama kariernya, yaitu Tottenham Hotspur (1998-2000 dan 2009-2011), Dulwich Hamlet (2000), IFK Hassleholm (2000), QPR (2000-2001), Portsmouth (2001-2002 dan 2008-2009), Aston Villa (2002-2004), Norwich City (2003), Southampton (2004-2005), Liverpool (2005-2008), dan Stoke City (2011-sekarang).
3. Masa Depan Crouch Lebih Baik Ketimbang Berbatov
Di usianya yang ke-36 tahun, karier sepakbola Peter Crouch di masa depan masih lebih baik ketimbang Dimitar Berbatov. Pasalnya, hingga kini pria dengan tinggi badan 2,01 meter tersebut masih aktif bermain dan memiliki klub, yaitu Stoke City.
Sedangkan untuk pria asal Bulgaria, Berbatov, kariernya sedang meredup dengan tidak memiliki klub. Padahal ia memiliki statistik mencetak gol yang lebih baik jika dibandingkan dengan Crouch. Sebelumnya ia bermain untuk klub asal Yunani, yaitu PAOK Salonika.
Berbatov ketika diperkenalkan klub barunya saat itu, PAOK.
Namun, Berbatov mungkin saja kembali bermain untuk klub Liga Primer Inggris. Pasalnya, Berba sebelumnya diminati oleh Swansea City pada bulan November 2016 lalu.
Ketika ditanyai perihal keinginannya kembali ke Liga Primer Inggris, Berbatov mengatakan bahwa, "Ketika Anda pernah merasakan bermain di Liga Primer Inggris, sulit rasanya untuk bermain di liga lain," ujarnya seperti dilansir dari ESPN.
Selain Swansea, dirinya pun mungkin saja berseragam Newcastle United di masa mendatang (jika belum memutuskan untuk pensiun). Hal tersebut dikarenakan bintang The Magpies, Alan Shearer merupakan pemain idola Berba ketika dirinya masih muda. Dan ia pun pernah menyatakan ingin membela klub yang bermarkas di St James Park tersebut.