Bintang Muda Indonesia Didaftarkan Jadi Pemain Timnas Qatar, Ini Respon PSSI
Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin, menyebut jika saat ini proses scouting alias pemantauan bakat-bakat pesepakbola Indonesia yang merumput di Eropa dan Qatar terus berlanjut. Termasuk pula di dalamnya Andri Syahputra yang saat ini merumput di Liga Utama Qatar bersama Al Gharafa.
“Masih terus berlanjut, assessment (penilaian) nanti lewat direktur teknik (dirtek) PSSI,” ujar Hanif kepada INDOSPORT.
Terkait Qatar yang sudah mendaftarkan nama Andri sebagai pemain Timnasnya, Hanif menyebut hal tersebut juga menjadi perhatian induk tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.
Jika nantinya hasil penilaian akhir PSSI menunjukkan Andri sebagai pesepakbola yang masuk kategori prioritas untuk dinaturalisasi, maka PSSI akan memperjuangkannya.
Andri Syahputra, pemain Indonesia di Liga Utama Qatar
“Kalau dari scouting assessment dia kategori pemain elite, ya pasti kita perjuangkan,” tambah Hanif.
Saat ini, PSSI masih fokus untuk merampungkan proses naturalisasi pemain muda Jong Ajax berdarah Indonesia, Ezra Walian. Kabar terakhir menyebut Presiden RI, Joko Widodo, melalui Sekretaris Negara (Setneg) telah memberikan persetujuan terhadap naturalisasi Ezra Walian. Setneg langsung memproses surat persetujuan naturalisasi pemain berumur 19 tahun itu, untuk kemudian diserahkan ke Komisi II DPR.
PSSI masih dalam proses menyelesaikan naturalisasi Ezra
Setelah tahap tersebut, nantinya Komisi II DPR akan menggelar rapat bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia beserta Menteri Pemuda dan Olahraga. DPR akan meminta penjelasan mengenai seberapa penting kebutuhan untuk memberikan kewarganegaraan Indonesia untuk Ezra.
Terakhir, berkas naturalisasi milik striker 19 tahun tersebut akan dikembalikan ke Istana untuk dikonversi menjadi keputusan presiden sebagai dasar Ezra berstatus warga negara Indonesia. PSSI sendiri tetap menyatakan komitmen bulat Ezra untuk membela Skuat Garuda.
“Untuk Ezra semuanya masih dalam proses, dia jiwanya selalu merah putih,” tutup Hanif.