Dibantai 5-0 oleh Semen Padang, PSCS Cilacap Hargai Kerja Keras Pemainnya
Skor telak lima gol tanpa balas menjadi penegas perbedaan kualitas bagi PSCS dibandingkan Semen Padang, yang berada satu kasta di level kompetisi.
Padahal, PSCS sempat tampil solid sepanjang babak pertama, sebelum Vendry Mofu membobol gawang Ega Rizky di masa injury time. Namun, performa Jimmy Suparno dkk kemudian merosot tajam di babak kedua, hingga digelontor empat gol susulan melalui kaki Riko Simanjuntak, Marcel Silva Sacramento, Vendry Mofu dan ditutup oleh gol Rudi.
Gatot Barnowo menyebut jebloknya performa anak asuhnya di paruh kedua akibat kondisi fisik tergerus lantaran harus banyak mengejar bola di bawah panasnya cuaca di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan Madura.
"Pemain terlihat beda penampilannya di babak kedua, karena kondisi fisik yang menurun," sebut Arsitek tim PSCS Cilacap tersebut di ruang konferensi pers usai pertandingan.
Pemain PSCS Cilacap di laga melawan Semen Padang.
Lebih lanjut, absennya Jin Ho di lini pertahanan juga ikut mempengaruhi kepercayaan diri para defender PSCS yang kali ini mengandalkan para pemain lokal. Jin Ho sebelumnya tampil cemerlang kala timnya mengalahkan Perseru Serui, namun sayangnya kiprah bek tengah asal Korea Selatan itu ternoda dengan kartu merah yang diterimanya.
Tak ayal, lini belakang yang dikawal Khomad Suharto dan Muhammad Erwin tak berdaya menahan gempuran serangan Semen Padang yang dilontarkan Marcel Silva Sacramento maupun Riko Simanjuntak.
"Tidak ada Jin Ho ikut berpengaruh dengan keroposnya lini belakang," ujarnya.
Meski demikian, Gatot tak lantas menyalahkan pemainnya begitu saja. Pelatih kepala tim berjulukan Laskar Nusakambangan itu tetap menghargai jerih payah pemainnya sepanjang 90 menit pertandingan.
"Pemain sudah berjuang keras melawan Semen Padang. Ini sebagai evaluasi untuk pertandingan selanjutnya," pungkasnya.