x

4 Penyebab Mengapa Barcelona Masih Bisa Menjuarai La Liga

Selasa, 28 Februari 2017 18:28 WIB
Editor:

Barcelona sementara ini tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen Real Madrid di La Liga Spanyol musim 2016/17. Meski kesulitan untuk menyalip sang rival, Blaugrana masih memiliki peluang besar untuk menggagalkan ambisi El Real di tangga klasemen, Selasa (28/02/17).

Pemain Barcelona merayakan kemenangan atas Atletico Madrid.

Dalam 8 musim ke belakang, Barcelona boleh jadi menjadi penguasa La Liga. 6 musim di antaranya berhasil diakhirinya dengan status juara. Namun musim ini, meski duduk di posisi ke-2, anak asuh Luis Enrique masih kesulitan mengejar musuh bubuyutannya yang unggul satu poin (dan satu pertandingan lebih sedikit).

Masih ada 14 laga tersisa sebelum siapa peraih mahkota juara La Liga terjawab. INDOSPORT mencoba merangkum empat alasan Barcelona tidak boleh mengibarkan bendera putih tanda menyerah.


1. Gawang Madrid Mudah Ditembus

Sergio Ramos tak boleh lengah terus lagi jika tak ingin timnya disalip Barcelona.

Real Madrid sempat tak terkalahkan di banyak pertandingan secara beruntun sampai akhirnya mereka menemui tembok terjal dari Andalusia. Adalah Jorge Sampaoli dan anak asuhnya yang berhasil menghentikan 40 pertandingan tanpa kalah di semua ajang.

Sevilla memang bukan klub kemarin sore. Perpaduan Samir Nasri di lini tengah dengan sejumlah pemain depan seperti Wissam Ben Yedder dan Stevan Jovetic nyatanya mampu mengganggu dominasi Madrid-Barca di musim ini.

Tapi yang patut dilihat dari kubu Zinedine Zidane adalah bagaimana mereka harus bersusah payah terhindar dari kekalahan di dua laga setelah dihempaskan Sevilla. Gareth Bale cs kembali tumbang oleh lawannya, Celta Vigo, dan berjuang melewati hadangan Malaga.

Ini menunjukkan bahwa Madrid sulit untuk bangkit dari hasil buruk yang menimpanya. Kemudian, terlihat pula bahwa pertahanan yang digalang Sergio Ramos dan Pepe sangat mudah ditembus.

Menengok 11 laga terakhir sebelum menang 3-2 atas Villarreal, gawang Keylor Navas hanya sanggup clean sheet di dua pertandingan saja. Tentu ini adalah celah yang bisa 'dimanfaatkan' Barcelona melalui bantuan klub lain.

Zidane kini berharap banyak pada kembalinya Bale di skuat inti. Setidaknya, meski pertahanan Los Blancos sering bocor, raihan gol bisa lebih baik dari kobobolan.


2. Memaksimalkan Kinerja Trio MSN

Serangan Barcelona bertumpu pada Messi, Suarez, dan Messi.

Trio Messi-Suarez-Neymar tidak perlu diragukan lagi merupakan pasangan paling maut di Eropa musim ini. Ketiganya mungkin tidak selalu bisa menunjukkan kerja sama yang apik, tapi kekuatan Barcelona, semenjak ditinggal Xavi Hernandez yang kemudian meninggalkan Andres Iniesta 'sendirian' di lini tengah, praktis bertumpu pada tiga pemain Amerika Latin tersebut.

MSN, dengan sekejap mata, bila tidak berlebihan, sanggup memutarbalikkan keadaan dengan begitu cepatnya tanpa diduga-duga. Kehebatan lainnya dari trio ini adalah bahwa tidak satu pun dari mereka yang berupaya pamer kehebatan, alias tidak ingin terlihat lebih menonjol dibanding rekannya.

Itu terbukti dari jumlah assist yang juga tidak sedikit. Messi, Neymar, dan Suarez tak jarang lebih memilih untuk memberikan umpan ketimbang ngebut menjadi pencetak gol terbanyak bagi Barca.


3. Barcelona (Bisa) Lebih Fokus

Peluang Barcelona menembus 8 besar sangat kecil.

Barcelona memang belum kehilangan peluang di Liga Champions meski tumbang menyesakkan atas Paris Saint-Germain dengan skor telak 4-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2016/17. Tapi JIKA gagal dan Luis Enrique mencoba untuk lebih 'bijaksana', ia bisa merelakan gelar ini dan fokus mengejar trofi La Liga Spanyol saja.

Semuanya akan segera terjawab pada tanggal 7 Maret nanti, saat Blaugrana ganti menjadi Les Parisiens di Camp Nou. Andai tidak berhasil melaju ke babak 8 besar, setidaknya Ivan Rakitic dan kawan-kawan bisa mencurahkan segalanya di ajang La Liga.

Seperti disebutkan di awal, pelaung tetap masih ada, tapi sulit. Mengalahkan PSG dengan defisit empat gol membutuhkan mukjizat. Bisa menceploskan 4 gol saja masih belum cukup, dan jika harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, meski menang pun, stamina Barcelona pasti akan terkuras habis dan rawan cedera.


4. Sejarah Berbicara

Skuat Barcelona merengkuh gelar La Liga di musim 2014/15.

Lionel Messi memiliki lima gelar La Liga bersama Barcelona, sedangkan Cristiano Ronaldo baru satu kali semenjak kehadirannya di Santiago Bernabeu. Ini bukan tentang perbedaan kelas kedua klub, melainkan lebih kepada konsistensinya.

Di musim 2014/15, saat Real Madrid masih diasuh Carlo Ancelotti, Los Blancos unggul empat poin di pekan ke-24 atas Barcelona. Jika Madrid meraih kemenangan di laga sisa (pertandngan ke-24), maka situasi yang hampir sama akan kembali tersaji.

Posisi Klub Pertandingan Menang Imbang Kalah Poin
1 Real Madrid 24 20 0 4 60
2 Barcelona 24 18 2 4 56

Tapi, di sisa 14 pertandingan setelahnya, Messi dan kawan-kawan sanggup meraih 12 kemenangan dan ajaibnya, di akhir klasemen, justru Barcelona balik unggul atas Madrid di puncak klasemen dengan perbedaan 2 poin saja. Musim 2014/15, Balugrana keluar sebagai juara.

Posisi Klub Pertandingan Menang Imbang Kalah Poin
1 Barcelona 38 30 4 4 94
2 Real Madrid 38 30 2 6 92

Andai Barcelona bisa mengulangi sukses serupa di musim ini, maka gelar kampiun bakal kembali mampir ke lemari trofi mereka di Camp Nou. Tidak ada yang tidak mungkin.

Real MadridBarcelonaLaLiga SpanyolLiga Spanyol

Berita Terkini