Alasan Persiba Kecewa soal Sikap Hengkangnya Bek Kiri Timnas
Bek kiri Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2016 lalu, Abdul Rahman akhirnya resmi meninggalkan Persiba Balikpapan. Mantan pemain Bontang FC itu memutuskan hengkang dari Beruang Madu dengan sikap yang kurang sopan.
Sekretaris Persiba, Irfan Taufiq mengungkapkan bahwa Abdul Rahman sebelumnya sudah mencapai kesepakatan nilai perpanjangan kontrak baru, meskipun pemain berumur 29 tahun tersebut belum menandatanganinya.
"Abdul Rahman sudah tidak bersama kita. Memang sampai sekarang Rahman belum menandatangani kontrak, walaupun sebenarnya sejak Februari Manajemen Persiba sudah sodorkan kontrak baru untuk musim ini, dan menyetujuinya,” ujar Irfan Taufiq.
Lanjut Irfan, bahkan Abdul Rahman sempat meminta untuk melakukan negosiasi ulang. Negosiasi kedua berlangsung dengan menghadirkan Ketua Umum Persiba, Syahril HM Taher, dan disaksikan Asisten Pelatih Persiba saat itu, Bima Sakti.
“Jadi negosiasi pertama kita deal. Kemudian dia minta negoisasi ulang, dan negoisasi kedua langsung dengan pak Syahril juga deal. Jadi sebenarnya sudah tidak ada masalah lagi, karena kita sudah dua kali negoisasi, dan disaksikan Bima Sakti ketika itu,” ujar Irfan.
Menurut Irfan, hal itulah yang membuat manajemen Persiba menyesalkan sikap Abdul Rahman. Seharusnya bek kiri kelahiran 30 Januari 1988 itu bisa bicara baik-baik jika ingin hengkang.
“Kalau ada klub lain yang mau kontrak lebih tinggi, silakan saja tidak apa-apa, karena jika memang tidak mau bersama Persiba tidak masalah. Asal bicara saja baik-baik. Jangan seperti ini, karena sebelumnya sudah deal,” ujarnya.
“Pesan kami jangan ada lagi seperti ini dan Persiba menjadi klub terakhir. Semoga dia sukses bersama klub barunya," tambahnya.
Sementara itu, Abdul Rahman hingga kini belum mau berkomentar. Walaupun kemungkinan besar dirinya akan bergabung dengan Mitra Kukar untuk mengarungi kompetisi resmi Liga 1.
“Saya belum bisa konfirmasi sekarang. Nanti saya kabari,” kata Abdul Rahman.