Menelusuri Penjualan Saham AC Milan yang Dinilai Unik
AC Milan sebelumnya sempat digadang-gadang akan menjadi klub kaya baru, setelah dikabarkan akan dibeli oleh grup investor dari China, Sino Europe Sports (SES). Namun pada kenyataannya, hingga kini saham klub berjuluk I Rossoneri belum juga terjual.
Hal itu sendiri dikonfirmasi oleh wakil presiden AC Milan, Adriano Galliani. Pria berkepala plontos itu mengatakan bahwa terdapat masalah dalam pengumpulan dana untuk melunasi pembayaran oleh SES.
“Transaksi tidak dapat terjadi dalam waktu dekat ini. Kami akan mencari segala cara untuk mempercepat proses penjualan oleh pihak SES,” ucap Galliani dikutip Football Italia.
Melihat proses panjang dalam penjualan saham AC Milan ini, membuat salah satu analis finansial asal Italia, Marco Bellinazzo, ikut berkomentar. Pria kelahiran 43 tahun ini merasa transaksi penjualan saham AC Milan kepada SES adalah sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“Terhitung dari tanggal 5 Agustus tahun lalu, hingga 27 Februari kemarin, Galliani telah menerima setidaknya 200 juta euro, dari 400 juta euro harga yang disepakati,” ucap Bellinazzo dikutip Sky Sport Italia.
“Terdapat 11 pemegang saham dalam SES, di mana kesebelas orang tersebut hingga kini masih mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran selanjutnya, sehingga pelunasan pembelian AC Milan masih ditunda,” tambahnya.
“Kemudian dalam seminggu terakhir muncul nama Yonghong Li, yang nantinya akan menggantikan Silvio Berlusconi. Bahkan, AC Milan dikabarkan juga akan memperkenalkan pria tersebut dalam waktu dekat, padahal proses penjualan saham belum sepenuhnya kelar. Ini adalah hal yang aneh bagi saya,” tutupnya.
Sekedar informasi, Yonghong Li merupakan pengusaha asal China sekaligus pimpinan SES yang nantinya akan menjadi presiden AC Milan, menggantikan Silvio Berlusconi.