3 Hal yang Bisa Bikin Cole dan Essien Betah di Persib
Jelang dimulainya kick off Liga 1 musim 2017, Persib Bandung mendapatkan amunisi tambahan dua pemain yang pernah berkarier di Liga Primer Inggris, Michael Essien dan Carlton Cole. Sama-sama pernah membela Chelsea, keduanya bakal mengarungi kerasnya sepakbola Tanah Air dalam satu musim ke depan.
Bermain di Indonesia jelas bagi kedua pemain tersebut merupakan tantangan tersendiri. Sebagai pesepakbola yang terbiasa merasakan iklim dan atmosfer, baik teknis maupun non teknis yang positif, banyak hal yang bisa saja membuat mereka mendapatkan culture shock.
Persaingan dengan sejumlah klub top lainnya ditambah panasnya hubungan antar suporter Tanah Air bisa menjadi pengalaman unik bagi Cole dan Essien, meski tentu mereka sudah khatam bagaimana cara menghadapi tekanan dari pendukung tim lawan.
Bermain di Bandung bersama 'timnya orang Sunda' akan memberikan pandangan berbeda kepada kedua pemain tersebut. Mungkin jika mereka sudah membaca buku karya Antony Sutton berjudul Sepakbola: The Indonesian Way of Life Cole dan Essien bakal merasa seperti bermain bagi Newcastle United, tim yang menurut Sutton mirip dengan Persib Bandung.
Bukan hanya bagi 'turis' seperti Cole dan Essien, pesona Bandung memang sudah lama dikenal bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat urban seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan lain-lain. Udara dingin khas Kota Kembang menjadi magnet tersendiri yang mampu cairkan ketegangan selama bekerja dari Senin sampai Jumat.
Masih banyak hal-hal yang bisa membuat kedua pemain itu merasa betah di Bandung. INDOSPORT merangkumnya dalam tiga hal yang bakal membuat Cole dan Essien kerasan di Ibu Kota Jawa Barat tersebut.
1. Lady Vikers/Viking Girls
Bandung sudah sejak lama terkenal dengan kemolekan dan paras cantik wanitanya. Pun dengan barisan suporter wanitanya yang selalu padati stadion tiap kali Persib Bandung berlaga.
Fanatisme Viking atau Bobotoh dalam mendukung Maung Bandung tak perlu ditanyakan lagi. Sejauh apa pun dan sesulit apa pun medan yang mereka hadapi, selalu diterjang demi mendukung tim kebanggaannya.
Meskipun terkenal dengan fanatisme dan totalitas yang lekat dengan unsur-unsur maskulin, Bobotoh juga tak kalah tenar dengan deretan neng geulis yang siap menambah semangat skuat Persib ketika bertanding.
Dengan adanya kehadiran Lady Vikers/Viking Girls di tribun, mudah-mudahan Cole dan Essien bisa betah bermain di Persib Bandung.
2. Seblak, Cuangki, and Carlton Cole
Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan makanan khas. Bervariasinya makanan yang ada di Tanah Air membuat banyak wisatawan asing cukup tertarik untuk mencoba makanan khas yang tersaji di setiap wilayah di Indonesia.
Sejumlah figur dunia pernah beberapa kali mengakui bahwa makanan Indonesia memiliki cita rasa terbaik. Sebuah band asal Norwegia itu sampai menuangkan kecintaannya terhadapan panganan asli dalam negeri dalam bentuk lagu berjudul Nasi Padang.
Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki cita rasa makanan khas. Sudah banyak makanan-makanan dari Bandung dan sekitarnya yang terkenal seantero Nusantara, seperti Mie Kocok Bandung, Bandros, Nasi Tutug Oncom, Lotek Bandung, Siomay Bandung, Colenak Bandung, Cireng, sampai Cilok.
Untuk membuat Cole dan Essien betah di Bandung, memanjakan mereka dengan makanan-makanan khas adalah salah satu cara terbaik. Belakangan Essien diketahui tak menyukai masakan pedas. Tapi tak perlu kuatir, Es Lilin Bandung bisa menjadi alternatif ketika pemain Ghana tersebut kepedasan.
3. Totalitas Bobotoh
Bobotoh merupakan salah satu suporter paling atraktif di Indonesia. Belakangan mereka didaulat sebagai suporter terbaik pada ajang Piala Presiden.
Melihat dari totalitas mereka saat menemani Persib Bandung berlaga, tak heran panitia kompetisi mengganjar para Bobotoh ini sebagai suporter terbaik. Aksinya dalam mendukung Maung Bandung patut diacungi jempol. Mulai dari koreografi sampai nyanyian pembangkit semangat tak henti-hentinya bergemuruh di stadion.
Khusus bagi Cole, pemain yang besar di West Ham United itu pasti merasa bahwa fans adalah faktor penting dalam perjalanan kariernya. Suporter The Hammers diketahui menjadikan Cole sebagai ikon dan legenda klub. Mereka bahkan sampai membuatkan chant atau nyanyian khusus untuk penyerang yang kini berusia 33 tahun tersebut.
Mengetahui Persib memiliki basis suporter yang besar, baik Cole maupun Essien diharapkan akan merasa kerasan tiap kali Pangeran Biru bertanding. Kualitas dan kuantitas Viking, bobotoh, atau apapun itu sebutan pendukung Persib Bandung adalah pendorong semangat utama skuat Djadjang Nurjaman musim ini.